Sabtu, 14 Desember 2024

Pramac D'Antin Umumkan 2 Pembalap Baru

Cardoso dan Hofmann (motolife.cz)
Tim Pramac D'Antin siap menggebrak menuju balapan MotoGP musim 2006.

Kebersamaan dengan Ducati sejak tahun 2004 akan semakin kuat dengan motor Desmosedici GP06 yang diberikan.

Mereka mengumumkan kedua pembalapnya pada 20 Desember 2005 ini yaitu Jose Luis Cardoso dan Alex Hofmann.

Dilansir dari roadracingworld.com, Luis D'Antin selaku pemilik tim mengaku sangat bangga dengan pengumuman ini.

"Saya sangat percaya diri menghadapi musim baru, apalagi kami mendapat dukungan dengan motor satelit Ducati GP06," ujar D'Antin.

Cardoso telah memiliki pengalaman di kelas utama pada 1999 hingga 2001 saat masih bernama 500cc.

Ia pernah membela tim tersebut pada 2001, yang kala itu masih menggunakan motor Yamaha.

Ia juga sempat menjadi pembalap pengganti di tim yang sama untuk Pere Riba dalam beberapa seri musim 2002.

Hoffmann sendiri sudah merasakan suasana MotoGP sejak 2002, meski musim penuh resminya baru berlangsung pada 2004.

Motor Yamaha, Honda hingga Kawasaki sudah dijajalnya di kelas utama.

Paolo Campinotti sebagai perwakilan dari Pramac mengaku optimis dengan kedua pembalapnya.

"Kami akan menjadi tim satelit Ducati pada 2006 dan saya yakin kedua pembalap kami akan memberikan hasil terbaik. Ini akan memberi citra yang bagus bagi Pramac," ujar Campinotti.

Kerjasama antara Pramac dan D'Antin sendiri sudah terjalin mulai MotoGP 2005.

Pembalap mereka yaitu Roberto Rolfo, mengakhiri musim tersebut dengan meraih 25 poin dari 17 seri dan berada di posisi 18 klasemen pembalap.***

Sumber: https://www.roadracingworld.com/news/cardoso-hofmann-to-ride-for-pramac-dantin-ducati-in-2006-motogp-world-championship/

Jumat, 13 Desember 2024

Perjalanan Yamaha di Ajang Grand Prix

Pembalap Yamaha Alex Rins dan Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP)
Masyarakat tentu sudah tidak asing lagi dengan perusahaan sepeda motor asal Jepang yaitu Yamaha.

Sejak perusahaan berdiri pada tanggal 1 Mei 1955, keterlibatannya dalam balap motor sudah tidak diragukan lagi.

Dilansir dari yamaha-racing.com, usaha pertama mereka adalah dalam kejuaraan Mount Fuji Ascent Race pada 10 Juli 1955.

Bagi mereka, balap motor menjadi upaya berarti dalam menggambarkan kekuatan produknya kepada masyarakat.

Dalam balapan tersebut, mereka menggunakan motor YA-1 yang langsung meraih kemenangan dalam balapan perdananya.

Langkah berikutnya adalah ketika mereka mengikuti kejuaraan Catalina GP di Amerika Serikat pada 1958.

Pada akhirnya, mereka resmi masuk Grand Prix Balap Motor (yang kini dikenal sebagai MotoGP) pada GP Prancis tahun 1961 lewat kelas 250cc.

Dua tahun kemudian, Yamaha meraih kemenangan perdananya lewat Fumio Ito dalam kelas 250cc di GP Belgia dengan memakai motor RD56.

Setahun berikutnya (1964) mereka memenangkan gelar pembalap dan konstruktor pertama mereka lewat Phil Read di kelas 250cc.

Sejak saat itu, Yamaha sudah mengoleksi lebih dari 500 kemenangan di semua kelas balapan Grand Prix yang telah diikuti selama 60 tahun.

Gelar terkini Yamaha diraih oleh Fabio Quartararo, dimana ia menjadi juara dunia MotoGP musim 2021.

