Kamis, 01 Januari 2026

Mulai Lagi

Rasanya aku baru saja mulai
Tapi ternyata malah sudah selesai

Baru saja tahun yang dulu berganti
Kini tahun yang sekarang justru berganti

Apakah aku punya rencana saat ini?
Itulah yang harus aku pikirkan sejak dini

Apa jadinya jika melalui tahun baru
Tapi jiwa masih di waktu lalu

Aku memang masih tak rela
Jika semua pergi begitu saja

Tapi dunia ini bukanlah mililkku
Dan dunia tidak sesuai keinginanku

Aku harus segera menemukan tujuanku
Sebelum tersesat tanpa arah dituju

Sepanjang tahun ini aku seperti kacau
Perasaan tak nyaman ini membuatku galau

Kegelisahan bisa kurasakan setiap hari
Melihat krisis yang kini kuhadapi

Aku harus mulai lagi
Mengejar dan menentukan lagi

Aku belum ingin berakhir tanpa hasil
Aku ingin ada yang bisa diambil

Sesuatu tidak mungkin datang tiba-tiba
Barangkali aku harus datang menghampirinya

Hanya itu cara utama
Untuk meraih yang berharga

Jangan menjauh lagi
Jangan menutup lagi

Aku yang harus berubah
Aku juga harus berbenah

Mencari tahu apa yang salah
Mengetahui sesuatu yang membuatku lemah

Aku takkan hanya mencoba
Tapi aku akan melakukannya

Aku tidak mau cuma kata
Tapi aku mau aksi nyata

Semua berawal dari diriku
Diriku sendiri adalah penentu

Rabu, 31 Desember 2025

Waktu yang Berlalu

Waktu terus saja berjalan
Sekali semua telah terjadi
Tiada cara untuk kembali

Waktu yang berlalu
Takkan bisa diulang
Hanya bisa dikenang

Siapapun yang ada
Hanya menunggu waktu
Untuk segera pergi

Segala rencana matang
Perlu disiapkan sempurna
Untuk bisa melaluinya

Waktu yang tersisa
Harus bisa digunakan
Untuk meraih semuanya

Biarkan waktu berjalan
Biarkan semua terjadi
Biarkan yang berlalu

Jangan sesali lagi
Semua yang terlewati
Sudah telanjur terjadi

Saatnya menyiapkan diri
Menuju yang baru
Merelakan yang dulu

Coba lakukan saja
Pastikan yang baru
Memberi kesan berharga

Senin, 22 Desember 2025

Tidak Lazim

Seringkali aku merasa kosong
Tidak tahu apa yang harus kulakukan
Tidak memikirkan sama sekali
Tentang apa yang harus kukejar
Atau hal apa saja yang harusnya penting bagiku

Dalam keadaan sangat rendah inilah
Aku mulai memasuki suatu dunia
Bentuk pelarian dari kenyataan
Aku mulai ingin tahu hal-hal yang tidak lazim
Hanya untuk memenuhi pikiran dan rasa penasaranku

Hal-hal itu seringkali kubayangkan
Tetapi umumnya lebih sering kusimpan sendiri
Karena aku tidak yakin bagaimana cara memberitahunya
Aku percaya orang-orang takkan menyukainya
Untuk itulah lebih baik aku diam saja

Apabila aku sudah benar-benar siap
Mungkin aku akan memberitahu hal tersebut
Persoalan berikutnya adalah apa yang terjadi berikutnya
Aku belum yakin mampu untuk menerimanya
Bisa jadi semua akan lebih buruk jika terungkap

Banyak sekali hal-hal tidak lazim yang kutemukan
Aku hanya mampu untuk membayangkannya
Tanpa mungkin untuk bisa melakukannya
Selain karena beberapa hal tersebut tidak benar-benar nyata
Ada juga hal yang mungkin membuatku dan orang lain tidak nyaman

Ini adalah hal yang harus bisa aku kendalikan
Tidak semua hal itu bisa sesuai dengan dunia nyata
Kadang pula hasil akhirnya bisa membahayakan
Jika aku gagal mengendalikan semua itu
Aku pelan-pelan akan merasakan kerusakan

