Senin, 02 November 2026

Honda Bergabung ke Sportbike World Championship 2026 Bersama AG Motorsport Italia

Tim AG Motorsport Italia dengan motor Yamaha (atas) dan Honda (bawah) (ISBSPORT dan AG Motorsport Italia Honda)
Kejuaraan Sportbike World Championship, yang baru hadir pada 2026 sebagai pengganti dari Supersport 300, sukses memenangkan hati para penggemar balap karena memberikan persaingan lebih ketat dan banyak pabrikan yang menjadi peserta.

Enam pabrikan tetap bersaing sejak awal, yaitu Aprilia, Kawasaki, Kove, Suzuki, Triumph dan Yamaha.

Honda juga memiliki motor CBR600RR yang sudah lulus homologasi untuk Sportbike, meski pada akhirnya tidak ada satu pun tim yang ingin turun menggunakan motor tersebut.

Satu-satunya penampilan dari pabrikan Honda adalah pada seri pertama Sportbike yang berlangsung di Portimão, Portugal, melalui pembalap Prancis Diego Poncet dari tim Rac41-Honda.

Dalam balapan tersebut, Poncet menjadi wildcard dengan meraih dua kali posisi ketujuh dalam balapan seri Portugal, yang tentunya membuktikan bahwa motor Honda ini bisa bersaing di ajang Sportbike.

Sesuatu mengejutkan kemudian terjadi di antara seri Aragon dan Misano, di mana AG Motorsport Italia, salah satu tim yang sudah lama bekerjasma dengan Yamaha, memutuskan untuk berganti ke Honda di tengah musim.

"Kami dengan bangga memulai awal baru dengan motor Honda. Bagi AG Motorsport Italia, keputusan ini mengambarkan ambisi kami untuk melanjutkan pengembangan program olahraga ke standar tertinggi, dan bersaing melalui pabrikan yang kuat dan terkenal," ujar kepala tim AG Motorsport Italia yaitu Alessandra Gambardella.

Setelah pengumuman tersebut, Taiyo Aksu sebagai pembalap satu-satunya di tim AG Motorsport Italia, langsung menggunakan motor Honda CBR600RR yang telah disesuaikan dengan konfigurasi sportbike dan tanpa melakukan uji coba sama sekali dengan motor barunya.

Aksu, yang merupakan pembalap Australia berketurunan Jepang, berhasil menjalani balapan perdananya dengan motor Honda di sirkuit Misano, walaupun masih belum mendapatkan poin karena finis di luar 15 besar dalam dua balapan tersebut.

"Saya sangat senang dengan motor baru ini dan menikmati setiap lap untuk memahami lebih baik dan belajar bagaimana untuk terus berkembang. Saat Superpole, kami mampu bergerak ke atas dan mendapatkan hasil terbaik musim ini. Sayangnya, sebuah pelanggaran kecil memaksa saya untuk memulai balapan dari belakang," ujar Aksu.

Dalam balapan pertama di Misano, ia mampu bangkit dari posisi 33 ke posisi 16 dan sempat berupaya mengejar grup di depannya, sampai akhirnya ia mengalami jatuh di tikungan pertama dan mengakhiri usahanya tersebut.

Sementara itu, ia merasakan bahwa balapan kedua di sirkuit yang sama justru lebih sulit dari awal hingga akhir karena hasil balapan yang kurang memuaskan, di mana ia membuat beberapa kesalahan dan sempat bersinggungan dengan pembalap lain.

Dalam klasemen akhir Sportbike musim 2026, Aksu meraih total 14 poin dengan satu poin diperolehnya bersama Yamaha dalam empat seri yaitu Portimão, Assen (Belanda), Most (Ceko) dan Aragon (Spanyol).

Sisa 13 poin lainnya justru diperoleh bersama Honda, ketika ia turun dalam seri Misano (Emilia-Romagna, Italia), Magny-Cours (Prancis), Cremona (Italia) dan Jerez (Spanyol).

Hasil terbaiknya adalah pada seri Jerez, di mana ia finis kesembilan di balapan pertama dan kesepuluh di balapan kedua, yang menjadikan hasil terbaiknya di musim ini sekaligus menjadi bukti bahwa pilihan tim untuk pindah ke Honda bukan hal yang salah.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.speedweek.com/en/a/worldspb/sportbike-world-championship-honda-seventh-manufacturer

Minggu, 01 November 2026

Kejutan di World Superbike 2026: Kawasaki Menjadi Pabrikan Jepang Terbaik

Aksi Garrett Gerloff bersama Kawasaki di World Superbike (Kawasaki Worldsbk Team)
Dalam World Superbike musim 2026, Ducati dengan motor Panigale V4R terbarunya berhasil menguasai seluruh balapan, dengan cara yang tidak pernah dilakukan sebelumnya sejak kejuaraan tersebut hadir pada musim 1988.

