Senin, 30 September 2024

Pemilik Baru untuk Arrows

Toranosuke Takagi, pembalap tim F1 Arrows pada musim 1999 (Formula One Management)
Tim balap Formula 1 asal Inggris yaitu Arrows, diketahui telah dijual kepada konsorsium baru dalam kesepakatan senilai sekitar US$175 juta pada Januari 1999 ini. Sebagian besar uang tersebut diperkirakan sudah masuk ke kantong dari kedua pendiri tim, yaitu Jackie Oliver dan Alan Rees. Keduanya masih menjadi pemilik saham di tim dalam beberapa tahun terakhir, tetapi baru-baru ini telah menyewakan kepemilikan saham mayoritas kepada Tom Walkinshaw (pemilik tim balap Tom Walkinshaw Racing) bersama rekannya yaitu Peter Darnbrough.

Oliver dan Rees mendirikan Arrows pada 1977 bersama ketiga rekannya sebagai investor, tetapi rekan-rekannya tersebut lalu menjual kepemilikan saham mereka beberapa tahun kemudian. Keduanya lalu menyewakan tim tersebut kepada perusahaan logistik asal Jepang yaitu Footwork, pada awal 1990-an sampai akhirnya mereka berdua mengambil alih kembali. Dilansir dari grandprix.com, keduanya kini sudah sepakat untuk menjual kepemilikan tim tersebut untuk selamanya dan tidak lagi menyewakan seperti sebelumnya.

Arrows mengumumkan bahwa Walkinshaw akan memiliki saham sebanyak 25 persen sekaligus menjabat sebagai ketua di tim. 5 persen saham sendiri akan dipegang oleh seluruh karyawan Arrows, sementara sisa 70 persen akan dipegang oleh 2 pihak, yaitu Malik Ado Ibrahim (seorang Pangeran asal Nigeria yang berdomisili di Inggris) dan Morgan Grenfell Private Equity Ltd. (perusahaan investasi yang merupakan bagian dari Deutsche Bank).

Belum diketahui secara pasti terkait siapa yang akhirnya akan memiliki saham paling besar di tim Arrows, tetapi beberapa sumber dalam dunia bisnis menyebutkan bahwa Morgan Grenfell tidak tertarik untuk mengendalikan keseluruhan tim dan cukup menjadi pemegang saham saja. Ini berarti mayoritas saham tim Arrows mungkin akan dikendalikan oleh Pangeran Malik bersama dengan Walkinshaw.

Terkait dengan latar belakang Pangeran Malik, sulit untuk diketahui tentang siapa dirinya dan keterlibatan apa saja yang pernah dilakukannya di dunia bisnis dan pengelolaan tim balap. Siaran pers dari Arrows menyatakan bahwa ia terlibat dalam beberapa kegiatan seperti penjualan Lotus (perusahaan mobil Inggris Raya) ke Proton (perusahaan mobil Malaysia), mempunyai keterlibatan dalam bisnis telekomunikasi, hingga adanya hubungan dengan perusahaan besar seperti Mitsui (perusahaan multinasional Jepang) dan Arcadia (perusahaan ritel Inggris Raya).

Keterlibatan para pemegang saham baru di Arrows merupakan tren yang sedang marak, di mana tim balap Formula 1 menjual saham ke pemodal skala besar yang ingin balik modal dengan cepat, apalagi situasi balapan Grand Prix saat ini dinilai cukup menguntungkan. Kesepakatan tersebut bukan hanya untuk Arrows saja, tetapi juga untuk Grand Prix Racing Engines, perusahaan mesin yang sebelumnya dipegang insinyur kawakan asal Inggris yaitu Brian Hart. Ini adalah kabar buruk bagi Zakspeed, tim asal Jerman yang sempat berkeinginan mengambil Arrows di beberapa waktu sebelumnya.