Beberapa hal tidak lazim itu sudah menguasaiku
Masih ada hal lainnya yang akan aku coba
Kadang aku sulit membedakan baik dan buruknya
Itulah mengapa aku putuskan untuk lebih berhati-hati
Serta tidak langsung memberitahu apa yang terjadi

Aku tidak tahu kapan bisa berhenti jika sudah tidak terkendali
Aku akan berbuat sesuatu jika semua itu mulai merugikanku
Aku tahu semua hal yang tidak lazim ini tidak semuanya baik
Karena itu aku meminta bantuan kepada kalian
Sebelum diriku masuk lebih dalam dan tidak lagi bisa dihentikan

Sabtu, 13 Desember 2025

Troy Bayliss: Dari Ducati ke Honda

 
Troy Bayliss dengan Camel Honda (motorsport.com)
Troy Bayliss dikenal sebagai pembalap yang ramah dan akrab di luar, tetapi sangat agresif dan selalu bersaing saat berada di lintasan.

Pembalap asal Australia ini sebelumnya menghadapi musim yang sangat sulit di musim 2004, di mana motor Ducati yang digunakannya tidak mampu bersaing dengan baik seperti pada musim 2003.

Meski seringkali gagal finis di musim tersebut, ia berhasil menunjukkan kemampuannya dengan podium ketiga pada seri terakhir yaitu GP Valencia.

Perjalanannya kini menempuh arah yang baru, usai memutuskan hijrah dari Ducati Marlboro Team yang sudah ia bela sejak 2003, menuju ke Camel Honda mulai 2005.

"Bagi saya, pindah dari Ducati ke Honda merupakan pengubahan yang lebih besar daripada saat pindah dari World Superbike ke MotoGP," ujar Bayliss seperti dilansir roadracingworld.com.

Meski ia sadar itu sangat sulit, tetapi pengalaman itu membuatnya termotivasi untuk memberikan hasil lebih baik dari musim 2004.

Ia merasa bahwa dirinya mendapat dukungan yang baik dari seluruh anggota tim, terutama rekan barunya yaitu Alex Barros.

"Semua orang berusaha keras untuk membuat saya lebih baik dengan motor baru ini, yang masih memiliki kemampuan untuk memenangkan balapan," jelasnya.

Ia menggambarkan bahwa hasil tes di sepanjang awal 2005 menunjukkan banyaknya naik dan turun dari performanya dengan motor Honda.

Ia bisa meraih hasil yang sangat bagus di Jerez, tetapi kesulitan di Sepang, sampai akhirnya kembali lebih baik di tes Philip Island.

Penyesuaian dengan beberapa setingan motor masih harus ia lakukan, tetapi ia mengaku siap menghadapi balapan pertama di musim 2005 dan berupaya memberikan hasil sebaik mungkin.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.roadracingworld.com/news/bayliss-from-ducati-to-honda/

Sauber Membeli Kepemilikan Tim F1 dari Red Bull

Tim Sauber F1 pada musim 2001 (Andreas Rentz via Getty Images)
Peter Sauber, pemilik tim F1 Sauber, baru-baru ini telah membeli sisa kepemilikan tim yang sebelumnya dimiliki perusahaan minuman asal Austria yaitu Red Bull.

Rencananya, sisa kepemilikan ini akan diambil alih oleh Credit Suisse, perusahaan perbankan asal Swiss yang juga menjadi sponsor di tim tersebut.

Dilansir dari Autosport.com, Credit Suisse sebagai pemilik baru di Sauber akan menguasai kepemilikan di tim sebanyak 64 persen.

Mereka bisa untuk menjual sisanya ke pihak lain dengan harga mencapai 70 juta Franc Swiss atau USD42,40 juta.

Sebelumnya, Sauber dan Red Bull telah memutuskan bahwa kerja sama mereka akan berakhir mulai akhir tahun 2001.

Meski begitu, Sauber masih bernegosiasi dengan pemilik Red Bull yaitu Dietrich Mateschitz, terkait kemungkinan bahwa perusahaan tersebut tetap menjadi sponsor di tim.