Lewat keterlibatannya, Yamaha mencurahkan semangat dalam mendukung, menjaga dan mendorong budaya dalam balap motor.

Mereka memberikan perhatian kepada pembalap di seluruh dunia untuk memahami yang dibutuhkan dan membuat beragam inovasi teknologi yang dapat mendukung potensinya.***

Kamis, 12 Desember 2024

Duel Prancis dan Jepang untuk Gelar 250cc Musim 2000

Shinya Nakano dan Olivier Jacque (motogp.com)
Olivier Jacque (Prancis) dan Shinya Nakano (Jepang) kembali menjadi rekan satu tim di kelas 250cc musim 2000 lewat Chesterfield Yamaha Tech 3.

Persaingan antara keduanya di kelas tersebut sangat ketat, dimana Nakano mengawali musim dengan memenangkan 2 balapan pertama di Afrika Selatan dan Malaysia.

Namun, Jacque mulai menunjukkan peningkatan dalam balapan kandangnya di Prancis.

Ia dapat memberi perlawanan kepada Nakano saat finis kedua dalam balapan keenam di Italia.

Titik balik pun terjadi dimana Jacque meraih kemenangan perdananya pada balapan GP Catalunya yang berlangsung dalam cuaca hujan.

Sejak seri kedelapan di Belanda hingga ketigabelas di Valencia, ia sukses berada di podium dan memperoleh 1 kemenangan di Jerman.

Pada seri kesembilan di Inggris, ia sudah mengambil alih puncak klasemen daari Nakano.

Nakano berhasil melawan balik ketika Jacque gagal finis di seri Rio dan hanya berada di posisi 4 pada seri Pacific.

Ia mampu mengambil alih klasemen pembalap dengan unggul 2 poin dari Jacque jelang balapan terakhir di Australia.

Pada akhirnya, Jacque berhasil menjuarai balapan tersebut dengan unggul 0,1 detik dari Nakano.

Duel tersebut berakhir dengan Jacque meraih gelar juara dunia dan Nakano harus puas menjadi runner-up.

Ini membuat Yamaha kembali meraih gelar juara dunia pembalap di kelas 250cc, setelah terakhir kali diraih Tetsuya Harada pada 1993.

Selain itu, ini juga menjadi pertama kalinya sejak 1983 dimana pembalap Yamaha sukses berada di posisi 1 dan 2 pada klasemen akhir.***

Sumber diterjemahkan dari: https://global.yamaha-motor.com/race/wgp-50th/race_archive/season2000_10/2000/

Rabu, 11 Desember 2024

Tetsuya Harada Pensiun

Tetsuya Harada dalam MotoGP musim 2002 (motosprint.it)
Tetsuya Harada, pembalap MotoGP asal Jepang, mengumumkan pensiun dalam balapan GP Valencia 2002 ini.

Seperti dilansir dari Crash.net, ia mengungkapkan alasannya untuk mengambil keputusan yang berat tersebut.

"Saya harus melakukan ini karena pesaing saya sudah semakin maju dan tidak ada gunanya bagi saya untuk tetap bersaing jika tidak menjadi yang terdepan," ujar Harada.

Karirnya di Grand Prix sendiri sudah dimulai saat menjadi wild card pada GP Jepang 1990 dalam kelas 250cc.

Namun, ia secara resmi menjalani semusim penuh di Grand Prix pada tahun 1993.

Tidak ada yang menyangka jika ia langsung sukses menjadi juara dunia kelas 250cc pada tahun tersebut.

Pembalap yang saat itu membela Telkor Valesi Yamaha ini sukses menggunguli pesaingnya yaitu Loris Capirossi dengan selisih hanya 4 poin.

Sayangnya, setelah itu penampilannya terus menurun dengan hanya menjadi runner-up di kelas tersebut pada 1995 dan 2001.

Ia sempat memperoleh kesempatan untuk merebut gelar juara dunia pada musim 1998.