Usai mendapat pemegang saham baru, Arrows kini harus mencari sponsor yang menjanjikan untuk kebutuhan investasi tim di masa depan. Tim ini masih terjebak dengan paket mesin yang kurang lebih sama seperti di musim sebelumnya (1998) dan dalam beberapa bulan terakhir saja sudah banyak staf tim yang meninggalkan mereka. Saat ini, masih ada 168 karyawan tersisa di markas tim yang berlokasi di Leafield, Inggris. Beberapa di antara karyawan tersebut antara lain Mike Coughlan sebagai direktur teknik, Gordon Message sebagai penanggung jawab operasional tim, dan John Walton sebagai kepala tim. Coughlan memutuskan untuk bertahan di Arrows, meski sempat melakukan negosiasi dengan pabrikan Honda.

Berkat kesepakatan tersebut pula, sebagian besar utang di tim yang mencapai sekitar US$20 juta rencananya akan dilunasi. Namun, belakangan ini terjadi gugatan hukum antara Walkinshaw dengan Pedro Diniz, pembalap asal Brasil yang membela tim tersebut di musim 1998. Diniz dituntut pria asal Skotlandia tersebut sebesar US$7 juta karena memutuskan kontraknya di Arrows secara sepihak untuk bergabung ke Sauber pada musim 1999. Diniz memang dikontrak oleh Arrows hingga 1999, tetapi di dalam kesepakatan tersebut terdapat klausul kinerja yang gagal dipenuhi Arrows sehingga ia memilih untuk pindah.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.grandprix.com/news/new-owners-for-arrows.html

Minggu, 29 September 2024

Memperkenalkan Forward Racing, Penerus dari Hayate

Perkenalan tim Forward Racing (moto.it)
Forward Racing, tim balap motor asal Italia, memperkenalkan diri mereka untuk menuju kelas Moto2 pada musim 2010 ini.

Mereka melakukan peluncuran resmi di Milan yang dihadiri oleh mitra, jajaran tim hingga pembalap.

Tim ini akan dipimpin oleh Andrea Dosoli, yang sebelumnya mengurus tim balap MotoGP yaitu Hayate Racing Team.

Dilansir dari moto.it, Dosoli sendiri telah berkiprah di balap motor sejak tahun 1997.

Kiprahnya di MotoGP berawal saat bergabung bersama tim D'Antin Yamaha sejak 2001 hingga 2003 sebagai manajer teknis.

Ia melanjutkan jabatan sebagai manajer teknis dan strategi untuk tim Kawasaki MotoGP sejak 2004 hingga 2008.

Setelah tim pabrikan Kawasaki mengundurkan diri pada akhir 2008, ia membangun Hayate Racing Team sebagai manajer tim dan manajer teknis.

Timnya mengandalkan pembalap Marco Melandri, yang sukses meraih posisi 10 klasemen pada musim 2009 dengan 1 kali podium di GP Prancis.

Sayangnya, hal itu tidak cukup untuk membuat Hayate bertahan dan Kawasaki memilih mundur sepenuhnya dari ajang MotoGP begitu musim 2009 terakhir.

Dosoli pun berusaha meneruskan Hayate dengan mengubah tim tersebut menjadi Forward Racing Team.

Ia menjalin kemitraan dengan pabrikan sasis Suter pimpinan Eskil Suter, yang rencananya akan menyediakan dukungan penuh kepada timnya.

Kerjasama dalam sasis Suter MMX ini akan bermanfaat dalam pengembangan motor serta pengumpulan data yang dalam proyek Moto2.

Timnya memiliki ambisi tinggi, tujuan yang jelas, serta pandangan yang jauh ke depan untuk terus maju.

Tim mengandalkan teknisi dan insinyur berkelas dan berpengalaman dengan latar belakang berbeda-beda tetapi memiliki tujuan yang sama.

Media Action ditunjuk oleh tim sebagai pihak yang bertugas dalam bidang keuangan, terutama urusan sponsor dan pencatatan anggaran.

