Kamis, 09 Februari 2023

25

Inilah diriku sekarang.

25 tahun sudah diriku menjalani kehidupan di dunia ini. Ini pertanda bahwa aku harus terus bertumbuh dan itulah takdirnya.

Usiaku saat ini menandakan bahwa masa remajaku telah lama pergi dan masa dewasa dengan segala tanggungjawabnya harus kuhadapi. Dunia yang keras, terkadang menyedihkan dan kejam pun mulai menungguku. Apapun yang terjadi, meskipun aku ingin kembali, namun semua itu takkan mungkin bisa. Apa yang terjadi sekarang adalah sebuah ketetapan yang harus diterima. Aku harus terus melangkah, menemukan pemikiran baru, mencari kesempatan serta memulai hal-hal yang baru.

Sulit untuk bisa menerima kenyataan bahwa waktu terus berjalan dan takkan pernah bisa kembali. Masa lalu sudah pergi melewati dan meninggalkanmu dan tidak mungkin kita dapat mengubahnya atau kembali ke sana. Semua hanya bisa dikenang dan diingat, dan dijadikan pelajaran untuk masa kini dan masa depan.

Banyak hal yang kusesali di masa lalu yang ingin sekali bisa kulakukan jika aku bisa kembali ke sana. Yang kini harus kulakukan adalah merencanakan dan memikirkan hal-hal baru, dengan persiapan yang matang maka semua dapat terjadi.

Seiring berjalannya waktu, aku merasa semakin lemah, semakin sedih, kehilangan semangat serta kehilangan banyak hal yang berharga. Kadang hal-hal tersebut terjadi karena realita yang menghajarku atau aku yang seringkali merusak diriku sendiri. Aku kini semakin dihantui kesendirian yang melanda, yang sebenarnya terjadi karena diriku terlalu menutup diri kepada orang lain. Aku mulai semakin curiga dan kehilangan rasa percaya, padahal aku tahu tidak semua orang memiliki rencana buruk kepadaku. Namun, aku seringkali melakukan pencegahan yang berakibat kepada prasangka. 

Kini, sudah saatnya diriku berbenah. Aku ingin bisa dekat dengan orang-orang. Aku ingin lebih terbuka dan menjadi pribadi yang menyenangkan. Aku tak ingin lagi menyalahkan diri sendiri juga merusak diriku dengan perbuatanku ini. Aku sangat beruntung bahwa meskipun banyak sekali masalah, tantangan, dan rintangan, aku masih bertahan dan tidak berkeinginan sama sekali untuk mengakhiri dengan cara yang tidak lazim.

Sudah saatnya aku menyadari bahwa hidup itu keras, penuh tantangan, dan segala yang kita inginkan seringkali tidak sesuai harapan. Aku harus mengerti bahwa di dunia ini tidak mungkin manusia bisa hidup sendiri. Ada berbagai hal yang tidak bisa dikerjakan sendiri dan aku benar-benar membutuhkan bantuan untuk melakukannya. Menerima kenyataan juga merupakan keharusan untuk membuatku sadar tentang cara kerja dunia, namun aku akan tetap bertahan kepada impian karena aku yakin suatu impian bisa menjadi nyata apabila kita mau berusaha dan tetap percaya.

Inilah saat dimana aku harus mulai mencari pengalaman dan memulai sebuah pekerjaan penting. Aku sudah tertinggal terlalu jauh dan terlambat dalam memulai, dan aku ingin mengejarnya hingga dapat. Aku tetap yakin aku bisa dan tidak akan ada kata menyerah untuk hal itu. 

25 tahun diriku. Inilah saat untuk berbenah, berubah, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Aku buruk dalam berjanji, tapi aku akan mengusahakannya. Aku harus menyelamatkan diriku sendiri dan memulai warna baru dalam diriku.

Saatnya untuk pergi dan hadapi dunia ini.

Minggu, 18 Desember 2022

Terhubung Kembali

Saya merasa seperti kehilangan segalanya. Kehilangan hal-hal penting yang seharusnya bisa saya dapatkan lebih awal. Teman-teman mulai pergi dan memiliki urusan mereka sendiri. Entah mengapa saya agak sulit untuk merasakan kepergian itu. Saya terus bertanya mengenai pertanyaan yang sebenarnya sudah tahu sendiri jawabannya, namun saya masih menganggapnya belum memuaskan dan belum menemukan makna yang sebenarnya. Ya, saya memang tertutup dan kurang berbaur dengan teman-teman. Itulah sisi buruk saya. Seringkali saya menyesali kesempatan yang hilang tersebut dan kini saya malah mengusahakan untuk bisa terhubung kembali dengan mereka di saat mereka telah memiliki kehidupan sendiri dan meniti karir masing-masing. 