Pada akhirnya, gelar tersebut sirna usai insiden di seri terakhir yaitu GP Argentina.

Capirossi, yang menjadi rekan satu timnya di Aprilia, menyenggolnya hingga jatuh di beberapa tikungan akhir pada lap terakhir dan gagal menyelesaikan balapan.

Capirossi menjadi juara dunia kelas 250cc musim 1998 dan Harada hanya berada di posisi ketiga.

Meski merasa sedih, Harada mengaku sangat bahagia karena telah menjadi bagian dalam ajang Grand Prix.

"Saya ingin berterimakasih kepada semua orang yang membuat karir saya tidak terlupakan selama 10 tahun ini," jelasnya.

Kehilangan Harada, Pramac sukses mengontrak pembalap asal Italia yang juga pernah menjadi pesaing beratnya di 250cc yaitu Max Biaggi.

Mereka akan mendapatkan paket motor Honda RCV, yang merupakan pembaruan dari musim 2002 dimana mereka hanya memakai motor NSR 500.***

Sumber: https://www.crash.net/motogp/news/71432/1/emotional-harada-announces-retirement

Selasa, 10 Desember 2024

Selamat Tinggal MasterCard Lola

MasterCard Lola (Motorsport Images)
Kabar menyedihkan datang dari tim pendatang baru di F1 musim 1997 yaitu MasterCard Lola.

Mereka memutuskan undur diri secara mendadak dari kejuaraan tersebut karena.masalah teknis hingga finansial.

Sebelumnya, mereka sempat tampil dalam kualifikasi GP Australia pada Maret 1997.

Catatan waktu yang diperoleh kedua pembalapnya yaitu Ricardo Rosset dan Vincenzo Sospiri melebihi 10 detik dari pembalap di atasnya.

Pada awalnya, para teknisi Lola sangat yakin bahwa hasil tersebut masih diubah dengan adanya lebih banyak tes.

Ini membuat kedua pembalap tersebut tidak bisa mengikuti balapan di hari Minggu.

MasterCard, sponsor utama tim tersebut, bisa dibilang menjadi biang dari masalahnya.

Dilansir dari grandprix.com, mereka sebelumnya ingin mendanai tim lewat program keanggotaan khusus yang direncanakan hadir pada Februari 1997.

Sayangnya, mayoritas bank yang menggunakan MasterCard tidak ingin ikut terlibat dalam proyek tersebut.

Salah satunya adalah HSBC, sponsor dari Stewart Grand Prix yang juga menggandeng MasterCard dalam program kartunya.

Lola sempat berharap supaya MasterCard bisa mendanai proyek tim yang diperkirakan mencapai USD10 juta per tahun.

Ternyata, dana yang dibutuhkan jauh lebih besar dari perkiraan dan Lola gagal untuk mencari sponsor tambahan.

Eric Broadley sebagai pendiri perusahaan Lola pun juga dihadapkan dengan tagihan mesin dari Cosworth-Ford.

Ia pun terpaksa mengambil langkah cepat yaitu undur diri dari F1, yang tentunya harus dilakukan untuk menyelamatkan perusahaan.

Musibah ini membuat Rosset dan Sospiri kini harus mencari tim baru yang bisa menampungnya.

Lola sendiri masih berharap untuk bisa masuk ke F1 di waktu mendatang, dengan catatan bahwa mereka harus membuat persiapan yang lebih baik dibanding musim 1997.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.grandprix.com/news/goodbye-mastercard-lola.html

Senin, 09 Desember 2024

Gabor Talmacsi Berpisah dengan Aspar

Gabor Talmacsi dalam GP250 tahun 2009 (Motorkari.cz)
Pembalap motor asal Hungaria yaitu Gabor Talmacsi mengumumkan bahwa dirinya telah berpisah dengan tim Aspar pada musim 2009 ini.

Padahal, ia sedang berlaga di kelas 250cc dan baru menyelesaikan 3 seri balapan bersama tim tersebut.