Bimota menjadi pabrikan kedua yang terkuat dan BMW juga sempat bersaing untuk podium dalam beberapa balapan, tetapi pabrikan dari Jepang sama sekali kesulitan bersaing pada baris depan dalam balapan musim ini, bahkan tidak memperoleh podium dalam satu balapan pun.

Satu hal yang cukup mengejutkan dari seluruh pabrikan Jepang di World Superbike, adalah bagaimana Kawasaki bisa unggul atas Yamaha dan Honda.

Hal ini dibuktikan dari klasemen pembalap World Superbike musim 2026, yang menempatkan pembalap tim Kawasaki yaitu Garrett Gerloff, pada posisi kesepuluh.

Gerloff mampu mengungguli Andrea Locatelli sebagai pembalap terbaik Yamaha yang hanya di posisi 12 klasemen dan Jake Dixon sebagai pembalap terbaik Honda di posisi 19 klasemen.

Meski berjuang seorang diri, Gerloff mampu untuk menghadapinya dan bisa cukup konsisten sepanjang seri balapan musim ini.

"Kami menghadapi keadaan naik dan turun, tetapi secara keseluruhan saya cukup puas dengan tim dan motor Kawasaki Ninja ZX-10RR. Saya merasa bahwa saya sudah berjuang maksimal dengan motor ini, dan saya cukup senang bisa masuk 10 besar dalam klasemen," ujar Gerloff.

Motor Kawasaki ZX-10RR yang digunakan dalam World Superbike adalah model yang paling tua, sejak desainnya dihadirkan pada 2009, meski terdapat beberapa perubahan dalam beberapa tahun.

Apa yang terjadi dengan Kawasaki jelas sangat berbeda dengan Yamaha dan Honda.

Motor Yamaha R1 yang digunakan saat ini berdasarkan desain versi tahun 2015 dan pada musim ini menurunkan seluruh motor pabrikan untuk keempat pembalapnya.

Selain itu, Honda CBR1000RR-R dengan dua pembalapnya, juga menggunakan versi terbaru pada tahun 2020.

Dengan hasil seperti ini, Kawasaki tentunya sangat percaya diri dalam menghadapi World Superbike musim 2027, di mana Gerloff akan tetap menjadi pembalapnya.

"Musim depan, saya tentu saja ingin membuat peningkatan besar dan berusaha lebih keras untuk posisi yang lebih baik. Kami akan melakukan banyak perbaikan di masa rehat, kemudian berjuang keras dan siap untuk 2027," tambah Gerloff.

Tim Kawasaki yang saat ini hadir di World Superbike awalnya merupakan tim satelit yang dimiliki oleh Manuel Puccetti lewat Puccetti Racing.

Pada akhir 2024, Kawasaki mempercayakan Puccetti untuk mengelola tim yang kini berstatus pabrikan, untuk menggantikan tim utama Kawasaki yang kini sudah menjadi Bimota.

Puccetti mempertahankan nama Kawasaki lewat strategi ini, di mana ia mengandalkan Gerloff sebagai pembalapnya sejak musim 2025 di World Superbike, sambil juga tetap mengelola tim World Supersport.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.speedweek.com/en/a/worldsbk-wc/kawasaki-gerloff-surprise-2026-sbk-world-championship-superbike

Sabtu, 03 Oktober 2026

Aprilia Tidak akan Ikut Serta dalam Kelas Moto2

Alvaro Bautista dengan motor balap Aprilia 250cc di tahun 2009 (Corsedimoto)
Pabrikan motor asal Italia yaitu Aprilia, baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka tidak akan ikut serta dalam kelas balap Moto2 pada 2010 mendatang.

Mereka menganggap bahwa kelas tersebut adalah hal yang merugikan bagi citra perusahaan.

Meski sempat beberapa kali meraih gelar juara dunia di kelas 125cc dan 250cc, Aprilia pada akhirnya telah membuat keputusan terkait nasibnya di kelas tersebut.

Hal ini juga membuat Piaggio Group sebagai induk Aprilia tidak akan memberi dukungan motor pabrikan penuh ke kelas Moto2, tetapi juga menghentikan pengadaan motor Aprilia, Gilera dan Derbi ke tim pengguna.