Pembalap yang dipilih oleh tim juga tidak main-main, yaitu Jules Cluzel dan Claudio Corti.

Cluzel sudah memiliki pengalaman di Grand Prix dengan membalap untuk kelas 125cc dan 250cc.

Sementara itu, Corti merupakan runner-up dalam kejuaraan dunia Superstock 1000 pada 2009 lalu.

Dengan latar belakang tersebut, Forward Racing memiliki harapan untuk bisa bersaing di baris depan dalam musim perdana Moto2 pada 2010 ini.***

Sumber: https://www.moto.it/MotoGP/forward-racing-sulle-orme-di-hayate.html

Sabtu, 28 September 2024

MZ dan Anthony West Akhirnya Dapat Tempat di Moto2

Anthony West bersama tim MZ (Zoom Design Agency)
Tim balap asal Jerman yaitu MZ Racing beserta pembalapnya dari Australia yaitu Anthony West, akhirnya memperoleh kepastian di musim perdana Moto2 pada 2010 ini.

Mereka mendapatkan tempat tersebut usai salah satu tim yang sudah masuk di ajang tersebut yaitu Kino Racing, memilih mengundurkan diri.

Dilansir dari crash.net, Kino Racing membuat keputusan tersebut usai gagal memperoleh pendanaan untuk merekrut pembalap Argentina Fabricio Perren.

West sendiri sudah melakukan tes dengan menggunakan sasis MZ dalam tes Valencia dan Jerez.

Namanya sendiri bisa dibilang sudah tidak asing, terutama bagi penonton MotoGP.

Ia mengawali karirnya di kelas utama pada 2001 yang masih bernama 500cc lewat tim Dee Cee Jeans Honda.

Ia cukup dikenal karena membela Kawasaki MotoGP pada musim 2007 dan 2008.

Pada ajang Grand Prix, ia meraih kemenangan pada GP Belanda 2003 di kelas GP250.

Usai tidak mendapat tempat di MotoGP, ia sempat beralih ke World Supersport pada musim 2009 dengan membela Stiggy Honda.

Ia sukses meraih 3 kali podium dan menyelesaikan musim di posisi 7 klasemen musim 2009.

Kehadirannya tersebut membuat ajang Moto2 kini semakin diramaikan oleh nama-nama yang pernah berlaga di MotoGP.

Nama-nama tersebut antara lain Toni Elias, Alex de Angelis, Niccolo Canepa, Roberto Rolfo, Yuki Takahashi, Fonsi Nieto dan Gabor Talmacsi.***

Sumber: https://www.crash.net/moto2/news/157789/1/west-mz-racing-given-moto2-place

Jumat, 27 September 2024

Awal Mula American Racing Team Hadir di Moto2

Joe Roberts pada musim 2019 (American Racing Moto2 Team)
Pecinta balap motor mungkin tidak asing dengan nama tim balap Moto2 yaitu American Racing Team.

Tim yang disebut sebagai tim Amerika asli ini berlaga di ajang balap dengan menggunakan pembalap-pembalap lokalnya.

Pembalap tersuksesnya adalah Joe Roberts, dengan beberapa nama lokal lainnya juga pernah ada di tim tersebut, seperti Cameron Beaubier dan Sean Dylan Kelly.

Mereka juga merekrut mantan pembalap MotoGP yaitu John Hopkins, untuk menjadi pelatih bagi tim serta akademi yang disebut American Racing Academy.

Tentunya menarik untuk mengetahui sejarah dari American Racing Team ini.

Tim ini baru terbentuk pada awal 2019, meski sejarahnya dapat ditarik hingga ke 2010 lalu.

Awalnya, tim ini terdiri atas 2 tim asal Swiss yaitu Technomag CIP (kemudian dikenal sebagai CarXpert Techomag) dan Interwetten Paddock.

Melansir suissemotorsport.ch, CGBM Evolution selaku pemilik tim Technomag, menggabungkan timnya dengan Interwetten pada akhir 2024.