Saya percaya bahwa masih ada kesempatan untuk bisa terhubung kembali. Mereka bisa bilang saya terlambat, namun saya tidak merasa seperti itu. Tujuan saya adalah untuk bisa mengetahui keadaan mereka atau berbicara jika memang bisa dan ada yang ingin disampaikan. Entah kenapa saya bisa merasa rindu dan kehilangan mereka, padahal saya juga yang menutup diri dan tidak memberi kesempatan untuk memberi warna dan kesan terhadap mereka. Saya sudah merusak diri sendiri melalui tindakan saya dan membiarkan kesendirian ini menghinggapi hingga akhirnya saya mencapai fase dimana saya benar-benar lelah dengan kesendirian dan kehidupan yang sangat membosankan ini.

Siapapun yang membaca ini, percayalah bahwa saya memang bersungguh-sungguh tentang hal ini. Saya benar-benar membutuhkannya.

Sabtu, 23 Oktober 2021

Semua Akan Tahu

Semua akan tahu
Apa yang kamu perbuat dulu
Setiap unggahan dan postinganmu
Yang masih tersimpan dari dulu
Tiba-tiba muncul di berandamu
Karena seseorang membagikan milikmu

Semua akan tahu
Segala tindakan-tindakanmu
Unggahan dan postinganmu
Ada unsur positif dan negatif menyatu
Dan semua akan menilaimu
Sehingga kamu pun menjadi malu

Apa yang sudah dibagikan
Mungkin ada yang memalukan
Tetapi ada pula sisi baik yang ditekankan
Dimana terdapat sebuah kerinduan
Menjalani hari bersama keluarga dan teman
Mengenang waktu yang semakin berjalan

Tetapi ada pula kekhawatiran
Ketika sisi buruk yang ditekankan
Melihat segala kesalahan
Serta hal-hal yang memalukan
Dirimu tidak memperhatikan
Sehingga tidak ada rasa aman

Semua akan tahu
Betapa memalukannya dirimu
Betapa menjengkelkannya dirimu
Betapa jahatnya dirimu
Bahkan maaf pun tak berlaku
Sekalipun pengampunan dilakukan dirimu

Takkan ada lagi rahasia
Kecuali kamu mau menghapusnya
Jika itu baik bisa dibiarkan saja
Jika itu buruk sebaiknya dihapus saja
Kamu yang mengendalikannya
Kamu juga yang menanggungnya

Harga diri dipertaruhkan
Melalui unggahan dan postingan
Kamu harus mengambil tindakan
Jika tidak mau dipermalukan
Yang baik dipertahankan
Yang buruk dimusnahkan

Hapus yang buruk selagi tiada yang tahu
Itu satu cara yang bisa dilakukan olehmu
Dalam usaha menyelamatkan dirimu
Dari hal-hal buruk di masa lalu
Jangan biarkan semua itu membelenggu
Segera selamatkan dirimu

Senin, 05 Juli 2021

Saat Aku Meninggalkan Kenyataan

Ketertarikanku dengan hal yang tak berhubungan dengan bidangku, membuat aku jauh dari apa yang diinginkan semua orang. Rasa cintaku terhadap segala keganjilan dan keanehan membuatku lupa keindahan dunia beserta kenyataannya. Aku menolak kenyataan yang terjadi dan memutuskan untuk bersembunyi. Aku membangun kenyataan buatanku sendiri yang aku yakin itu lebih baik dari kenyataan sesungguhnya. Ternyata semua itu menipuku. Ia membawaku menuju kegelapan dan kekacauan. Ia memberi kenyamanan di awal hanya untuk memberi hukuman di akhir. 

Ketika aku tersadar akan kesalahan itu, aku berusaha bangkit dan menerima kenyataan yang ada. Aku kembali untuk bertarung dan menghadapi pahitnya kehidupan, yang nantinya akan menjadi sebuah kebahagiaan apabila aku mau bersabar dan pantang menyerah. 

