Minggu, 04 Februari 2024

Sebastian Porto dan Shuhei Aoyama bersama Repsol Honda Team 250 di Musim 2006

Sebastian Porto pada musim 2006 (Jose Luis Roca via Getty Images

Repsol Honda telah mengumumkan pembalap mereka untuk MotoGP musim 2006 yaitu Dani Pedrosa dan Nicky Hayden.

Tidak hanya berkompetisi di MotoGP, tim tersebut juga akan hadir di kelas 250cc dengan nama Repsol Honda Team 250 di bawah naungan Alberto Puig.

Tim tersebut sebelumnya berkompetisi di bawah nama Telefonica MoviStar Honda dengan Pedrosa dan Hiroshi Aoyama sebagai pembalapnya.

Kini, tim menggaet pembalap baru untuk menggantikan Pedrosa yang naik kelas dan Aoyama yang hijrah ke tim KTM.

Pembalap Argentina Sebastian Porto dan pembalap Jepang Shuhei Aoyama (adik Hiroshi) menjadi yang terpilih untuk membalap bersama Repsol Honda Team 250.

Porto sendiri sebelumnya pernah membela tim yang sama pada musim 2003 di bawah nama Telefonica MoviStar.

Shuhei pernah tampil sebagai wild card di GP Jepang 2004 dan sukses finis di posisi 8, dan musim 2006 ini ia akan tampil secara penuh dalam semusim.

Dilansir situs El Mundo, pemilihan kedua pembalap tersebut merupakan hasil kesepakatan dari Honda Motor Company, Repsol YPF, dan Puig.

Selain itu, masuknya pembalap Jepang menjadi batu loncatan yang diperoleh lewat program Honda bernama Honda Racing Scholarship Program.

Program tersebut memfasilitasi pembalap muda Jepang di kejuaraan balap motor dunia, yang melahirkan beberapa bakat sukses seperti Yuki Takahashi yang berlaga di ajang 250cc musim 2005.

Dengan kehadiran kedua pembalap baru tersebut, diharapkan bahwa tim mampu mempertahankan kesuksesan seperti pada musim 2005.

Repsol Honda Team 250 akan memulai latihan pramusim mereka pada akhir Januari, yang berlangsung di Circuit de Catalunya.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.elmundo.es/elmundodeporte/2005/12/22/motor/1135271297.html

Sabtu, 03 Februari 2024

Fortuna Aprilia Bersiap untuk Kelas 250cc Musim 2006

Peluncuran tim Fortuna Aprilia di tahun 2006 (motogp.com)

Musim balap 2006 secara resmi dimulai bagi tim balap Fortuna Aprilia Team untuk kelas 250cc.

Peluncuran tim yang berlangsung di Palma de Mallorca ini turut menghadirkan kedua pembalapnya, Jorge Lorenzo dan Hector Barbera, yang akan menggunakan motor Aprilia RSW 250.

Direktur tim Dani Amatriain mengaku optimis bahwa proyek bagi timnya ini akan mendatangkan kesuksesan.

''Ini hari yang penting karena kami mempersembahkan proyek baru, dimana tim kami secara resmi menjadi tim pabrikan resmi Aprilia. Ini akan membuat kami lebih kompetitif dan memiliki peluang untuk meraih gelar,'' ujar Amatriain seperti dikutip Duerote.it.

Ia berterimakasih atas dukungan produk rokok Fortuna dan perusahaan jam Lotus atas dukungan yang diberikan dalam proyek, sehingga timnya bisa menjadi salah satu yang kompetitif di musim tersebut.

Jorge Lorenzo juga mengaku bahwa dirinya sangat difavoritkan untuk meraih gelar 250cc musim 2006.

''Sayangnya, prediksi tidak akan berguna jika anda tidak menghasilkan nilai bermakna dari hari ke hari. Saya akan mempersiapkan diri dan melihat pesaing saya di balapan. Saat ini, saya ingin percaya terhadap diri saya sendiri dan mencoba menjadi yang tercepat,'' ujar Lorenzo.

Bersama tim saat ini, ia akan memberikan yang terbaik di setiap balapan untuk mengejar gelar juara dunia yang diinginkannya.

Tujuan yang sama juga disampaikan oleh rekan satu timnya yaitu Hector Barbera.