Kedua tim tersebut secara resmi menjadi satu pada 2015, dengan tim tersebut bernama Derendinger Racing Interwetten (kemudian menjadi Garage Plus Interwetten) dan Technomag Racing Interwetten (kemudian menjadi CarXpert Interwetten).

Usai musim 2017, CGBM Evolution kehilangan sponsor-sponsornya, terutama setelah Thomas Luthi membawa Interwetten ke MotoGP.

Akhirnya, tim tersebut berganti nama lagi menjadi Swiss Innovative Investors pada 2018, yang kemudian malah mengalami masalah keuangan di akhir tahun tersebut.

Dilansir dari magazine.americanmotorcyclist.com, tim tersebut kemudian berhasil diselamatkan lewat Eitan Butbul, seorang pengusaha real estate asal Israel yang berbasis di Los Angeles.

Ia melihat peluang tersebut untuk mengambil alih tim, meski hal itu bukan menjadi rencana awalnya.

Pada 2018, ia menjadi manajer untuk Joe Roberts yang juga telah menyepakati kontrak dengan Swiss Innovative Investors untuk 2019 dan 2020.

"Jelang akhir musim 2018, kami melihat bahwa tim ini sedang dalam kondisi keuangan yang sangat buruk, sehingga saya masuk sebagai mitra dan investor untuk membantu tim bertahan dan membuat Joe bisa ikut balapan," ujar Butbul.

Ternyata, pemilik mayoritas di tim tersebut mengundurkan diri dengan adanya utang yang besar dan uang yang dimilikinya belum tentu cukup jika tanpa dukungan sponsor.

Ia pun memberanikan diri untuk menggunakan uangnya sendiri untuk mengambil alih kepemilikan tim dan mengambil peran baru yaitu manajer tim.

"Untuk keseluruhan biaya, 20 persen berasal dari sponsor dan sisanya kami bawa sendiri. Kami harus membayar utang-utang pemilik sebelumnya di masa lalu. Itu adalah masa yang sulit bagi kami secara finansial," lanjutnya.

Peran sebagai manajer tim adalah yang paling menantang karena ia belum pernah punya pengalaman tersebut, dan hal tersebut diibaratkan seperti masuk ke air tanpa tahu cara berenang.

Sejak kehadirannya pada 2019, tim tersebut memiliki keinginan untuk membawa pembalap Amerika Serikat sukses di ajang balap motor.

"Harapan kami adalah membawa pembalap top Amerika Serikat untuk membalap di tim kami dengan dukungan dari akademi. Saat mereka siap, kami akan membawa mereka ke Moto2," jelasnya.

Setelah berjuang sejak 2019, American Racing akhirnya memperoleh kemenangan perdananya lewat Joe Roberts pada GP Italia 2024.***

Sumber:
  • https://www.suissemotorsport.ch/moto2-2015-1-schweizer-struktur-2-teams-3-piloten/
  • https://magazine.americanmotorcyclist.com/13894/determined-to-succeed/

Kamis, 26 September 2024

Bukan Lagi CarXpert Interwetten, CGBM Evolution Hadir di 2018 dengan Nama Baru

Presentasi tim Swiss Innovative Investors (American Racing Moto2 Team)
CGBM Evolution, perusahaan asal Prancis yang dipimpin Fred Corminboeuf, telah hadir di Moto2 sejak beberapa tahun lalu.

Ia memegang kuasa dalam tim CarXpert Interwetten, yang juga turut mendukung merek lainnya yaitu Garage Plus dan Technomag.

Pada musim 2017, tim tersbut sukses menjadi runner-up Moto2 melalui Thomas Luthi.

Kini, tim tersebut tidak lagi bernama seperti yang dulu usai Luthi hijrah ke MotoGP 2018 dan membawa Interwetten sebagai sponsornya.

Tidak cukup sampai di situ, seluruh sponsor Swiss juga telah menghentikan dukungannya.

