Minggu, 07 April 2024

Tangisan

Bukan hal yang aneh untuk orang yang sudah lama mengenalku

Aku tidak bisa menyembunyikan kepribadianku yang rapuh

Aku bisa menunjukkan tentang tangisan yang sedang kuhadapi

Banyak hal yang membuat semua itu terjadi kepadaku

Kebingungan untuk membedakan suatu hal

Kekecewaan karena gagal memenuhi ekspektasi

Kekacauan pikiran akibat perbuatan dan kenangan buruk

Tangisan itu kini jarang kutampilkan di hadapan orang lain

Tetapi ini bukan berarti aku sudah tidak lagi menangis

Saat ini aku lebih suka untuk menahan perasaan

Akan tiba saatnya semua perasaan itu tidak bisa lagi dibendung

Kau akan melihat tangisanku lagi suatu hari nanti

Sabtu, 06 April 2024

Mereka yang Tidak Dikenal

Aku tidak pernah mengenal mereka
Bahkan mengetahui siapa mereka
Tetapi mereka bisa-bisanya mendatangiku
Secara tidak langsung menghujatku

Mereka berlagak seperti tahu semua tentangku
Mereka merasa berhak untuk menghakimiku
Semua karena pendapatku hingga pilihanku
Jika mereka kenal betul pasti akan kulayani

Mereka bukanlah siapa-siapa
Sebenarnya boleh saja mereka menasihatiku
Tetapi mereka tampak mencoba mengendalikanku
Dan menganggap bahwa mereka paling benar

Mereka yang tak dikenal
Malah bicara paling keras
Bertingkah seperti paling paham
Padahal tidak tahu apa-apa

Mereka menceramahi dan menghujatku
Mereka anggap bahwa aku ini rendahan
Aku tidak bisa mendengar nada positif
Yang terpancar dari ketikan dan omongan mereka

Sebaiknya aku jangan terlalu memikirkannya
Semua itu dapat merusak pikiranku
Aku hanya ingin mengambil yang positif
Dan aku akan memusnahkan yang negatif

Jumat, 05 April 2024

Rizla Resmi Menjadi Sponsor Tim Suzuki MotoGP Mulai 2006

John Hopkins bersama Suzuki di MotoGP 2006 (Eurosport)
Suzuki telah mengumumkan kerjasama mereka di MotoGP dengan Rizla, perusahaan kertas linting terkemuka di dunia, dengan kesepakatan 2 tahun untuk menjadi sponsor tim pabrikan Suzuki MotoGP.

Kesepakatan tersebut membuat tim akan memiliki nama Rizla Suzuki MotoGP mulai musim 2006 ini dengan corak warna biru, mesin GSV-R, dan duet pembalap John Hopkins dari Amerika Serikat dan Chris Vermeulen dari Australia.

Tim ini akan diluncurkan secara resmi dalam tes MotoGP Catalunya pada 2-4 Maret 2006, sebelum balapan pertama dimulai di sirkuit Jerez pada 26 Maret mendatang.

Dilansir dari Roadracingworld.com, kedua perusahaan tersebut sebelumnya sudah meraih kesuksesan dengan kemitraan di British Superbike dan kini mereka berusaha melanjutkannya di MotoGP.

Tim Rizla Suzuki yang berkompetisi di British Superbike dioperasikan oleh perusahaan Crescent, dimana mereka sukses memenangkan lebih dari 30 balapan hingga 2004.

Manajer Tim Paul Denning mengatakan bahwa kerjasama tersebut sangat signifikan bagi Suzuki di MotoGP.

"Rizla adalah merek penuh warna dan menarik yang sesuai dengan etos kerja dan identitas Suzuki. Ini sangat baik dalam meningkatkan performa di dalam dan luar trek,'' ujar Denning.

Dengan 2 pembalap andalannya, ia berharap supaya Suzuki dapat meraih kesuksesan berupa kemenangan dan persaingan di papan atas.