Ia sebelumnya meraih gelar juara dunia bersama Aspar pada kelas 125cc tahun 2007.

Setelah gagal mempertahankan gelar di musim 2008 lalu, ia memutuskan naik kelas dengan tim yang sama.

Meski begitu, ia berlaga dengan menggunakan nama tim Balatonring, sirkuit di Hungaria yang direncanakan menjadi tuan rumah MotoGP 2010.

Perpisahan antara kedua belah pihak ini dipicu oleh beberapa hal.

"Masalah ini dimulai ketika tim kami tidak memiliki motor cadangan pada awal musim," ujar manajer Talmacsi yaitu Stefano Favaro, seperti dilansir Eurosport.com.

Ia dan Talmacsi mengaku sudah membicarakan hal ini kepada pemilik tim yaitu Jorge Martinez Aspar.

Meski dijanjikan akan diberi uang untuk motor tambahan di seri Jerez, hal tersebut malah tidak terjadi.

"Tanpa izin dari kami, beberapa hak yang sebelumnya dimiliki Faster Management (pihak yang menaungi Talmacsi) justru dialihkan oleh tim ke pihak lain," lanjutnya.

Atas dasar itulah, ia dan Talmacsi memutuskan untuk mengakhiri kontrak dengan tim Aspar.

Talmacsi sendiri mengaku tidak nyaman atas keadaan seperti ini.

"Saya tidak tahu bagaimana masa depan saya nantinya. Saat ini saya hanya bisa berharap yang terbaik," ujar Talmacsi.

Sepanjang tiga balapan pertama kelas 250cc di tim Aspar, ia mampu meraih hasil kualifikasi terbaik yaitu posisi keenam di GP Qatar.

Sementara itu, hasil terbaiknya di balapan adalah posisi keempat dalam balapan GP Jepang.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.eurosport.com/moto/talmacsi-leaves-aspar_sto1940109/story.shtml

Minggu, 08 Desember 2024

Sete Gibernau Ikut Telefonica Movistar ke Gresini

 
Sete Gibernau di musim 2003 (MotoGP)
Pembalap asal Spanyol yaitu Sete Gibernau telah mengumumkan bahwa dirinya akan ikut Telefonica Movistar untuk hijrah ke tim Gresini pada MotoGP musim 2003.

Perusahaan telekomunikasi asal Spanyol tersebut mengakhiri kerjasamanya dengan tim Suzuki yang terjalin sejak 2000 hingga akhir 2002.

Mereka akan menggantikan Fortuna, perusahaan rokok asal Spanyol yang sebelumnya mensponsori Gresini pada 2002 lalu.

Dilansir dari Crash.net, Fortuna dikabarkan akan menjadi sponsor utama untuk tim pabrikan Yamaha pada musim 2003.

Tim Gresini pada musim 2003 akan diperkuat oleh Gibernau dan Daijiro Kato, yang bertahan setelah musim debutnya pada 2002.

Kerjasama antara Telefonica Movistar dengan Honda juga terjadi di kelas 125cc dengan duet pembalap Spanyol yaitu Dani Pedrosa dan Joan Olive.

Meski begitu, perusahaan tersebut masih bekerja sama dengan tim pabrikan Aprilia untuk kelas 250cc dengan Toni Elias dan Fonsi Nieto.

Sementara itu, kerjasama Fortuna dengan Gresini dikabarkan juga tidak akan berlanjut untuk kelas 250cc pada musim 2003.

Ini dikarenakan Gresini ingin mengalihkan fokusnya di kelas utama MotoGP.

Kehilangan Gibernau, Suzuki diketahui mengincar pembalap asal Amerika Serikat yaitu John Hopkins.

Ia mengakhiri musim 2002 dengan berada di posisi 15 klasemen pembalap, jauh di atas rekan satu timnya yaitu Garry McCoy.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.crash.net/motogp/news/71436/1/gibernau-joins-telefonica-at-gresini-honda