Pengumuman ini tentunya menjadi hal yang sangat mengejutkan, pasalnya perusahaan tersebut cukup merajai kelas 250cc pada musim 2009.

"Menurut pandangan kami, kelas Moto2 tidak mewakili karakteristik secara teknologi dan olahraga dengan strategi Aprilia dalam kejuaraan seperti ini," begitulah yang disampaikan Piaggio Group dalam pernyataannya.

Mereka menyoroti tentang kelas Moto2 yang meningkatkan mesinnya dari 250cc ke 600cc, dan dianggap hanya menguntungkan salah satu pabrikan saja.

"Oleh karena itu, bergabung dalam kejuaraan yang hanya memfokuskan teknologi mesinnya kepada satu pabrikan, adalah suatu hal yang merusak citra kami sebagai perusahaan yang telah memenangkan sekitar 43 gelar balapan motor," lanjut mereka.

Diketahui bahwa mesin 600cc akan jauh lebih menguntungkan Honda, pabrikan asal Jepang yang merupakan pesaing mereka di kelas 250cc.

Honda diketahui akan menjadi satu-satunya pabrikan di Moto2, setelah pesaing lainnya yaitu KTM, juga mengundurkan diri beberapa bulan sebelum pengumuman dari Aprilia & Piaggio Group.

Aprilia kini akan mengutamakan pengembangan ke ajang World Superbike, yang sudah mereka ikuti pada musim 2009.***

Sumber: https://www.autoevolution.com/news/aprilia-quits-moto2-series-blames-rules-13671.html

Jumat, 02 Oktober 2026

Alex Debon dan Monlau Competicion Sepakat Bekerjasama di Moto2

Emilio Alzamora dan Alex Debon (plusmoto.com)
Tim balap Aeroport de Castello-Ajo akan berpartisipasi di kejuaraan Moto2 musim 2010 ini dengan bantuan dari sekolah balap asal Spanyol yaitu Monlau Competicion.

Ini adalah hasil kerjasama antara dua pembalap motor Grand Prix yang berpengalaman, yaitu Alex Debon sebagai pembalap utama di tim tersebut, dan Emilio Alzamora sebagai sosok penting di sekolah balap Monlau.

Alzamora adalah mantan pembalap Grand Prix kelas 125cc dan 250cc, yang berkompetisi sejak tahun 1994 hingga tahun 2003.

Prestasi terbaiknya adalah saat meraih gelar kelas 125cc musim 1999, di mana ia meraihnya tanpa pernah meraih satu kemenangan sekalipun.

Kerjasama antara kedua belah pihak ini terjadi usai Debon mencapai kesepakatan dengan perusahaan sasis asal Inggris, FTR, sebagai penyuplai sasis untuk timnya.

Ini adalah hal yang cukup menguntungkan, apalagi keduanya adalah pembalap yang sudah berpengalaman di kejuaraan dunia.

Sekolah balap Monlau juga akan terlibat dalam urusan teknis pada tim tersebut, supaya bisa dikelola dan ditata secara lebih baik.

Xavi Soldevilla dipercaya sebagai orang yang bertanggungjawab dalam segala aspek teknis dalam proyek ini.

Ia akan mengajak seluruh anggota tim tersebut untuk membuat motor tersebut sebagai motor juara, sekaligus juga memberi pengalaman dan pengajaran kepada para mahasiswa Magister Teknik Otomotif dan Sepeda Motor di Monlau.***

Sumber: https://www.plusmoto.com/alex-debon-escuela-monlau-competicion-juntos-moto2.html

Alex Debon: Dengan Pengalaman Menuju ke Motor Juara

Alex Debon dalam balapan Moto2 musim 2010 (Corsedimoto)
Pada musim 2010 ini, pembalap motor Grand Prix asal Spanyol yaitu Alex Debon, akan memiliki dua jabatan.

Mantan pembalap tes Aprilia ini akan menjadi pembalap sekaligus pengelola untuk tim miliknya sendiri yang diberi nama Motor Sport 69.

Ia akan membalap di kelas baru Moto2 menggunakan sasis dari perusahaan Inggris yaitu FTR, setelah Aprilia sebagai pabrikan yang mendukungnya di kelas 250cc, memilih untuk tidak ikut serta di kelas tersebut.

