![]() |
| Tim AG Motorsport Italia dengan motor Yamaha (atas) dan Honda (bawah) (ISBSPORT dan AG Motorsport Italia Honda) |
Enam pabrikan tetap bersaing sejak awal, yaitu Aprilia, Kawasaki, Kove, Suzuki, Triumph dan Yamaha.
Honda juga memiliki motor CBR600RR yang sudah lulus homologasi untuk Sportbike, meski pada akhirnya tidak ada satu pun tim yang ingin turun menggunakan motor tersebut.
Satu-satunya penampilan dari pabrikan Honda adalah pada seri pertama Sportbike yang berlangsung di Portimão, Portugal, melalui pembalap Prancis Diego Poncet dari tim Rac41-Honda.
Dalam balapan tersebut, Poncet menjadi wildcard dengan meraih dua kali posisi ketujuh dalam balapan seri Portugal, yang tentunya membuktikan bahwa motor Honda ini bisa bersaing di ajang Sportbike.
Sesuatu mengejutkan kemudian terjadi di antara seri Aragon dan Misano, di mana AG Motorsport Italia, salah satu tim yang sudah lama bekerjasma dengan Yamaha, memutuskan untuk berganti ke Honda di tengah musim.
"Kami dengan bangga memulai awal baru dengan motor Honda. Bagi AG Motorsport Italia, keputusan ini mengambarkan ambisi kami untuk melanjutkan pengembangan program olahraga ke standar tertinggi, dan bersaing melalui pabrikan yang kuat dan terkenal," ujar kepala tim AG Motorsport Italia yaitu Alessandra Gambardella.
Setelah pengumuman tersebut, Taiyo Aksu sebagai pembalap satu-satunya di tim AG Motorsport Italia, langsung menggunakan motor Honda CBR600RR yang telah disesuaikan dengan konfigurasi sportbike dan tanpa melakukan uji coba sama sekali dengan motor barunya.
Aksu, yang merupakan pembalap Australia berketurunan Jepang, berhasil menjalani balapan perdananya dengan motor Honda di sirkuit Misano, walaupun masih belum mendapatkan poin karena finis di luar 15 besar dalam dua balapan tersebut.
"Saya sangat senang dengan motor baru ini dan menikmati setiap lap untuk memahami lebih baik dan belajar bagaimana untuk terus berkembang. Saat Superpole, kami mampu bergerak ke atas dan mendapatkan hasil terbaik musim ini. Sayangnya, sebuah pelanggaran kecil memaksa saya untuk memulai balapan dari belakang," ujar Aksu.
Dalam balapan pertama di Misano, ia mampu bangkit dari posisi 33 ke posisi 16 dan sempat berupaya mengejar grup di depannya, sampai akhirnya ia mengalami jatuh di tikungan pertama dan mengakhiri usahanya tersebut.
Sementara itu, ia merasakan bahwa balapan kedua di sirkuit yang sama justru lebih sulit dari awal hingga akhir karena hasil balapan yang kurang memuaskan, di mana ia membuat beberapa kesalahan dan sempat bersinggungan dengan pembalap lain.
Dalam klasemen akhir Sportbike musim 2026, Aksu meraih total 14 poin dengan satu poin diperolehnya bersama Yamaha dalam empat seri yaitu Portimão, Assen (Belanda), Most (Ceko) dan Aragon (Spanyol).
Sisa 13 poin lainnya justru diperoleh bersama Honda, ketika ia turun dalam seri Misano (Emilia-Romagna, Italia), Magny-Cours (Prancis), Cremona (Italia) dan Jerez (Spanyol).
Hasil terbaiknya adalah pada seri Jerez, di mana ia finis kesembilan di balapan pertama dan kesepuluh di balapan kedua, yang menjadikan hasil terbaiknya di musim ini sekaligus menjadi bukti bahwa pilihan tim untuk pindah ke Honda bukan hal yang salah.***
Sumber diterjemahkan dari: https://www.speedweek.com/en/a/worldspb/sportbike-world-championship-honda-seventh-manufacturer