Aku pun masih bertahan kepada tindakan-tindakan tidak biasa yang selalu kulakukan, namun dengan menyeimbangkan diri dengan apa yang seharusnya menjadi keharusan untuk dilakukan dan diselesaikan. Aku harus kembali kepada apa yang seharusnya sudah kuambil. Tanggung jawab itu sudah sepantasnya diselesaikan, untuk membuka diri dan membawaku lepas dari penderitaan yang tidak terasa ini. Mungkin aku sangat terlambat, tetapi aku bisa menghindari hal-hal yang lebih buruk lagi apabila aku terus saja mengabaikannya.

Selasa, 22 Desember 2020

Ternyata Ada Orang yang Melihat Blogmu

Saya seperti sudah meninggalkan blog ini, namun link-nya masih terpajang di sosial media yang Saya miliki. Saya seperti bingung mengenai apa yang harus diposting, karena sepertinya distraksi telah memakan banyak ide yang dimiliki di dalam pikiran dan masalah menunda-nunda pekerjaan yang menyebabkan banyak sekali kegiatan menjadi terbengkalai, terutama segala hal yang penting. Blog ini tidak terurus karena Saya sendiri juga yang menyebabkannya menjadi terbengkalai. Sekarang Saya berusaha untuk memulihkan diri dan membangun ide dan berharap tidak ada lagi hal yang disia-siakan dalam pikiran Saya yang kemudian pergi begitu saja.

Bicara soal judul, ini mengenai kejadian yang Saya ketahui ketika memantau tweet dari seorang teman dan ini sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu. Teman Saya ini mengetweet bahwa dia ini "random banget" ketika mau baca blog Saya. Ini mengejutkan karena Saya menyangka tidak ada siapapun yang mau membaca blog Saya yang jelas tidak berguna dan tidak tahu tujuannya apa. Satu hal yang dilupakan adalah Saya memajang link untuk blog ini di sosial media, sehingga sebenarnya masih ada kemungkinan bahwa ada orang iseng yang mau melihat isi blog Saya meskipun kemungkinannya sangat kecil karena hampir tidak ada promosi. Seharusnya Saya tahu bahwa Saya tidak sendiri, dan sepandai-pandainya seseorang menyembunyikan sesuatu pada akhirnya akan ketahuan juga dengan cara apapun.

Cukup mengejutkan mengetahui teman Saya tersebut menyebutkan nama Saya, tetapi balasan dari tweet tersebut lebih membuat Saya kaget sekaligus heran. Teman yang lain bilang "creepy", yang satu lagi bilang "semua buyar gara-gara itu blog", juga yang satu lagi bilang "takut banget".

Semua balasan-balasan itu seperti membangun pandangan bahwa Saya itu mengerikan, menakutkan, mengancam, dan lain-lain (berdasarkan salah satu postingan). Ya, ini juga kesalahan Saya yang menulis dengan tema seperti itu. Mungkin tidak banyak yang mengetahui (tapi sekarang Kalian tahu) betapa sensitifnya diri Saya. Apa yang saya tulis biasanya berdasarkan kepada perasaan hati yang tidak menyenangkan, rasa tidak bisa menerima kegagalan, keinginan untuk membalas dengan cara yang buruk, ketakutan dan kesendirian. Masih banyak hal-hal yang Saya tulis namun ada yang sengaja tidak dimasukkan ke blog ini dengan berbagai alasan, terutama tentang bagaimana orang lain memandang Saya dari postingan-postingan yang ada.

Saya kini menjadi orang yang pikir-pikir dahulu sebelum posting, berpikir mengenai akibat yang akan ditimbulkan dari apa yang diposting. Saya bisa bilang tulisan yang Saya buat ini hebat, namun di mata orang lain bisa saja terlihat konyol, tidak bermakna, tanpa dasar, tidak jelas maksudnya. Terkadang semua itu mengurangi keinginan Saya untuk menulis, tetapi pujian-pujian yang diberikan orang lain tidak dapat membantu karena Saya merasakan bahwa sebagian diantara mereka hanya terpaksa memberi pujian hanya demi menyenangkan hati Saya. Bukan berarti Saya tidak mengapresiasi pujian yang diberikan orang lain, karena Saya masih percaya bahwa ada yang benar-benar menghargai dan memuji apa yang Saya kerjakan ini. Saya sendiri bahkan ketika melihat apa yang sudah pernah diposting di masa lalu pun merasa heran, bingung, juga menyesal. Semua yang terlihat baik begitu dinilai buruk di mata orang lain akan menghasilkan pandangan yang buruk juga mengenai diri sendiri.