Graham Blashill, Group Sales dan Marketing Director Rizla, menyebut bahwa dirinya sangat memuji inisiatif dari perusahaan Suzuki lewat kerjasama ini.

"Sama seperti Rizla yang merupakan merek kertas linting premium global, MotoGP adalah kejuaraan yang memiliki jangkauan dan daya tarik global, dengan semangat internasional dan kemajuan teknologi yang sangat canggih. Semua itu melambangkan merek Rizla," ujar Blashill.

Hirotaka Ono, Dewan Direksi Sepeda Motor Suzuki Wilayah Amerika dan Eropa, mengatakan bahwa kerjasama ini menjadi sebuah tahapan baru menuju langkah besar kesuksesan di MotoGP.

"Rizla adalah merek nomor 1 dalam pasarnya di seluruh dunia. Kami sangat bersemangat untuk bekerja sama dengan mitra yang dapat diandalkan dan seluruh anggota tim Suzuki baik di pabrik maupun di trek," ujar Ono.

Kerjasama ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan citra Suzuki di MotoGP yang terpuruk dalam beberapa tahun terakhir.***

Kamis, 04 April 2024

Melandri dan Hayate Racing Team Sukses Lampaui Poin Kawasaki di Musim 2008

Hayate Racing Team dengan Marco Melandri (Eurosport)

Perolehan 4 poin dari Marco Melandri saat meraih posisi ke-12 dalam balapan GP Portugal 2009 sudah cukup untuk melampaui keseluruhan poin konstruktor yang dicetak tim pabrikan Kawasaki pada MotoGP musim 2008.

Kawasaki sendiri secara tiba-tiba undur diri dari MotoGP pada awal 2009, meninggalkan Melandri yang sebelumnya sudah dikontrak untuk musim tersebut.

Ia berhasil diselamatkan oleh Hayate Racing Team, sebuah tim satelit yang dibentuk mewakili Kawasaki di MotoGP musim 2009.

Awal musim 2009 berlangsung luar biasa, dengan Melandri berhasil meraih posisi 6 besar dalam 3 dari 4 balapan pertama.

Ia kemudian sukses meraih posisi ke-2 di GP Prancis dan sempat memimpin balapan GP Italia.

Meski memperoleh hasil gemilang, permintaan Melandri untuk meminta pengembangan lebih lanjut tidak ditanggapi oleh Kawasaki.

Didukung dengan kemajuan yang terus ditunjukkan pabrikan pesaingnya, membuat Melandri sulit meraih hasil baik dalam beberapa seri berikutnya lewat motor ZX-RR.

Meski begitu, perolehan 91 poin dari Kawasaki ini jauh lebih banyak 3 poin dari musim sebelumnya saat masih menjadi tim pabrikan dengan pembalap John Hopkins dan Anthony West.

Hasil terbaik Kawasaki adalah pada musim 2007, ketika mereka berhasil mengumpulkan 144 poin.

Dari sisi perolehan poin tim, Hayate membutuhkan 21 poin lagi untuk menyamai poin Kawasaki Racing Team musim 2008, dengan 3 seri tersisa.

Bagi Melandri, hasil yang diperoleh bersama Hayate merupakan peningkatan dibanding saat bersama Ducati musim lalu, dimana ia hanya memperoleh 51 poin.

Ia sendiri akan bergabung bersama Honda Gresini untuk musim 2010, sementara Hayate akan bergabung untuk kejuaraan Moto2.

Kawasaki tidak akan terlibat pada MotoGP 2010 dan ingin memfokuskan diri ke ajang World Superbike.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.crash.net/motogp/news/153276/1/melandri-hayate-break-2008-kawasaki-total

Rabu, 03 April 2024

Marco Melandri Gabung Hayate Racing Team untuk MotoGP 2009

Marco Melandri bersama Hayate Racing Team (Motorsport Images)

Pembalap asal Italia yaitu Marco Melandri, telah dikonfirmasi bergabung bersama Hayate Racing Team untuk MotoGP 2009.

Hayate Racing Team merupakan tim tidak resmi dari pabrikan Kawasaki yang sebelumnya mengundurkan diri.