"Motor Sport 69 adalah tim yang kami bangun untuk membalap di musim 2010. Ini adalah tim yang sepenuhnya baru dan akan bekerjasama dengan tim milik Aki Ajo. Ini adalah proyek berisiko tinggi, tetapi saya yakin bahwa kami akan memiliki struktur yang jelas,'' ujar Debon.

Tim baru ini akan membalap dengan nama "Team Aeroport de Castello-Ajo", di mana Debon melakukan kesepakatan dengan sponsor, bahkan juga kesepakatan dengan pihak FTR untuk menggunakan Xavi Soldevila sebagai insinyur yang akan mengembangkan motor untuk timnya.

"Saya memiliki tim teknis yang sudah saya kenal baik. Mereka adalah orang-orang yang ahli dan tentunya akan cocok dengan tim ini,'' ujar pembalap yang disebut memiliki pengetahuan yang baik tentang pengembangan motor dan dapat menjadikannya motor juara berdasarkan pengalamannya.

Ia melihat bahwa kelas Moto2 adalah hal yang sepenuhnya baru bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya, di mana terdapat penyesuaian aturan untuk mesin, perangkat elektronik dan bahan bakar.

"Sasis dan komponen lainnya adalah tujuan utama dari pengembangan yang dipercayakan ke pembalap. Di sini, saya akan mendapatkan manfaat dari pengalaman, kemampuan dan pengetahuan dari para teknisi saya. Semua ini akan menghasilkan motor juara,'' ujarnya dengan optimis.

Debon dan timnya akan melakukan tes pertamanya pada 15 Februari 2010 di sirkuit Catalunya, Barcelona.***

Sumber diterjemahkan dari:
https://www.motorkari.cz/motosport/silnicni/motogp/debon-se-zkusenostmi-k-viteznemu-motocyklu-15293.html

Kamis, 01 Oktober 2026

KTM Umumkan Rencana Pada Ajang Balap Motor Grand Prix Musim 2008

Mika Kallio, pembalap tim Red Bull KTM GP250 (Shutterstock)
KTM, pabrikan asal Austria, membuat langkah besar dalam aktivitasnya di ajang balap motor Grand Prix.

Melalui pengumuman resminya di markas mereka yang berlokasi di Mattighofen, Austria, mereka akan hadir pada kelas 125cc dan 250cc untuk musim 2008.

"Dengan mempertahankan semangat pada slogan "Ready to Race", kami membuat lebih banyak peningkatan dalam menghadapi musim 2008. Ini adalah komitmen kami untuk aktif dan sukses di ajang balap internasional, serta sebagai usaha kami untuk terus melakukan pemasaran pada produk motor spesifikasi jalanan,'' ujar Winfried Kerschhaggl selaku kepala dari KTM Motor Sports.

KTM sendiri awalnya hanya berjalan dengan bendera tim pabrikan Red Bull KTM untuk kelas 125cc dan 250cc, tetapi kini mereka mulai memasok motor untuk beberapa tim independent.

Tim pabrikan KTM masih mengandalkan bantuan dari direktur balapnya yaitu Harald Bartol, serta mempertahankan duet pembalap di kelas 250cc pada musim 2007 yaitu Hiroshi Aoyama dan Mika Kallio.

Namun, untuk tim pabrikan di kelas 125cc, mereka hanya akan mengandalkan satu pembalap saja yaitu pembalap asal Swiss Randy Krummenacher.

Krummenacher bertahan di tim ini, setelah pada musim 2007 menempati posisi ke-13 klasemen pembalap dan meraih satu kali podium ketiga di GP Catalunya.

Mulai tahun 2008, KTM akan memberikan dukungan secara aktif kepada beberapa tim independent, di mana mereka percaya bahwa ini adalah cara terbaik dalam mendukung bakat muda dan memberi kesempatan kepada pembalap yang menjanjikan untuk bisa membalap menggunakan mesin berkualitas tinggi.

Terkait dengan hal tersebut, Konrad Hefele sebagai salah satu orang kepercayaan KTM, ditunjuk untuk mengawasi operasional dari para tim independen.

Tim balap Repsol, yang dikelola oleh Alberto Puig, memutuskan untuk memilih KTM sebagai upaya memperkuat kemitraan sponsor dan meningkatkan struktur tim yang makin membesar.

KTM mengenal Puig sebagai sosok yang dapat menemukan pembalap muda berbakat dan juga sebagai pemberi motivasi kepada para pembalap yang sedang berkembang.

Tim Repsol KTM akan mengandalkan Julian Simon di kelas 250cc dan duet pembalap muda Spanyol yaitu Esteve Rabat dan Marc Marquez di kelas 125cc.