''Tujuan saya adalah menjadi juara dunia. Saya sangat percaya diri dan tidak sabar untuk melihat perkembangan dari hari ke hari,'' ujar Barbera.

Dukungan penuh dari Aprilia sangat penting untuk membuat pabrikan tersebut meraih kembali gelar 250cc yang beberapa tahun terakhir dikuasai Honda.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.dueruote.it/sport/motogp/2006/02/24/presentazioneteam-aprilia-fortuna.html 

Jumat, 02 Februari 2024

Konflik Cinta dalam Sinetron "Cintanya Cinta"

Promo Sinetron Cintanya Cinta (YouTube Widiajie Nostalgia)

Pada tanggal 3 September 2001 yang lalu, SCTV menayangkan sinetron dengan judul "Cintanya Cinta" yang diangkat dari novel karya Mira W. berjudul Cinta Menyapa dalam Badai.

Sinetron yang diproduksi oleh Prima Entertainment ini disutradarai oleh Herli Wahyono, dengan naskah dari Putu Wijaya, dan dibintangi oleh deretan bintang ternama seperti Cornelia Agatha, Dede Yusuf, Ari Sihasale, Dien Novita, serta Rudy Salam.

Dilansir Suaramerdeka.com, sinetron ini mengisahkan tentang seorang dokter muda yang simpatik, lembut, dan baik hati bernama Ryanto (Dede Yusuf).

Ia sangat dekat dengan para pasiennya dan tak segan keluar masuk kamar isolasi penderita penyakit berat seperti kanker maupun AIDS.

Pengabdiannya tersebut membuat dirinya disukai oleh pasiennya yang kebanyakan merupakan anak-anak.

Sayangnya, ia sendiri belum menikah meski sudah berumur 35 tahun, dengan alasan belum ada satupun wanita yang membuat hatinya bergetar.

Ibunya pun turut khawatir dengan nasib putranya tersebut, tetapi semua berubah kala seorang gadis bernama Anggun (Cornelia Agatha) berhasil membuat Ryanto terhipnotis.

Pada suatu malam, Ryanto secara tidak sengaja melihat Anggun bertengkar hebat dengan kekasihnya yang bernama Yudha (Ari Sihasale).

Ia pun berusaha untuk menolong Anggun, walau pada akhirnya harus babak belur karena diserang oleh Yudha.

Anggun sendiri sangat mencintai Yudha, meski dirinya sendiri juga menyadari bahwa kekasihnya itu memiliki sifat yang sangat kasar.

Meski seringkali bertengkar, Anggun tetap saja sulit meninggalkan Yudha dengan kepribadiannya yang liar, emosional, dan penuh kejutan.

Sifat Yudha tersebut bertolak belakang dengan Ryanto, yang merupakan seorang pria yang sabar dan penuh pengertian.

Karena hal itu, Anggun merasa tertarik dengan kebaikan dan ketulusan Ryanto, yang sukses memancing simpatinya.

Sayangnya, ia tidak bisa mencintai Ryanto, dikarenakan sosok Yudha yang terus-menerus ada di dalam hatinya.

Beberapa waktu kemudian, Yudha pun menghilang dan hal itu menjadi peluang bagi Ryanto untuk bisa mendekati Anggun.

Ryanto dan Anggun pun menjadi akrab dan merasa bahwa ia telah mendapat cinta yang telah dinantikannya, bahkan ia pun berani memperkenalkan Anggun kepada ibunya.

Anggun pun menyadari bahwa dirinya sudah masuk terlalu dalam dan khawatir akan mengecewakan Ryanto yang sangat mencintainya.

Kebahagiaan keduanya mulai terganggu lagi kala Yudha kembali dan menyebabkan impian Ryanto menjadi buyar.

Anggun hanya bisa pasrah untuk menerima kembali Yudha sebagai kekasihnya, hingga kemudian hubungan mereka berbuah dengan kehamilan.

Alih-alih bertanggung jawab, Yudha malah lari dari tanggung jawab dan meninggalkan Anggun begitu saja.

Ryanto pun hadir kembali untuk menolong Anggun dan mereka pun memutuskan untuk menjalin kehidupan bersama lewat pernikahan, bahkan ia mau menerima anak yang dikandung Anggun tersebut.