Sauber sendiri memiliki kekuasaan yang penuh di timnya sendiri dan investasi besar dari Mateschitz tampak tidak ada pengaruhnya sama sekali terkait keputusan yang ada.

Mateschitz menyatakan bahwa ia akan menjual kepemilikan di Sauber sekitar USD33,3 juta.

Apabila penjualan tersebut sudah beres, Red Bull berencana untuk mengambil kesempatan lainnya dengan menjadi sponsor utama sekaligus mempunyai kepemilikan di tim Arrows.

Perpisahan antara Sauber dengan Red Bull sendiri bermula sejak keputusan Sauber untuk memilih pembalap muda asal Finlandia yaitu Kimi Raikkonen.

Raikkonen dipilih karena Sauber merasa sangat terkesan dengan penampilan dan bakatnya, meski sebenarnya masih belum berpengalaman.

Sementara itu, Mateschitz lebih menginginkan Enrique Bernoldi sebagai pembalap asli yang disponsori Red Bull, untuk menjadi pembalap di tim Sauber.

Pada akhirnya, Raikkonen menjadi pembalap di tim Sauber untuk menemani pembalap asal Jerman yaitu Nick Heidfeld, sementara Bernoldi justru diungsikan ke Arrows.

Hasil akhir musim 2001 menjadi bukti bahwa pilihan Sauber memilih Raikkonen sebenarnya tidak salah.

Pembalap yang saat itu berusia 21 menuju 22 tahun tersebut berhasil menyelesaikan musim 2001 bersama Sauber dengan finis empat kali di zona poin.

Ia mengakhiri musim dengan berada di posisi 10 klasemen dengan total 9 poin.

Ini berbeda jauh dengan Bernoldi, pembalap yang disponsori Red Bull di tim Arrows, yang berada di posisi 21 klasemen dan tidak meraih poin sama sekali.

Kombinasi sempurna Raikkonen dengan Heidfeld membawa tim Sauber, yang memakai mesin Ferrari dan disponsori Petronas, meraih hasil terbaik yaitu menempati posisi keempat klasemen konstruktor.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.autosport.com/f1/news/sauber-buy-red-bull-stake-for-credit-suisse-font-faceverdana-size1iupdated-i-font-5058663/5058663/

Senin, 17 November 2025

Proton Team KR Merekrut Nobuatsu Aoki

Nobuatsu Aoki bersama Proton KR (Getty Images/Grazia Neri)
Tim balap motor asal Banbury, Inggris yaitu Proton Team KR, telah menyepakati kontrak dengan pembalap asal Jepang Nobuatsu Aoki untuk menghadap Grand Prix balap motor musim 2002.

Pembalap yang sempat memiliki pengalaman di kelas utama sejak 1997 hingga 2000 ini akan kembali setelah setahun absen.

Ia dipercaya memiliki semangat, pengalaman dan kemampuan yang dibutuhkan oleh tim pimpinan Kenny Roberts Sr. tersebut.

Dilansir dari Oxford Mail, mereka menjadi satu-satunya tim di kelas utama Grand Prix yang mendesain dan membuat mesinnya sendiri.

Aoki akan bermitra bersama pembalap Inggris yaitu Jeremy McWilliams, untuk mengendarai motor 3 silinder versi Mk3 dari mesin 2-tak Proton KR3.

Pembalap yang disapa Nobu ini telah mengawali karir sebagai pembalap sejak usia muda, dengan menjuarai ajang Pocket Bike di negara asalnya pada usia 14 tahun.

Ia menjalani musim penuhnya di Grand Prix pada musim 1993, dan meraih kemenangan perdananya pada tahun tersebut di Malaysia.

Ia naik ke kelas utama 500cc pada musim 1997 dengan membela Rheos ELF FCC TSR Honda dan langsung menempati posisi 3 klasemen akhir pembalap.

Pada 1998 hingga 2000, ia membela tim Suzuki sebelum memutuskan absen dari Grand Prix pada 2001.

