Senin, 10 Juni 2024

Williams Kehilangan BMW

Williams BMW 2005 (Getty Images via Andreas Rentz)
Perusahaan mobil asal Jerman yaitu BMW secara mengejutkan menghentikan kemitraannya dengan tim F1 Williams pada akhir musim 2005.

Dilansir dari The Guardian pada 23 Juni 2005, mereka diketahui telah membeli tim F1 lainnya asal Swiss yaitu Sauber.

Kehilangan tersebut membuat Williams harus mencari pemasok baru untuk musim 2006 mendatang.

Perusahaan Jepang seperti Honda hingga Toyota menjadi incaran tim pimpinan Frank Williams tersebut.

Opsi lainnya yang bisa dipilih adalah dengan menggunakan mesin Cosworth V8.

Namun, mereka perlu membayar USD10 juta per tahun, tidak gratis lagi seperti yang saat ini diperoleh saat bersama BMW.

Kemitraan antara BMW dengan Williams sendiri seharusnya berlangsung hingga 2009.

Tetapi pihak BMW mengaku ingin lebih banyak campur tangan di tim, dan Williams menolak hal tersebut karena ingin bertahan kepada sikap independent.

Keretakan hubungan antara kedua belah pihak mulai terlihat kala Direktur Teknik Williams yaitu Patrick Head melancarkan serangan kepada Direktur Olahraga BMW yaitu Mario Theissen.

Ditambah lagi, kerjasama yang terjalin sejak tahun 2000 tidak memberi hasil signifikan.

Mereka sukses memenangkan 10 seri balapan, tetapi sama sekali belum mampu untuk meraih gelar juara dunia F1.

Theissen sendiri mengklaim bahwa Sauber adalah mitra yang tepat untuk keberlangsungan BMW di F1.

''Di Sauber, kami menemukan dasar yang kuat untuk pengembangan dan produksi kendaraan, didukung pengetahuan dan teknologi windtunnel yang modern,'' ujar Theissen.

Dirinya mengaku bahwa tim tersebut memiliki potensi baik untuk terus berkembang, meski anggaran yang ada sangatlah terbatas.

Penataan ulang strategi F1 yang dilakukan BMW diklaim olehnya karena ada beberapa alasan logis.

''Mobil, ban dan pembalap kini memainkan peran lebih besar dibanding sebelumnya. Selain itu, paket yang optimal hanya bisa diperoleh lewat tim yang terintegrasi penuh dan proses yang jelas,'' lanjutnya.

Peter Sauber selaku pemilik tim Sauber juga mengatakan bahwa kemitraan dengan BMW menjadi solusi ideal.

''Kerjasama ini membuat tim kami bisa meningkatkan kinerja sekaligus mempertahankan lokasi di Hinwil beserta lapangan kerja bagi 300 pekerja kami saat ini,'' ujar Sauber.

Kemitraan ini mengakhiri keterlibatan tim asal Swiss yang selama ini selalu independen sejak pertama kali masuk ke F1 pada musim 1993.

BMW sendiri diklaim telah membayar USD100 juta kepada Sauber dan Credit Suisse untuk mengambil alih tim dan memperluas markas di Hinwil, Swiss.*** 