Kawasaki undur diri pada Januari 2009 dikarena krisis ekonomi dunia yang melanda saat itu.

Meski telah membuat keputusan, mereka diminta oleh Dorna untuk bertahan dengan turun sebagai tim satelit.

Kawasaki akan tetap menyuplai mesin dan dukungan teknik kepada Hayate Racing Team, meski tidak akan melakukan pengembangan lebih lanjut.

Dilansir dari situs crash.net, Melandri sendiri sudah menandatangani kontrak 2 tahun dengan Kawasaki usai performa mengecewakannya bersama Ducati pada musim 2008 lalu.

Setelah kontraknya dialihkan ke tim Hayate, ia masih berusaha untuk mengetahui tentang performa motor Kawasaki ZX-RR yang akan dikendarainya.

Peralihan kontrak tersebut juga menandakan bahwa ia tidak akan menjalani 2 tahun bersama Kawasaki seperti sebelumnya.

"Kontrak dengan Kawasaki sudah dibatalkan. Saya harus mengorbankan sesuatu, tetapi yang paling penting adalah bisa mendapat kepercayaan," ujar runner-up MotoGP 2005 tersebut.

Walaupun begitu, ia akan berusaha memberkan performa terbaik dan menunjukkan bahwa pabrikan tersebut telah membuat kesalahan dengan keluar dari MotoGP.

Ia berharap bisa bertahan hingga musim 2010 bersama Hayate atau tim terbaik lainnya, dibanding harus menepi dari MotoGP.

Bicara tentang motor Kawasaki, ia mengaku bahwa motornya tidak cukup cepat dan memiliki pengalaman memuaskan.

''Saya mendengar bahwa tim kami tidak mendapat dukungan pabrikan, tetapi saya percaya bahwa usaha kami akan membuahkan hasil,'' jelasnya.

Kawasaki menjadi satu-satunya pabrikan MotoGP yang hingga saat itu belum pernah menang di era 4-tak sejak masuk pada tahun 2002.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.crash.net/motogp/news/143925/1/marco-melandri-i-will-race-the-hayate

Selasa, 02 April 2024

Komentar Shinya Nakano Tentang Motor Kawasaki: Mirip Yamaha

Shinya Nakano mengetes motor Kawasaki di tahun 2004 (motogp.com)

Pembalap asal Jepang yaitu Shinya Nakano, mengawali MotoGP musim 2004 dengan bergabung bersama Kawasaki.

Ia hijrah setelah bertahun-tahun mengabdi bersama tim Yamaha dan pernah meraih runner-up kelas 250cc tahun 2000.

Kesepakatan tim Luis D'Antin yang dibelanya pada 2003 dengan pabrikan Ducati untuk musim 2004 membuatnya harus hijrah.

Sempat dikabarkan akan kembali bergabung ke tim Yamaha lainnya, ia memutuskan untuk memilih Kawasaki sebagai pelabuhan selanjutnya.

Kawasaki sendiri menghadapi musim yang sulit pada 2003 lalu, dengan mengandalkan duet pembalap Australia yaitu Garry McCoy dan Andrew Pitt.

Pabrikan berwarna hijau ini meraih hasil terbaik di balapan GP Prancis 2003 dengan berada di posisi 9.

Menempati posisi terbawah klasemen konstruktor, tim yang dipimpin Harald Eckl tersebut berbenah dengan mencari pembalap baru, penyedia ban baru, hingga menunjuk Suter Racing Technology sebagai mitra pembuatan sasis.

Dilansir dari Crash.net, Nakano mengaku terkesan dengan motor baru Kawasaki yang dianggap punya potensi besar.

"Harald menunjukkan saya motor baru pada akhir musim dan itu sangat luar biasa menurut saya. Semua sangat berbeda dibanding tahun lalu. Kawasaki juga merupakan tim yang bagus dan saya mencari tahu tentang rencana mereka. Saya tertarik untuk melakukan sesuatu yang berbeda demi meningkatkan motivasi saya," ujar Nakano.