Bridgestone merekrutnya pada 2001 sebagai pembalap penguji ban tersebut, yang ingin mempersiapkan dirinya untuk masuk ke Grand Prix pada musim 2002.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.oxfordmail.co.uk/news/6603383.motor-sport-proton-sign-up-ace-akoi/

Minggu, 16 November 2025

Suzuki dan Telefonica MoviStar Bermitra untuk Balapan Grand Prix 500cc

Penampilan Kenny Roberts bersama Suzuki di musim 2000 (MotoGP/Eurosport)
Tim balap Grand Prix 500cc Suzuki telah menyetujui kesepakatan sponsor utama selama 2 tahun dengan perusahaan telekomunikasi Telefonica MoviStar, yang akan berjalan mulai tahun 2000.

Dilansir dari sportcal.com, kesepakatan ini dilakukan oleh perwakilan pemasaran Suzuki di London yaitu Benfield Sports International.

Tujuan yang akan dicapai kedua belah pihak adalah menciptakan tim Grand Prix papan atas dengan sebuah merek ternama yang sudah dikenal dalam olahraga balap motor.

Nantinya, tim pabrikan Suzuki akan menggunakan nama resmi baru yaitu Telefonica MoviStar Suzuki.

Suzuki sendiri layak diperhitungkan di ajang Grand Prix 500cc, usai meraih 4 kali menang dan peringkat kedua klasemen pembalap yang diraih oleh pembalap asal Amerika Serikat yaitu Kenny Roberts Jr.

Sang pembalap bahkan telah memperpanjang kontraknya untuk tetap bertahan bersama pabrikan Jepang tersebut sampai akhir musim 2002.

Garry Taylor, General Manager dari tim Suzuki, menyatakan bahwa kesepakatan ini adalah sebuah kebanggaan besar karena timnya bisa memperoleh sponsor yang sudah punya nama.

"Telefonica MoviStar adalah salah satu perusahaan telekomunikasi generasi baru yang cukup berpengaruh dan sukses pada masa ini. Tujuan kami adalah menciptakan kemitraan yang kuat di dalam dan luar lintasan," ujar Taylor.

Ia menyatakan bahwa timnya sudah lama mencari sponsor utama, dan Telefonica MoviStar dinilai cocok dengan segala perspektif yang diinginkan tim.

Direktur Operasi Telefonica yaitu Jose Antonio Lombardia de Saint-Germain juga mengatakan bahwa kesepakatan ini mewakili pengubahan besar secara strategis, terutama terkait pendekatan di dunia balap.

"Tujuan bisnis kami adalah mencapai wilayah internasional dan Saya percaya bahwa kepindahan kami ke Suzuki melambangkan pengubahan dari tujuan yang ingin kami capai. Kami selalu ingin terlibat dengan pemenang dan hanya tim pabrikan yang bisa melakukan itu secara berkelanjutan," ujar de Saint-Germain.

Hasil yang diperoleh Roberts Jr. dan Suzuki membuktikan bahwa tim tersebut layak bersaing untuk gelar juara dunia, dan ia sangat percaya diri bahwa kerja sama ini akan berlangsung lebih lama dan menghasilkan banyak kesuksesan.

Roberts Jr. juga sangat senang dengan kesepakatan ini, di mana ia merasa bahwa kedua pihak adalah pasangan yang cocok.

"Mendapatkan sponsor sekelas Telefonica MoviStar dapat membantu kami mencapai hasil terbaik. Saya mengetahui perusahaan ini karena Saya tinggal di Spanyol sepanjang musim balapan," ujar putra dari juara dunia Kenny Roberts Sr. ini.

Ambisi bagi tim Suzuki yang akan dikejar berikutnya adalah meraih gelar juara dunia pembalap, tim dan konstruktor pada Grand Prix 500cc musim 2000.

Suzuki memutuskan mempertahankan duet Roberts dan pembalap Jepang Nobuatsu Aoki untuk menghadapi musim baru.

Rencananya, mereka akan segera merilis livery yang akan digunakan di musim tersebut dalam waktu dekat.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.sportcal.com/pressreleases/telefonica-movistar-and-suzuki-join-forces-in-the-500cc-motorcycle-world-championship/