Sumber: https://www.theguardian.com/sport/2005/jun/23/formulaone.formulaone20051

Minggu, 09 Juni 2024

Ku Tak Pilih yang Lain

Kehadiran cinta kita
Yang selalu di hati
Biar cinta yang bicara
Dalam jiwa ini

Kuberikan semua cinta
Yang aku miliki
Segalanya hanyalah untukmu

Hasrat cintaku 
Ingin selalu
Bersama denganmu

Hasrat cintaku 
Kepadamu
Selamanya kamu

Ku tak pilih yang lain
Percayalah, kau kasih

Sabtu, 08 Juni 2024

Pelan-pelan Memiliki Perasaan Kepadamu

Tidak pernah bisa kubayangkan

Aku yang dulu tidak begitu menyukaimu

Mulai pelan-pelan terbuka kepadamu

Perasaan cinta pelan-pelan datang

Meski kutahu tentang latar belakangmu

Yang tidak begitu membahagiakanku

Aku berusaha untuk tidak mencintaimu

Aku berusaha untuk melupakanmu

Bahkan aku hanya ingin jadi sahabatmu

Tetapi rasanya semua itu sangat sulit

Karena aku merasa ingin bersamamu

Kau dan aku saling memiliki perasaan

Walau semua tahu kita takkan bisa bersatu

Aku mungkin tidak bisa memilikimu

Tetapi berikan aku satu kesempatan

Untuk tetap berada di sebelahmu

Menjadi orang terdekat di hidupmu

Yang siap membantu setiap waktu

Jumat, 07 Juni 2024

Kawasaki Pamit dari MotoGP

John Hopkins pada tahun 2008 bersama Kawasaki (motogp.com)
Kawasaki telah mengumumkan pada awal Januari 2009 ini bahwa mereka pamit dari ajang balap motor MotoGP.

Dilansir Eurospot dari Reuters, keputusan ini harus diambil sebagai upaya dalam memangkas pengeluaran di tengah krisis keuangan global saat itu.

Kawasaki Heavy Industries menjadi perusahaan kendaraan Jepang berikutnya yang menjadi korban, setelah 3 perusahaan lainnya mengumumkan hal yang sama pada Desember 2008 lalu.

Mereka adalah Honda, yang pamit dari Formula 1, serta Suzuki dan Subaru, yang memilih keluar dari Reli Dunia WRC.

"Kami telah membuat keputusan untuk tidak lagi di MotoGP. Ini sudah kami pertimbangkan sejak pertengahan Desember lalu," ujar perwakilan Kawasaki yaitu Katsuhiro Sato.

Menurutnya, iklim ekonomi pada saat itu membuat Kawasaki sulit untuk kembali, kecuali jika situasinya memungkinkan.

Kawasaki telah berkompetisi di MotoGP sejak musim 2003 dengan biaya per tahun yang mencapai 29 juta Poundsterling.

Sayangnya, mereka gagal memenangkan 1 balapan pun di MotoGP, dengan hasil terbaik saat itu adalah posisi 2 yang diperoleh Randy de Puniet di GP Jepang 2007.

Hasil buruk di MotoGP diperparah dengan penurunan penjualan motornya yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat.

Nasib serupa juga dialami oleh Honda, yang mengalami kesulitan keuangan di F1 akibat dari merosotnya penjualan mobil.

Meski sudah menggelontorkan biaya hingga sekitar 197 juta Poundsterling, mereka hanya mampu memperoleh 20 poin pada 2 musim terakhir mereka di F1.

Pasca mundurnya Honda, Toyota menjadi satu-satunya pabrikan Jepang yang tetap bertahan di F1 musim 2009.

Sementara itu, WRC musim 2009 sendiri hanya menyisakan Citroen dan Ford sebagai pabrikan utama, pasca mundurnya Suzuki dan Subaru.

Mundurnya Kawasaki tidak berpengaruh terhadap pabrikan Jepang lainnya di MotoGP.

Yamaha, Honda, dan Suzuki memutuskan bahwa mereka masih akan bertahan di MotoGP musim 2009.

Seandainya Kawasaki tidak mundur, mereka akan menggunakan jasa pembalap Amerika Serikat John Hopkins yang berpasangan dengan pembalap Italia Marco Melandri.

"Semuanya masih belum jelas dan banyak orang menginginkan jawaban," ujar Hopkins jelang pengumuman tersebut.

Dengan pamitnya Kawasaki, MotoGP musim 2009 hanya akan diisi 17 pembalap apabila 2 motor yang tersisa tidak diambil oleh tim independen lainnya.***

Sumber: https://www.eurosport.com/moto/kawasaki-quit-motogp_sto1803900/story.shtml

Kamis, 06 Juni 2024

Telefonica Movistar Resmi Tinggalkan Suzuki

Sete Gibernau dan Kenny Roberts Jr. di musim 2001 (MotoGP)
Telefonica Movistar, raksasa telekomunikasi asal Spanyol, telah mengumumkan bahwa mereka resmi meninggalkan tim balap Suzuki MotoGP.

Dilansir dari situs Motorcycle News, balapan GP Valencia pada November 2002 akan menjadi balapan terakhir antara keduanya.

Kerjasama antara kedua belah pihak sudah terjalin sejak tahun 2000.

