Minggu, 21 Januari 2024

Kemitraan Team Roberts dengan Honda yang Menghadirkan KR211V

Motor KR211V dalam game MotoGP 06 (THQ/Climax)

Team Roberts, tim pimpinan pembalap motor legendaris Kenny Roberts Sr., cukup dikenal karena kemampuannya mengembangkan mesinnya sendiri.

Setelah meninggalkan Yamaha pada tahun 1996, mereka membangun Modenas KR3 pada periode 1997-2000, Proton KR3 pada 2001-2002, Proton KR5 pada 2003-2004, dan Proton KR-KTM pada 2005.

Setelah kemitraan mereka dengan KTM putus di tengah musim 2005, Team Roberts berusaha mencari mitra baru untuk berkompetisi di MotoGP musim 2006.

Kesepakatan pun akhirnya dibuat dengan Honda melalui mesin RC211V yang dipadukan dengan sasis buatan Team Roberts, menjadikan nama motor tersebut adalah KR211V.

Meski berencana untuk menggunakan dua pembalap di musim 2006, Team Roberts pun pada akhirnya hanya menggunakan satu pembalap yaitu Kenny Roberts Jr. yang merupakan putra sang pemilik.

Ia hijrah dari Suzuki ke tim lamanya yang terakhir kali dibela pada musim 1998 dan melakukan pengujian pada bulan Januari 2006 di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Ia mengaku terkesan dengan performa mesin Honda yang luar biasa, dan dirinya mampu mencetak waktu yang cukup baik dalam tes 55 lap dengan mesin KR211V.

"Banyak yang berkomentar tentang tenaga dan respon dari mesin Honda, tetapi anda harus mengendarainya supaya bisa percaya. Mesin ini sangat ramah, sangat halus, dan sesuai dengan yang diharapkan. Sasis juga bisa ditingkatkan dan kami sudah mengetahui bagian-bagian yang butuh perbaikan. Semua itu diperoleh di hari pertama tes,'' ujar Roberts Jr. seperti dilansir dari Crash.net.

Tanggapan yang sama juga diberikan kepada sang ayah, yang mengaku terkesan dengan performa motor dalam tes tersebut.

"Tidak banyak yang bisa digambarkan tentang bagaimana perasaan Kenny Jr. yang sudah menjajal motor beserta mesinnya tersebut. Itu adalah momen luar biasa bagi saya dan tim, karena kami tahu bahwa kami bisa bersaing dan mendapatkan hasil terbaik yang sudah lama tidak diperoleh. Pada awalnya kami agak gugup, tetapi penampilan Kenny dan performa mesin Honda membuat kami merasa telah membuat keputusan yang tepat,'' bangga Roberts Sr.

Kenny Roberts Jr. memang mengalami hasil yang kurang baik dalam beberapa musim terakhir, tetapi sang ayah cukup yakin tentang cara putranya dalam menghadapi masalah yang ada.

Team Roberts dengan KR211V tampil cukup stabil dengan rutin meraih poin di hampir seluruh balapan, dengan pengecualian di GP Prancis dan GP Jepang.

Kenny Roberts Jr. sukses meraih dua kali podium ketiga di GP Catalunya dan GP Portugal, sehingga mengakhiri musim di posisi keenam klasemen pembalap MotoGP musim 2006 dengan 134 poin.***

Sumber:
  • https://www.crash.net/motogp/news/76839/1/team-roberts-secures-honda-engine-supply
  • https://www.crash.net/motogp/news/76978/1/roberts-enjoys-incredible-kr211v-debut

Sabtu, 20 Januari 2024

Tanggapan Proton KR Atas Mundurnya KTM: Pelanggaran Komitmen!

Shane Byrne bersama tim Proton KR KTM (motogp.com)

KTM menyatakan bahwa mereka resmi mengundurkan diri dari MotoGP musim 2005 dan tidak akan lagi menyuplai mesin untuk tim Proton KR setelah GP Jerman.

Mendengar hal ini, Proton KR pimpinan Kenny Roberts Sr. mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan sama sekali dari pihak KTM.

Mereka menyebut bahwa KTM telah melanggar komitmen untuk menyuplai mesin dan pendanaan di untuk semusim penuh.

Mereka juga mengaku tidak meminta tambahan uang kepada KTM, bahkan uang yang dijanjikan juga tidak dibayarkan.

Berikut ini adalah pernyataan resmi Proton KR, seperti dilansir dari artikel Crash.net pada tanggal 19 Agustus 2005:

Pada tanggal 12 Agustus 2005, KTM memberitahukan kepada mitra mereka yaitu Proton KR Team Roberts, dengan pernyataan resmi bahwa mereka akan menghentikan aktivitas yang berhubungan dengan balapan di MotoGP musim ini.