Tim selanjutnya yang akan didukung KTM adalah Valsir Seedorf (yang kemudian menjadi ISPA KTM ARAN), dengan duet Tomoyoshi Koyama dan Lorenzo Zanetti.

Koyama sendiri sebelumnya membela tim Red Bull KTM di kelas 125cc musim 2007, di mana ia sukses meraih tiga kali podium dan satu kemenangan, untuk mengakhiri musim di posisi ketiga klasemen pembalap.

Tim lainnya yang akan menggunakan mesin KTM di musim 2008 adalah Onde 2000, dengan mengandalkan pembalap Italia Raffaele de Rosa dan pembalap Spanyol Pablo Nieto.

Tidak cukup sampai di situ, KTM juga memperluas keberadaannya melalui ajang Red Bull Rookies Cup, dengan seluruh seri utamanya digelar di Eropa.

Di samping itu, mereka juga akan membuat seri sejenis Rookies yang rencananya akan digelar di Amerika Serikat.

Sekitar 23 pembalap berbakat dari masing-masing kejuaraan di Eropa & Amerika Serikat akan bersaing lewat proses seleksi yang ketat, dengan seluruh pembalap akan menggunakan mesin yang sama dari KTM.

Keputusan untuk membuat kejuaraan di Amerika Serikat ini adalah hasil dari kesuksesan ajang balap Rookies di Eropa pada tahun 2007.

Ini juga menjadi upaya KTM untuk mendukung para bakat muda, sekaligus juga untuk meningkatkan penjualan dan popularitas merek KTM di Amerika Serikat.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.roadracingworld.com/news/ktm-announces-2008-road-racing-plans/

PATA Snack Menjadi Sponsor Utama Tim Honda WSBK Mulai 2013

Jonathan Rea dan Leon Haslam di tim PATA Honda WSBK (Motorsport-Magazin.com)
Menghadapi World Superbike (WSBK) musim 2013, tim Honda mengumumkan bahwa mereka telah menjalin kerjasama dengan PATA Snack, perusahaan makanan ringan asal Italia.

Sebagai merek yang cukup terkemuka di ajang WSBK, PATA hadir sebagai sponsor utama untuk tim B&G Racing pada musim 2010.

B&G Racing adalah hasil penggabungan dari BRC Racing milik Marco Borciani dan Guandalini Racing milik Mirco Guandalini.

Mereka mengandalkan Jakub Smrz di musim tersebut, dengan awalnya menggunakan mesin Ducati lalu beralih ke Aprilia pada seri Ceko.

Pada musim 2011, tim ini kemudian berubah nama menjadi PATA Racing Team, dengan dukungan dari BRC Racing bersama dengan tim DFXCorse.

Masih menggunakan mesin Aprilia, tim ini mengandalkan pembalap senior Noriyuki Haga, yang mampu mengakhiri musim di posisi ke-8 klasemen dan meraih empat kali podium.

Tim ini lalu kembali menggunakan mesin Ducati pada musim 2012, di mana awalnya hanya mengandalkan Lorenzo Zanetti sebagai satu-satunya pembalap.

Sylvain Guintoli, yang hengkang dari tim Effenbert Liberty Ducati, kemudian bergabung ke tim ini pada lima seri terakhir.

Hasilnya adalah ia meraih empat kali podium dengan dua kali menang balapan untuk tim ini.

Kesuksesan pada musim 2012 rupanya tidak cukup bagi PATA, yang diketahui ingin bermitra dengan salah satu tim pabrikan di kejuaraan WSBK.

Meski awalnya akan bermitra dengan Aprilia, pada akhirnya PATA memutuskan untuk menjadi sponsor utama untuk tim pabrikan Honda WSBK.

Tim pabrikan yang dikelola oleh Ten Kate Racing dari Belanda ini sudah mengumumkan pembalapnya pada musim 2013, yaitu Leon Haslam dan Jonathan Rea.

Kesepakatan ini juga membuat Zanetti, yang terikat kontrak dengan tim PATA, untuk turun bersama tim Honda di World Supersport (WSSP) musim 2013.

Zanetti akan menjadi rekan satu tim dari Michael van der Mark, yang menjuarai kelas Superstock 600 Eropa musim 2012 bersama Ten Kate Honda.***

Sumber diterjemahkan dari:
https://www.crash.net/wsbk/news/184264/1/pata-to-become-honda-title-sponsor-for-2013