Rabu, 14 Februari 2024

Hari Kasih Sayang Kok Milih?

Entah siapa yang punya ide untuk menjadwalkan hari memilih di tanggal 14 Februari, yang merupakan hari kasih sayang alias Valentine.

Di tanggal itu, ada budaya (yang disebut datangnya dari barat) dimana orang mengungkapkan rasa kasih sayangnya kepada siapapun yang dicintai (biasanya pacar, bisa juga teman atau keluarga).

Umumnya, hadiah yang sering diberikan berupa makanan coklat hingga bunga maupun pernak-pernik lainnya.

Namun, 2024 ini rasanya jadi berbeda karena tanggal 14 Februari adalah saatnya kita memilih (kata-katanya persis seperti di iklan).

Hari tersebut di tahun ini bukan lagi sekadar hari kasih sayang semata, melainkan juga sebagai hari yang menentukan masa depan bangsa dan bagaimana nasib rakyat nantinya.

Ya, tampaknya hari tersebut menjadi puncak dari rasa kasih sayang para pendukung setia dari 3 pasangan calon presiden dan wakil presiden dengan segala keyakinan atas program yang ingin dijalankan.

Para pendukung berjuang habis-habisan untuk memenangkan pasangan pilihan dan menunjukkan kesetiaan sebagai bentuk rasa kasih sayang.

Saya tetap merasa aneh dengan pemilihan tanggal tersebut, meski saya sendiri bisa membuat hubungannya yang tampak cukup kuat.

Pada akhirnya, jangan tanya banyak mengenai hari kasih sayang, karena saya sendiri tidak tahu banyak tentang hal tersebut dan bahkan hampir tidak pernah terlibat di dalamnya.

Februari yang saya kenal jelas hanya hari ulang tahun saya setiap tahunnya, tidak ada yang lain lagi.