Padahal, mereka telah menggaet pembalap berpengalaman Sam Lowes hingga beralih dari Kalex ke KTM.

Pada akhirnya, CGBM memutuskan untuk memakai nama baru pada musim 2018 ini yaitu Swiss Innovative Investors, sebuah perusahaan penggalangan dana.

Tim mendapat dukungan dari sponsor India yaitu Andhra Pradesh hingga Facchinetti Motos, sebuah perusahaaan penjual motor BMW di Jenewa, Swiss.

Dilansir dari situs paddock-gp.com, tim akan mengandalkan formasi dengan keseluruhan 4 pembalap.

Pada ajang kejuaraan dunia Moto2, Lowes akan berdampingan dengan Iker Lecuona, yang membalap untuk tim tersebut sejak 2017.

Lowes sendiri adalah juara World Supersport musim 2013 dan sudah beberapa kali bersaing untuk gelar juara dunia di Moto2 sejak bergabung pada 2014 lalu.

Keputusannya untuk kembali ke Moto2 usai gagal di MotoGP diharapkan bisa membuatnya kembali bersemangat.

Sementara itu, Lecuona sudah bersiap untuk musim penuh keduanya di Moto2, apalagi ia masih menjanjikan karena usianya masih muda.

"Saya percaya bahwa tim kami dapat mempertahankan gelar lewat Lowes dan Lecuona, yang merupakan kedua pembalap sukses,'' ujar Corminboeuf selaku pemilik tim.

Tidak hanya itu saja, ia juga mempersiapkan sisa pembalap lainnya untuk bertarung di kejuaraan bergengsi.

"Kami juga akan bertarung di kelas CEV Junior Moto3 lewat Pedro Acosta dan Jesko Raffin di CEV Moto2, yang sempat dimenangkannya di 2014," lanjutnya.

Acosta adalah bakat yang cukup menjanjikan, dan baru-baru ini ia meraih gelar juara dunia di kelas Pra-Moto3 Spanyol.

Raffin sendiri sudah berkompetisi di kejuaraan dunia Moto2 sejak 2015, dengan hasil terbaiknya saat musim 2017 bersama CarXpert Interwetten.

Ia mengakhiri musim di posisi 20 klasemen dengan total 26 poin, dimana ia mencapai finis balapan terbaiknya yaitu posisi 4 dalam balapan GP Australia 2017.***

Sumber: https://www.paddock-gp.com/en/moto2-letrange-discreet-presentation-of-lex-luthi-team-current-sam-lowes-stable/

Rabu, 25 September 2024

Moto2 2015: 1 Induk, 2 Tim, 3 Pembalap

Thomas Luthi dan Dominique Aegerter (American Racing Moto2 Team)
Perusahaan asal Prancis yaitu CGBM Evolution, mengumumkan bahwa mereka akan menghadapi Moto2 musim 2015 dengan mengambil alih perusahaan Interwetten Paddock yang berasal dari Swiss.

Mereka sebelumnya sudah memiliki tim sendiri yaitu Technomag Carxpert, yang juga dari negara yang sama.

Hal ini disampaikan pada Jumat, 12 September 2014 jelang GP San Marino di sirkuit Misano World Circuit Marco Simoncelli, seperti dilansir suissemotorsport.ch.

Pengumuman tersebut dihadiri oleh Oliver Metraux selaku Ketua Dewan Direksi Swiss Automotive Group (pemilik Technomag, Derendinger dan CarXpert) dan Daniel M. Epp selaku pemilik tim Interwetten Paddock Moto2.

Selain itu, pembalap dari kedua tim yaitu Thomas Luthi, Dominique Aegerter dan Robin Mulhauser juga turut hadir.

"Tim kami yaitu Technomag CarXpert akan tetap bekerja dengan komposisi dan pembalap yang sama," ujar CEO dari CGBM yaitu Frederic Corminboeuf.

Technomag akan tetap mengandalkan Aegerter seperti tahun sebelumnya dan merekrut pembalap muda Mulhauser untuk naik ke Moto2 musim 2015.