Pada akhirnya, sudah seharusnya Saya merasa bersyukur bahwa masih ada yang mau melihat blog Saya meskipun dengan cara yang tidak diharapkan. Ini bisa jadi satu-satunya yang saya posting di tahun 2020 yang menurut banyak orang sebagai tahun yang kelam, setelah absen pada 2019 karena tiadanya ide. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Hanya Saya sendiri yang tahu...

Senin, 08 Oktober 2018

Identitas Komputer

TCP singkatan dari Transmission Control Protocol dan IP singkatan dari Internet Protocol. TCP/IP menjadi satu nama dikarenakan fungsinya yang selalu berkaitan antara satu dengan yang lain dalam komunikasi data. TCP/IP saat ini dipergunakan dalam banyak jaringan komputer lokal / Local Area Network (LAN) yang terhubung ke Internet, karena memiliki sifat:
  1. Merupakan protokol standar yang terbuka, gratis dan dikembangkan terpisah dari perangkat keras komputer tertentu. Karena itu protokol ini banyak didukung oleh vendor perangkat keras, sehingga TCP/IP merupakan pemersatu perangkat keras komputer yang beragam merk begitu juga sebagai pemersatu berbagai perangkat lunak yang beragam merk sehingga walau memakai perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang berlainan, komputer dan komputer lainnya dapat berkomunikasi data melalui Internet.
  2. Berdiri sendiri dari perangkat keras jaringan apapun. Sifat ini memungkinkan TCP/IP bergabung dengan banyak jaringan komputer. TCP/IP bisa beroperasi melalui sebuah Ethernet, sebuah saluran dial-up, dan secara virtual melalui berbagai media fisik transmisi data.
  3. Bisa dijadikan alamat umum sehingga tiap perangkat yang memakai TCP/IP akan memiliki sebuah alamat unik dalam sebuah jaringan komputer lokal, atau dalam jaringan kumputer global seperti Internet.

Cara untuk mengetahui identitas Internet Protocol melalui Command Prompt:

1. Tekan Win + R (Win = logo MS Windows terletak antara Clrl dan Alt; R untuk Run) kemudian isikan "CMD" lalu klik OK
2. Setelah CMD terbuka lalu ketikkan "ipconfig" lalu klik enter. Lalu hasilnya akan seperti ini. Disini terlihat bahwa saya sedang menggunakan komputer dengan IP yaitu 192.168.86.6











    Cara lain untuk mengetahui identitas IP komputer melalui Windows 8:

    1. Lewat taskbar, pilih logo connection network, terdapat menu Network & Internet Settings yang harus anda klik.

    2. Setelah masuk ke menu "Network & Internet Settings" maka langkah selanjutnya adalah klik menu "View Your Network Properties" untuk mengetahui nama IP anda.

    3. Setelah mengklik "View Your Network Properties" anda dapat melihat IP anda, nama perangkat, nama jaringan hingga status jaringan yang anda gunakan.

    Sumber: https://ladygodiva99.wordpress.com/2014/11/24/konsep-identitas-komputer-ip-address-dan-sharing-jaringan/

    Minggu, 02 Juli 2017

    Aku Sendiri

    Sepi, sunyi, sendiri.
    Aku berdiri sendiri.
    Di dalam keramaian ini,
    Aku menjadi seorang diri.
    Tiada orang mau menemani,
    Orang paling sendiri di bumi.


    Tiada kata terucap,
    Tiada makna tersampaikan.
    Aku seperti dipenjara,
    Hatiku sakit rasanya.
    Aku berada bersama teman,
    Namun jiwaku sendirian.


    Semua ini bukan keinginanku.
    Aku ingin menunjukkan diriku,
    Tetapi aku terjebak rasa malu,
    Dan dihantui oleh masa lalu.
    Selalu berharap yang baik untukku,
    Namun semua tak sesuai keinginanku.


    Aku pun masih sendiri.
    Rasa takut menghantui,
    Rasa sedih mengelilingi,
    Dan aku terjebak dalam mimpi-mimpi.
    Lalu aku kembali dalam sunyi,
    Dan mencari tahu diriku sendiri.