Cobaan besar pun dialami oleh Ryanto, ketika secara tidak disangka ia tertular penyakit AIDS dari salah satu pasiennya.***

Sumber: https://web.archive.org/web/20020113154143/http://suaramerdeka.com/harian/0109/04/bud4.htm

Kamis, 01 Februari 2024

Misi untuk Tahun Ini

Setiap orang menghadapi segala tantangan yang ada dengan memasang target untuk dicapai. Mereka memiliki misi yang harus dipenuhi untuk bisa meraih apa yang diinginkannya.

Hal sama juga berlaku kepada saya. Saya memiliki sebuah misi yang harus dicapai untuk tahun ini.

Sejujurnya banyak sekali yang ingin dicapai, tetapi saya juga memahami bahwa terkadang saya seringkali mengabaikan dan melupakan hal-hal penting, sehingga pada akhirnya banyak hal yang sudah saya inginkan menjadi tidak tercapai.

Sebuah misi saya untuk tahun ini adalah memenuhi blog ini dalam rentang waktu tahun 2024.

Seperti yang sudah diketahui, 2024 adalah tahun istimewa dimana tanggal 29 Februari akan hadir di dalamnya. Karena itu, 2024 akan berlangsung dalam waktu 366 hari.

Apakah ada hubungannya antara tahun 2024 dengan misi yang ingin saya jalankan?

Ya. Saya ingin mengisi blog ini dengan jumlah postingan berjumlah 366, melambangkan seluruh hari di yang ada di tahun 2024.

Tidak lebih dan tidak kurang. 366 postingan dalam 366 hari. Tepat.

Cara mencapainya sebenarnya sangat mudah dan saya yakin kalian sudah tahu bagaimana saya akan melakukannya. Tetapi saya menghadapi hambatan untuk mencapainya.

Kesibukan? Kelihatannya seperti itu. Kelihatannya saya memiliki banyak kesibukan yang membuat saya akan kesulitan untuk memberikan waktu luang untuk menulis.

Namun, bukan itu yang menjadi masalahnya. Masalah yang saya hadapi adalah tentang bagaimana cara membagi waktu dan masalah pribadi sebagai masalah klasik yang masih dialami hingga kini.

Rasa malas dan motivasi yang minim menjadi musuh paling buruk yang harus saya hadapi. Saya benar-benar sulit sembuh dari kedua hal tersebut.

Apapun yang terjadi, semua kembali kepada diri saya sendiri. Saya adalah pembuat keputusan dan saya juga yang harus mewujudkan keinginan tersebut.

Misi tersebut sebenarnya mudah, hanya saja perlu didukung motivasi yang tinggi untuk memperolehnya.

Kalian akan melihat blog ini dengan postingan yang beragam, karena misi saya adalah mengejar kuantitas.

Bagaimana dengan kualitas? Saya tidak berpikir terlalu jauh dan berharap terlalu tinggi tentang itu. Namun, saya terbuka atas segala komentar dari siapapun. Itupun jika ada orang yang menyadari kehadiran blog saya ini.

Pada akhirnya saya hanya bisa mengatakan kepada diri saya sendiri: Selamat Menjalankan Misi!

Rabu, 31 Januari 2024

Team Scot Honda Mengundurkan Diri dari MotoGP

Gabor Talmacsi bersama Team Scot (motogp.com)

Team Scot mengumumkan bahwa mereka dipaksa untuk mengundurkan diri dari MotoGP, meski hampir mencapai kesepakatan dengan Alex de Angelis untuk musim 2010.

Mereka sebelumnya mengikuti ajang MotoGP melalui kemitraan bersama JIR pada 2008, dimana Andrea Dovizioso sukses meraih 1 podium yang membuat dirinya berada di posisi 5 klasemen sebagai pembalap satelit terbaik.

Usai berpisah dengan JIR, mereka mengalami masalah keuangan pada awal 2009 yang menyebabkan Yuki Takahashi harus diganti setelah seri ketujuh dengan Gabor Talmacsi, yang memiliki dana lebih banyak.

Pada akhirnya, mantan juara dunia 125cc tersebut hanya mampu bersaing di papan bawah dan akan turun ke kelas baru Moto2 pada 2010.

Meski sudah ada tim satelit baru Honda yang akan memberi tempat kepada juara dunia 250cc tahun 2009 yaitu Hiroshi Aoyama, Honda memiliki keinginan untuk menambah motor ketujuh untuk Team Scot, dengan syarat yaitu mereka bisa mendapatkan pendanaan.