Kala itu, Telefonica Movistar hijrah ke Suzuki setelah menjadi sponsor Honda Pons pada 1997 hingga 1999.

Kerjasama tersebut sukses pada tahun pertama, ketika Kenny Roberts Jr. sukses menjadi juara dunia bersama Suzuki pada musim 2000.

Sayangnya, kerjasama tersebut gagal diulang di tahun berikutnya ketika Roberts Jr. dan rekan barunya Sete Gibernau gagal meraih performa gemilang.

Hasil terbaik mereka di tahun 2001 adalah GP Valencia dengan Gibernau sebagai juara balapan dan Roberts Jr. di tempat ketiga.

Musim 2002 juga tidak berkembang signifikan, karena Suzuki cuma meraih 1 podium lewat Roberts Jr. yang finis di posisi 3 pada GP Rio Brazil.

Akhir dari kerjasama ini membuat penggemar tidak akan lagi melihat skema biru dan kuning di motor Suzuki.

Telefonica Movistar diketahui akan menjadi sponsor untuk tim Honda Gresini pada MotoGP musim 2003.

Semua ini berkat Sete Gibernau yang membawa sponsor tersebut dari Suzuki ke Gresini.

Ia akan dipasangkan dengan juara dunia GP250 musim 2001 yaitu Daijiro Kato, yang akan memperoleh motor pabrikan.

Roberts Jr. sendiri memilih bertahan bersama tim Suzuki, dengan rekan satu tim yang akan diumumkan di waktu mendatang.

Garry Taylor, kepala tim Suzuki saat itu, mengatakan bahwa dirinya akan mengumumkan sponsor baru untuk timnya tersebut.***

Sumber: https://www.motorcyclenews.com/sport/motogp/2002/october/telefonica-rings-changes-at-suzuki/

Rabu, 05 Juni 2024

Super Aguri Umumkan Pembalap untuk F1 Musim 2006

Super Aguri musim 2006 (Motorsport Images)
Tim baru F1 musim 2006 yaitu Super Aguri telah resmi mengumumkan kedua pembalapnya.

Dilansir dari motorsport.com, Aguri Suzuki selaku pemilik tim telah memilih Takuma Sato dan Yuji Ide sebagai pembalapnya.

"Saya sangat senang karena tim kami dihuni oleh pembalap-pembalap berpengalaman. Meskipun musim pertama kami akan sulit, tetapi kedua pembalap kami akan berusaha keras untuk menghasilkan sesuatu yang positif," ujar Suzuki.

Takuma Sato adalah pembalap yang sudah berpengalaman di F1, sejak debutnya sebagai pembalap tes British American Racing (BAR) pada 2001.

Di tahun yang sama, ia berhasil menjadi juara dalam ajang British F3 Championship.

Sempat bergabung bersama Jordan pada musim 2002, ia kemudian menjadi pembalap ketiga BAR-Honda pada 2003 sebelum menjadi pembalap tetap pada musim berikutnya.

Hasil terbaiknya adalah posisi 8 di klasemen pembalap dengan 34 poin, dengan podium perdana diraihnya di GP Amerika Serikat 2004 dengan finis di posisi 3.

"Semua orang di Super Aguri telah melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk membuat semua ini terjadi dalam waktu singkat. Saya tidak sabar untuk bekerja bersama tim, terutama dengan Aguri, yang telah memiliki banyak kesuksesan dalam ajang motorsport," ujar Sato.

Sementara itu, Yuji Ide akan menghadapi pengalaman pertamanya dalam balapan F1 di musim 2006 ini.

Sebelumnya, ia sudah meraih sukses dengan berada di posisi 2 dalam All Japan Championship Formula Nippon Series pada musim 2005.

Ia sudah memiliki pengalaman dalam dunia balap sejak memulai karirnya pada 1990, dengan banyak kejuaraan yang sudah diikutinya.

Kejuaraan tersebut antara lain Formula Nippon, Super GT Series GT500, Formula 3 Prancis, All Japan GT Championship GT300, All Japan F3 Championship, dan beberapa kejuaraan Karting lokal.

"Tahun ini akan menarik dan menantang. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Aguri Suzuki atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menjajal balap F1," ujar Ide.