Dirinya mengaku sulit karena harus berpaling dari Yamaha, tetapi Kawasaki menjanjikan pengalaman terbaik yang tidak mungkin ia tolak.

"Balapan adalah hidup saya dan saya ingin membuat keputusan yang tepat. Kawasaki menawarkan segalanya yang dibutuhkan dan kesempatan menjadi pembalap pabrikan sepenuhnya. Untuk itu saya bilang ya!" jelasnya.

Motor Kawasaki ZX-RR 2004 sendiri dianggap dapat bersaing di MotoGP, bahkan Nakano sendiri mampu menyamai rekan satu timnya yaitu Alex Hofmann.

Pembalap dengan nomor 56 ini pun menggambarkan tentang perbedaan antara Kawasaki dengan Yamaha.

"Saya agak gugup saat pertama kali mengetes Kawasaki, tetapi setelah beberapa lap saya merasa bahwa motor ini mirip Yamaha, karena mesinnya yang sama,'' ujarnya.

Kawasaki dan Yamaha sendiri diketahui menjadi tim yang menggunakan mesin inlline 4 silinder untuk motor mereka.

Ia juga menggambarkan tentang sistem pengereman dan bagian depan motor yang lebih baik.

Ia bersama tim Kawasaki akan berusaha memberikan yang terbaik dengan terus belajar dan melakukan banyak perbaikan.

Hal ini bermanfaat supaya Kawasaki dapat menjadi pemain yang diperhitungkan di MotoGP 2004.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.crash.net/motogp/feature/73814/1/nakano-kawasaki-similar-to-m1-better-in-places

Senin, 01 April 2024

Momen di Tahun 1983: Kerjasama Telekomunikasi Antara Philips dengan AT&T

Ilustrasi alat telekomunikasi telepon (Freepik)

Industri Eropa sedang menghadirkan terobosan baru melalui adanya proses kerjasama dengan perusahaan dari negara luar Eropa.

Pada 1983, sempat terjadi adanya kerjasama antara Thomson dari Prancis dengan JVC dari Jepang.

Beberapa waktu kemudian, terjadi kerjasama berikutnya melibatkan Philips sebagai perusahaan elektronik nomor 1 di Eropa dengan AT&T yang merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Amerika Serikat.

Selama 15 bulan terakhir di tahun tersebut, pembicaraan antara keduanya sudah terjalin dengan tujuan tertentu.

Setelah sukses memonopoli 80% operasi telepon di wilayah Atlantik, AT&T ini memperluas jaringan ke luar Amerika Serikat pasca perubahan radikal dalam peraturan telekomunikasi di Amerika Serikat.

Mereka mendirikan anak perusahaan bernama AT&T International, yang tentunya membutuhkan dukungan dari mitra tertentu.

Philips, meski merupakan pemain besar di bisnis elektronik, saat itu malah tertinggal dalam dunia telekomunikasi akibat kurangnya teknologi dan pengembangan secara finansial.

Untuk itu, Philips dan AT&T menandatangani perjanjian kerjasama yang disepakati pada 22 Juli 1983.

Keduanya akan membuat perusahaan kerjasama patungan dengan nama sementara yaitu AT&T & Philips International, dengan kantor pusat di Belanda dan Presiden perusahaan diusulkan oleh pihak AT&T.

AT&T berkontribusi lebih banyak di bidang teknologi dan Philips akan mengurus bagian telepon.

Perusahaan yang akan beroperasi pada 1984 ini memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan teknologi telekomunikasi 5ESS Switching System sesuai dengan standar internasional.

Produksi diharapkan berlangsung pada 1985, dengan pemasaran di wilayah Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan sebagian wilayah Amerika Latin dan Asia.

Kerjasama ini juga membuat teknologi PRX untuk pertukaran telekomunikasi yang dikembangkan Philips akan dijual kepada pihak lain.***

Sumber: https://www.lemonde.fr/archives/article/1983/08/03/quand-philips-vend-son-telephone-a-a-t-t_2826757_1819218.html