Alex de Angelis, mantan pembalap Gresini, sempat dikabarkan akan bergabung bersama Team Scot lewat pendanaan dari pemerintah San Marino.

Mereka mengaku sudah mencapai kesepakatan dengan de Angelis, tetapi mereka melewatkan batas waktu yang sudah diberikan Honda.

''Honda menyatakan bahwa mereka tidak bisa memberikan motor tersebut karena batas waktu yang telah lewat untuk melakukan permintaan,'' tulis Team Scot dalam pernyataannya.

Manajer tim Cirano Mularoni menyatakan bahwa hal ini menjadi sebuah kekecewaan besar usai meraih gelar juara dunia 250cc.

''Kini, kami harus lebih berkonsentrasi dengan proyek Moto2 kami,'' ujar Mularoni.

De Angelis tentunya sangat kecewa mendengar berita ini, dan ia tampaknya tidak memiliki kesempatan untuk menjalani musim ketiganya di MotoGP.

Ia meraih hasil terbaik dengan finis keempat dalam salah satu balapan di musim 2008, tetapi musim 2009 jauh lebih baik baginya karena kecepatan dan pengendalian motor lebih seimbang, yang menghasilkan podium perdananya saat finis kedua di GP Indianapolis.

Sayangnya, hasil tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan dirinya, karena tim Gresini sudah mengumumkan Marco Melandri dan Marco Simoncelli sebagai pembalap untuk tahun 2010.

Ia menyelesaikan musim 2009 dengan berada di posisi 8 klasemen dengan 111 poin, sementara rekan satu timnya yaitu Toni Elias, menyelesaikan musim dengan selisih 4 poin dan berada di atas pembalap San Marino tersebut.

Sama seperti Elias yang juga kehilangan tempat, de Angelis kemungkinan akan mencari tempat di Moto2 untuk 2010, meski ia juga punya pertimbangan untuk pindah ke World Superbike.*** 

Sumber diterjemahkan dari: https://www.eurosport.com/moto/scot-honda-withdraw_sto2119217/story.shtml

Selasa, 30 Januari 2024

JIR Pisah dengan Honda Mulai Akhir Musim MotoGP 2008

Andrea Dovizioso bersama tim JIR Scot pada musim 2008 (Shutterstock)

Gianluca Monitron, bos tim MotoGP yaitu JIR, telah mengonfirmasi bahwa timnya tersebut akan berpisah dengan Honda pada akhir musim 2008.

Seperti yang dilaporkan situs Motorcycle News (MCN), keputusan ini diambil setelah Honda menolak memberikan motor RC212V untuk musim 2009.

Tim asal Monaco ini dilupakan oleh Honda pasca perpisahannya dengan mitra mereka yaitu Scot.

Dampak dari perpisahan tersebut membuat JIR dan Scot saling berebut untuk mendapatkan motor Honda untuk musim 2009.

Pada akhirnya, Scot berhasil memenangkan perselisihan tersebut dengan mempromosikan pembalap mereka yaitu Yuki Takahashi dari kelas 250cc.

Dalam pernyataan resminya, Monitron mengaku sedang melakukan peninjauan ulang terkait strategi komersil dan olahraga bagi timnya di musim 2009.

''Kami sudah sampai di saat untuk membuka lembaran baru dan mencari proyek baru, motivasi baru, dan pabrikan baru yang bisa kami percayakan,'' ujar Monitron.

Ia sedang mempertimbangkan untuk hijrah ke World Superbike dengan menjalankan tim pabrikan baru Aprilia.

Ia sebelumnya bekerjasama dengan Aprilia dan pembalap barunya saat itu, Max Biaggi, ketika masih berada di kelas 250cc.

''Saatnya kami membuka lembaran baru, karena kami memiliki pandangan dan proyek yang berbeda. Ini adalah saat terbaik untuk mengakhiri kerjasama kami yang penting dengan Honda, yang telah mendukung kesuksesan kami,'' tambahnya.

Ia mengingat proyeknya di tahun 2003 saat berhasil membawa ban Bridgestone ke MotoGP bersama pembalap Jepang yaitu Makoto Tamada.