Meski merasa gugup, ia yakin bisa menghadapi semusim penuh bersama tim Super Aguri.***

Sumber: https://us.motorsport.com/f1/news/super-aguri-announces-2006-driver-line-up/1302210/

Selasa, 04 Juni 2024

Penerapan Aturan CRT MotoGP Pernah Dilakukan oleh 3 Tim Ini

Pembalap CRT di MotoGP 2012 (Motorsport.com)
MotoGP musim 2012 akan menjadi musim pertama yang menghadirkan sebuah kategori baru yang bernama Claiming Rule Teams (CRT).

Dilansir dari Crash.net, Kategori CRT ini akan memberikan kesempatan bagi tim-tim kecil untuk bisa turut bersaing dalam kelas balap motor tertinggi ini.

Keuntungan yang bisa diperoleh antara lain adalah pasokan bahan bakar dan penggantian mesin yang lebih banyak dibanding tim pabrikan.

Meski begitu, CRT memiliki arti bahwa tim tidak didukung maupun mewakili pabrikan di bawah naungan Motorcycle Sports Manufacturers Association (MSMA).

Pabrikan di bawah MSMA diharuskan membeli mesin motor seharga 20.000 Euro untuk bisa berlaga sebagai CRT.

Konsep ini diterapkan oleh Dorna selaku penyelenggara MotoGP untuk mencegah terjadinya kekurangan tim dan pembalap akibat dari dampak krisis ekonomi yang turut melanda pabrikan besar.

Hal seperti ini sebelumnya pernah diterapkan beberapa tahun sebelumnya oleh Team Roberts, WCM, hingga Ilmor.

Ketiganya memenuhi kriteria CRT, hanya saja mereka tidak memiliki keringanan dan hanya memiliki biaya minim untuk dipaksa bersaing dengan pabrikan besar di MotoGP.

Team Roberts, yang dipimpin juara dunia Kenny Roberts Sr., sempat menggunakan konsep ini sejak 1997 hingga 2007.

Puncak kesuksesannya adalah ketika mereka bermitra dengan Honda untuk memasok mesin pada musim 2006 yang menghasilkan 2 kali podium untuk Kenny Roberts Jr.

Sayangnya, performa mereka merosot tajam di musim 2007 dan akhirnya memilih undur diri pada 2008 usai tidak mampu mendapatkan pendanaan.

WCM, yang sebelumnya pernah memenangkan beberapa balapan 500cc saat masih menjadi tim satelit Yamaha, menghadapi masalah saat mereka memakai mesin Yamaha R1 untuk sasis Harris WCM pada musim 2003.

Beragam modifikasi pun dilakukan sehingga mereka bisa tetap balapan, bahkan mereka sudah bekerjasama dengan pabrikan asal Ceko yaitu Blata untuk membuat mesin yang sesuai dengan kriteria MotoGP.

Namun, kerjasama dengan Blata tidak menghasilkan apapun dan WCM harus undur diri pada akhir 2005.

Konsep yang digunakan WCM ini identik dengan konsep CRT yang mana tim dan pabrikan akan membentuk desain mesinnya sendiri.

Mesin yang digunakan adalah mesin motor Superbike dari beberapa pabrikan seperti Aprilia, Honda, Kawasaki dan BMW yang dimodifikasi hingga sesuai dengan aturan yang ada.

Satu lagi pabrikan yang menjadi pelopor CRT adalah Ilmor, yang dikenal dalam mendesain mobil balap F1 milik Mercedes sebagai peraih gelar konstruktor.

Mereka sempat hadir pada akhir 2006 dan mempunyai ambisi untuk berlaga penuh di musim 2007.

Pada akhirnya, mereka hanya datang pada 1 seri saja di musim 2007 sebelum undur diri karena masalah dana.

Konsep yang diterapkan ketiganya adalah mengandalkan pengalaman, pengetahuan desain, hingga ketersediaan pabrikan.

Beberapa tim CRT yang belum pernah mengikuti MotoGP tentu harus memperhitungkan tantangan teknis dalam pengembangan motornya.

Sebagian di antara mereka meminta bantuan kemitraan kepada perusahaan sasis seperti Suter dan FTR.

Sebagian lainnya mengandalkan motor hasil modifikasi yang dirancang oleh Aprilia, yang beroperasi di bawah nama ART.

Sumber: https://www.crash.net/motogp/news/176252/1/right-idea-wrong-time