Tim satunya lagi akan diberi nama Derendinger Interwetten yang kembali akan dibela oleh Luthi, juara dunia 125cc musim 2005.

Untuk memberikan kemudahan secara logistik, kedua tim akan bekerja di tempat yang sama, yang terletak di sekitar Parc d'Activites, Signes, selatan Prancis.

Lokasi tersebut merupakan markas CGBM yang berdekatan dengan Sirkuit Paul Ricard di wilayah Le Castellet.

Corminboeuf berharap bahwa penggabungan ini akan membawa dampak positif karena menghadirkan 2 pembalap unggulan yang siap bersaing untuk gelar juara.

"Pasti akan ada sinergi, terutama dalam tes musim dingin dan kegiatan pengembangan berkelanjutan," tambahnya.

Sejak dulu sudah ada tim balap motor asli Swiss yang juga menggunakan pembalap aslinya, tetapi kasus penggabungan 2 tim besar dalam 1 induk yang sama baru terjadi pada saat ini.

Nantinya, total 3 pembalap Swiss dari 2 tim Swiss ini akan menggunakan sasis Kalex mulai 2015 mendatang.

Mereka akan mendapatkan sasis tersebut pasca seri terakhir musim 2014 di Valencia untuk dipersiapkan jelang tes musim dingin.***

Sumber: https://www.suissemotorsport.ch/moto2-2015-1-schweizer-struktur-2-teams-3-piloten/

Selasa, 24 September 2024

Kawasaki Bersiap untuk Tahun Kedua di MotoGP

Pembalap Kawasaki Alex Hofmann (global.kawasaki.com)
Setelah 20 tahun menepi, Kawasaki memutuskan untuk kembali ke ajang balap motor MotoGP.

Sayangnya, musim pertama yaitu 2003 tidak berjalan dengan cukup baik dan hasilnya masih di bawah harapan.

Meski begitu, tim belajar dari kekurangan tersebut dan mempelajari lewat beberapa pendekatan dan pengubahan penting.

Ini bermanfaat untuk menghadapi MotoGP musim 2004 sebagai tahun kedua mereka.

Dilansir dari global.kawasaki.com, perubahan paling signifikan terlihat pada sasis yang dikembangkan oleh Kawasaki Jepang dan Kawasaki Eropa.

Mengingat mayoritas seri balap MotoGP berlangsung di Eropa, kehadiran pengembang di benua biru tersebut akan jadi sebuah keuntungan penting.

Keuntungan tersebut adalah modifikasi mesin yang fleksibel dan cepat untuk menyesuaikan dengan beragam sirkuit berbeda.

Tim juga memutuskan mengganti penyuplai ban dari Dunlop ke Bridgestone untuk meningkatkan kinerja secara drastis.

Perubahan besar lainnya adalah kehadiran pembalap baru di tim yaitu Shinya Nakano.

Ia memulai karirnya di ajang balap 250cc musim 1999 dan telah berpengalaman di kelas utama sejak bergabung pada tahun 2001.

Sebagai pembalap muda berpengalaman, ia diharapkan bisa memberi kontribusi signifikan dan mampu meningkatkan performa motor.

Selain itu, tim kembali mempertahankan Alex Hofmann, yang bergabung pada 2003 sebagai test rider.

Di musim tersebut, ia tampil di beberapa seri sebagai wild card dengan pembalap utama saat itu yaitu Garry McCoy dan Andrew Pitt.

Sebagai satu-satunya pembalap asal Jerman di MotoGP, ia dianggap sebagai pembalap menjanjikan yang diharapkan bisa memenuhi ekspektasi tim dan pembalap senegaranya.

Dengan manajer tim Harald Eckl, Kawasaki siap mengambil langkah maju dalam menghadapi musim 2004.***

Sumber: https://global.kawasaki.com/en/corp/newsroom/news/detail/ba0403-02.html