Proyek tersebut mencapai kesuksesannya pada tahun 2004, saat kembali bekerja sama dengan Tamada lewat tim Camel Honda Team.

Pada 2005 hingga 2007, ia menjalankan proyek tim JIR miliknya sendiri di bawah nama Konica Minolta Honda, yang dianggapnya sebagai sebuah proyek terpenting baginya secara pribadi.

''Ini adalah proyek yang bagus dan sukses. Tentu saja, saya ingin mempertimbangkan kesuksesan pada tahun ini, dimana Andrea Dovizioso mencapai tingkat teratas di MotoGP. Segala upaya dan dedikasi ini kami lakukan setiap hari sebagai keinginan untuk bersaing dengan tim dan pembalap terbaik di kejuaraan ini. Sayangnya, saat ini sulit bagi tim satelit untuk bisa memenangkan balapan. Tujuan saya adalah mengulang sukses di masa lalu, sehingga lebih baik kami keluar daripada hanya menjadi pelengkap balapan semata,'' tutupnya.

Pasca keputusan tersebut, dirinya akan mengumumkan langkah JIR selanjutnya yang akan disampaikan di akhir musim 2008.*** 

Senin, 29 Januari 2024

Shinya Nakano Memutuskan untuk Pensiun dari Dunia Balap

Shinya Nakano dalam World Superbike musim 2009 (Mirco Lazzari via Getty Images)

Pembalap asal Jepang yaitu Shinya Nakano, memutuskan bahwa dirinya akan pensiun dari dunia balap pada akhir 2009 ini.

Setelah tidak mendapatkan tempat di MotoGP, ia hijrah ke World Superbike musim 2009 dengan bergabung bersama Aprilia.

Bertandem bersama Max Biaggi, ia kesulitan menunjukkan performa terbaiknya bersama motor Aprilia RSV4.

Setelah menghadapi serangkaian kecelakaan hingga cedera sepanjang musim 2009, ia akhirnya membuat keputusan untuk pensiun.

Ia mengumumkannya melalui konferensi pers yang digelar di Jepang pada tanggal 28 Oktober 2009.

''Tahun 2009 sangat berat untuk saya. Saya berkonsentrasi untuk penyembuhan, setelah mengalami cedera tulang rusuk pada balapan ketiga di Spanyol dan masalah pada leher saya dalam balapan ke-11 di Jerman,'' ujar Nakano.

Ia berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi tim, tetapi karena melewatkan beberapa balapan, ia merasa menjadi beban untuk seluruh anggota tim.

''Sebagai pembalap profesional, saya merasa bahwa ini saat yang tepat untuk berhenti balapan jika kondisi saya tidak sempurna,'' jelasnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan memberi dukungan dalam karir balapnya selama ini.

Meski tidak lagi menjadi pembalap, ia akan berusaha untuk tetap berkontribusi dalam dunia sepeda motor melalui pengalaman yang ia miliki.

Pembalap yang saat itu berusia 32 tahun tersebut mengawali karirnya di kejuaraan dunia 250cc pada tahun 1999, dimana ia sukses menyelesaikan balapan di posisi 4 klasemen.

Hasil terbaiknya adalah ketika ia menjadi runner-up kelas 250cc tahun 2000, di bawah rekan satu timnya yaitu Olivier Jacque yang menjadi juara dunia.

Memperoleh 6 kemenangan di tahun tersebut, ia harus rela dikalahkan oleh rekannya dengan selisih 7 poin saja.

Ia hijrah pada tahun 2000 ke kelas 500cc sebagai kelas tertinggi saat itu dan bertahan hingga 2008, setelah namanya berubah menjadi MotoGP.

Hasilnya di MotoGP tidak memuaskan dan sepanjang karirnya, ia hanya bisa memperoleh 3 kali podium.

Podium tersebut diraih di GP Jerman 2001 bersama Yamaha, serta GP Jepang 2004 dan GP Belanda 2006 yang keduanya diraih bersama Kawasaki.

Pada musim 2009, ia pindah ke World Superbike dan sempat memperoleh hasil terbaiknya dengan posisi ke-4 di balapan pertama seri Qatar.

Sayangnya, musim yang ia jalani terhalang oleh cedera, sehingga menyebabkan ia harus pensiun sebagai pembalap motor.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.worldsbk.com/en/news/2009/Nakano%20announces%20retirement%20from%20racing