Selasa, 13 Februari 2024

Tidak Memiliki Perasaan

Aku merasa sifat sensitifku sulit dihilangkan

Prasangka buruk terlanjur tumbuh dalam pikiranku

Kenangan buruk membuatku terus-menerus terpikirkan

Aku mencoba untuk menumpahkan emosiku

Aku bisa menangis maupun marah

Tetapi orang-orang tampak tidak mempedulikannya

Mereka berbalik menyalahkanku dan meledekku

Hal itulah yang membuatku memilih sesuatu

Aku memilih untuk tidak menunjukkan perasaan

Aku menjadi tidak mau peduli atas omongan mereka

Pada awalnya semua itu tampak baik-baik saja

Tetapi semua mulai berkembang menjadi buruk

Aku mulai tidak peduli dengan apapun dan siapapun

Tidak berani untuk menunjukkan emosi yang ada

Aku menjadi orang yang tidak memiliki perasaan

Keinginanku hanya untuk melepas sesuatu yang buruk

Tetapi yang terjadi pun tidak membuatnya lebih baik

Banyak perasaan yang seringkali kutahan

Bahkan aku pun tidak mampu mengungkapkannya

Mungkin saja aku harus sedikit berubah

Aku harus bisa berani untuk mengutarakan yang sebenarnya

Seharusnya aku juga tidak terlalu mengkhawatirkan orang lain

Mereka bisa saja tidak menganggapnya serius

Tetapi aku tetap yakin bahwa ada yang masih mau mendengar

Bahkan di antara mereka juga siap untuk membantuku

Senin, 12 Februari 2024

Semakin Jauh

Aku selalu berada di tempat yang sama setiap hari

Tetapi aku merasakan sesuatu yang sangat menakutkan

Itu adalah ketika aku mulai merasa semakin jauh

Jauh dari orang-orang terdekat

Hingga mengenai hal-hal yang ingin dicapai

Aku masih berada di dunia yang nyata

Tetapi pikiran dan jiwaku jauh di tempat lain

Keadaan ini membuatku bingung

Tidak mungkin aku akan terus berada di sana

Tetapi untuk meninggalkannya pun sulit sekali

Rasanya aku harus segera keluar dari sana

Sebelum diriku semakin jauh dan terjebak selamanya 

Minggu, 11 Februari 2024

Tidak Bisa Menjadi Diri Sendiri

Banyak orang meminta supaya kita harus menjadi diri sendiri

Tetapi semua juga tahu bahwa tidak mudah untuk menjadi diri sendiri

Ketika orang menunjukkan diri yang sesungguhnya

Tidak peduli apakah itu sengaja atau tidak sengaja

Bisa saja orang lain akan sangat marah saat mengetahuinya

Kehancuran dan kehilangan akan diperoleh ketika semua itu terjadi

Karena itulah kita dipaksa untuk tidak bisa menjadi diri sendiri

Kita dipaksa untuk memainkan peran dan sifat yang ada

Menyamarkan kenyataan untuk melindungi sesuatu

Baik di dunia nyata maupun di dunia maya

Diri sendiri justru terbentuk bukan dari identitas asli kita

Tetapi dari identitas lain yang dibuat sendiri oleh kita

Itulah wujud dari permainan yang kita lakukan

Kita harus berperan dengan identitas asli

Dan menunjukkan diri kita sebenarnya dengan identitas palsu

Tidak perlu malu untuk mengakui hal tersebut

Semua orang pasti memiliki dan mengalaminya

Kita hanya perlu untuk memainkannya dengan baik

Dan menjaga diri kita sebenarnya dari hal yang tidak diinginkan

Sabtu, 10 Februari 2024

Masyarakat adalah Penentu

Seringkali kita melihat di sekitar

Banyak sekali berita tidak berkualitas

Tayangan yang tidak berbobot

Hingga konten yang kurang pantas

Beberapa orang memprotesnya

Tetapi tidak ada perubahan signifikan

Ternyata semua itu bergantung kepada masyarakat

Selera masyarakat adalah penentu segalanya

Jika masyarakat menikmati berita yang tidak berkualitas

Media pun akan terus memproduksi sesuai keinginan mereka

Jika tayangan yang tidak berbobot itu mendapat penonton

Stasiun TV akan berusaha untuk terus mengeksploitasinya

Jika konten yang kurang pantas berhasil meraih perhatian

Konten tersebut akan terus berlanjut

Selalu ada cara untuk mengubah masalah tersebut

Tetapi masyarakat menjadi satu-satunya penentu

Jika masyarakat masih menyukai hal-hal seperti itu

Maka hal-hal tersebut akan terus ada sampai kapanpun


Jumat, 09 Februari 2024

9 Februari

Kalian sudah tahu sebabnya mengapa saya memilih tanggal ini. Ini adalah tanggal yang istimewa untuk saya. Namun, saya merasa bahwa tidak akan banyak hal yang ingin saya ceritakan di sini.

Dengan usia saya yang sudah sangat matang ini, seharusnya saya bisa lebih siap untuk menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang ada. Sayangnya, saya masih bisa merasakan tentang betapa takutnya untuk mengambil keputusan dan berani melangkah lebih jauh.

Rasa takut adalah sifat terburuk yang benar-benar menghambat saya untuk berkembang. Keinginan untuk terus bermain aman dan selalu berusaha mencegah terjadinya hal-hal buruk seringkali membuat saya gagal meraih apapun yang diinginkan.

Ini semakin diperparah dengan 4 masalah yang saat ini saya hadapi, yaitu P2FM atau Physically, Personally, Financially, and Mentally. Masalah tersebut memiliki hubungan yang sangat kuat, sehingga menciptakan diri yang kurang sehat serta tidak memiliki tujuan dan keinginan jelas.

Usia saya sudah mencapai 26 tahun, dan hanya tinggal 4 tahun lagi untuk menuju 30 tahun. Pada usia tersebut, seharusnya saya sudah lebih matang dan siap dalam menghadapi segalanya.

Seharusnya saya tidak boleh terus-terusan mengeluh dan cukup menjalaninya saja. Tetapi menjalaninya tidak semudah yang orang bayangkan. Saya seringkali membuat pertimbangan dan lebih berhati-hati, meski pada akhirnya sifat tersebut membuat saya menjadi kehilangan kesempatan yang ada.

Pada tanggal inilah saya dilahirkan. Banyak yang berharap kepada saya untuk mencapai sesuatu yang membanggakan. Mungkin bukan hari ini, mungkin juga tidak akan pernah terjadi, tetapi percayalah suatu hari nanti saya akan meraihnya.

Saya tidak ingin menunggu hingga suatu hari nanti, karena belum tentu kesempatan itu bisa datang lagi. Kuncinya adalah diri saya sendiri. Jika tidak berubah, maka saya akan terjebak selamanya.

Apa yang saya sampaikan mungkin tidak bermakna untuk kalian, tetapi secara pribadi semua ini memiliki makna yang sangat mendalam, dimana saya menyadari bahwa saya memiliki masalah yang belum mampu untuk diatasi atau dihadapi.

Saya tidak bisa berharap banyak. Semua bisa jadi sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada perayaan. Tidak ada hadiah. Tidak ada apapun yang begitu istimewa.

Namun, optimisme itu tidak akan mati sepenuhnya. Masih ada harapan dan beragam hal yang harus saya kejar, baik dengan cara saya sendiri maupun melalui dukungan orang lain.

Meski dirundung rasa murung, kesedihan, dan ketidaknyamanan, saya masih mampu bertahan hingga sejauh ini. Tetapi saya juga mengerti bahwa saya tidak bisa terus bertahan seperti itu.

Selamat Ulang Tahun. Sekarang, berjalanlah.

Kamis, 08 Februari 2024

Metis Racing Team Siap Hadapi Persaingan Pada Musim 2005

Manuel Poggiali dan Lukas Pesek (alamy.com)

Metis Racing Team DRD, tim balap 125cc, siap menghadapi musim 2005 dengan upaya mereka untuk meraih gelar juara dunia.

Melalui dukungan Piaggio Group, mereka mengandalkan Manuel Poggiali dengan merek Gilera dan Lukas Pesek dengan merek Derbi.

Untuk pertama kalinya sejak beberapa tahun, terdapat dua merek motor yang ditampilkan di satu tim yang sama.

Giampiero Sacchi, pemilik tim DRD, mengaku bangga karena berhasil membawa Poggiali kembali ke pabrikan yang membuatnya meraih gelar juara dunia 125cc pada musim 2001.

''DRD adalah perusahaan besar Eropa yang terlibat dalam dunia balap, dimana kami sudah mempekerjakan hampir 50 orang dan memiliki banyak pesaing di Eropa. Dalam beberapa tahun terakhir, motor kami hampir semua dibuat di dalam perusahaan tersebut,'' ujar Sacchi.

Piermario Donadoni, CEO dari Metis (perusahaan sumber daya yang menjadi sponsor tim), juga turut bangga atas pemilihan kedua pembalap tersebut.

Ekspektasi yang diharapkan terhadap tim tersebut sangatlah tinggi, dengan memiliki pembalap berpengalaman dan pembalap muda yang naik daun, juga didukung oleh dukungan secara teknis untuk pengembangan mesin.

Leo Mercanti, penanggung jawab Piaggio Group, juga mengakui tentang kualitas yang akan diperhitungkan pada tim tersebut.

''Kami tidak menolak kenyataan bahwa kami memiliki dua merek yang memiliki total 30 gelar di kelas 125cc (18 dari Derbi dan 12 dari Gilera), dan sekarang kami mewakili produksi dan olahraga yang nyata,'' ujar Mercanti.

Manuel Poggiali justru menjadi perhatian karena dirinya memutuskan untuk meninggalkan kelas 250cc dan kembali ke 125cc.

Setelah sukses meraih gelar juara dunia 250cc pada 2003, ia gagal menunjukkan performa terbaiknya pada musim 2004.

Alih-alih bertahan di kelas tersebut, ia memilih turun kelas dan hal tersebut dianggap publik sebagai penurunan karir.

Namun, apakah Poggiali merasa bahwa keputusannya ini sangat mengganggunya?

''Saya tidak berpikir tentang hal itu (turun kelas dari 250cc ke 125cc). Sekarang adalah kesempatan terbaik untuk membalap dan menang, dan saya tidak ingin membuatnya sia-sia. Saya akan lakukan yang terbaik. Turun kelas memang tidak mudah, karena banyak perubahan dan penyesuaian dalam gaya membalap, apalagi motor 125cc lebih cepat di tikungan,'' ujar Poggiali.

Pembalap San Marino tersebut akan didampingi oleh Lukas Pesek, pembalap asal Ceko yang saat itu baru berusia 19 tahun.

Ia langsung bergabung dengan tim pabrikan Derbi usai melakukan penampilannya bersama tim Ajo Honda pada 2004 lalu.

''Pada akhirnya, saya bisa bergabung di tim besar dan membalap untuk pabrikan besar. Saya bahagia bisa menjadi pembalap di tim yang terpandang. Ini seharusnya menjadi tahun yang penting bagi saya, tetapi saya ingin belajar pelan-pelan dan tidak terburu-buru,'' ujar Pesek.

Diketahui bahwa meski kedua motor di tim tersebut sangat identik, terdapat beberapa perbedaan mendasar di dalamnya.

Mesinnya sendiri memiliki perangkat elektronik dan sistem pemanasan baru, serta bagian suspensi belakang yang telah dimodifikasi sedemikian rupa supaya sesuai dengan kedua pembalapnya.***

Sumber: https://www.dueruote.it/sport/motogp/2005/03/14/125-metis-racing-team-corre-per-vincere.html