Atas dasar itu, KTM telah melanggar komitmen terhadap Proton KR Team Roberts pada 2005. Bertentangan dengan pernyataan KTM yang menyebut sebagai penyuplai mesin, kerjasama antara kedua belah pihak hanya berbentuk kemitraan secara seimbang.

KTM tidak hanya berkontribusi atas mesin, perangkat elektronik, ban, serta gaji pembalap, tetapi juga berkomitmen untuk berbagi tanggung jawab atas pendanaan tim di musim 2005. Pendanaan tersebut sudah ada dan telah disepakati antara perwakilan KTM dan Proton KR Team Roberts pada awal Februari 2005.

Tidak ada permintaan lainnya untuk pendanaan oleh Proton KR Team Roberts yang melebihi kesepakatan, hanya saja ada permintaan terkait pembayaran terjadwal yang tidak pernah diperoleh tim.

Pihak tim sudah berusaha bertindak secara terhormat dan membangun itikad baik untuk memenuhi kewajiban yang telah disepakati bersama KTM. Tim tidak akan bisa memulai proyek ini tanpa dukungan dana untuk menyelesaikan kewajiban kepada Dorna dan sponsor tim sepanjang musim.

Kedua belah pihak menyadari bahwa partisipasi Proton KR Team Roberts pada MotoGP musim 2005 tidak akan terlaksana tanpa dukungan teknis dan pendanaan dari KTM. Melalui komitmen dari KTM yang kuat inilah, tim bisa terlibat di musim tersebut.

Pada awalnya, KTM secara efektif mengumumkan kerja sama dan mencapai kesepakatan dengan Proton KR Team Roberts dan mengupayakan yang terbaik di musim 2005 ini. Tetapi, hasil yang diberikan di MotoGP tidak seperti yang diinginkan dan bertolak belakang dengan balapan lainnya yang diikuti pabrikan tersebut.

Dengan latar belakang yaitu keputusan bisnis secara internal dan alokasi sumber daya alternatif, KTM memutuskan menarik diri dari kerjasama dengan tim di tengah musim dan mengabaikan komitmen kepada mitranya tersebut.

Selain gagal memberikan mesin yang kompetitif, mereka juga gagal memenuhi tanggung jawab mereka terhadap pendanaan dan memilih untuk melanggar komitmen mereka kepada Proton KR Team Roberts di musim 2005.

Menghadapi perayaan ke-20 dalam partisipasi di ajang balap motor ini, Proton KR Team Roberts akan terus bertindak profesional dan melanjutkan pengembangan yang ada.

Tim sangat bersemangat dalam menghadapi MotoGP dan meski hasil yang diperoleh tidak terlalu baik serta pandangan yang selalu berbeda, tim terus mencoba dengan cara yang kami yakini bisa bermanfaat untuk kejuaraan di masa depan. Komitmen tim adalah 110% untuk meraih ini.

Kepergian KTM tentunya merupakan masalah besar, dan tim akan mencoba mengatasi keadaan ini dengan cara terbaik untuk bisa melanjutkan musim.

Tim ingin mengucapkan terima kasih kepada para penggemar dan rekan di industri sepeda motor yang telah memberi dukungan dan mendorong partisipasi secara berkelanjutan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pemasok mesin dan para mitra yang telah bersabar menghadapi keadaan tim saat ini.

Sampai jumpa di Sirkuit Brno!***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.crash.net/motogp/news/76333/1/ktm-in-breach-of-commitments-to-team-roberts

Jumat, 19 Januari 2024

KTM Menghentikan Kerjasama dengan Proton KR Meski Musim 2005 Belum Selesai, Kenapa Ya?

Motor balap Proton KR KTM di tahun 2005 (Motogp.com)

MotoGP musim 2005 dihebohkan dengan hengkangnya KTM, pabrikan asal Austria, yang saat itu bermitra dengan Proton KR.

Kerjasama yang dibangun sejak akhir 2004 tersebut harus berakhir begitu saja terhitung sejak GP Jerman.

Dilansir Crash.net pada 12 Agustus 2005, KTM resmi tidak lagi menjadi penyuplai mesin untuk Proton KR.

Mereka pada awalnya memiliki tujuan untuk menjadi tim pabrikan sepenuhnya dengan mesin mereka sendiri.

Namun, mengingat kesempatan masih sangat terbatas, mereka pun memutuskan untuk menjalin kemitraan dengan tim yang dipimpin oleh Kenny Roberts Sr. tersebut. 

Dengan kemampuan dana yang terbatas, tim harus mencari dana tambahan berupa sponsor untuk proyek tersebut.

Menyadari bahwa hal tersebut tidak mudah, KTM mengaku telah menyiapkan tambahan yang melebihi biaya pasokan mesin.

Caranya adalah dengan mengontrak pembalap asal Inggris yaitu Shane Byrne dan penggunaan ban Michelin.

Namun, mereka hanya mampu untuk membayar 3 hal tersebut dan tidak bisa menambah yang lain.

Mundurnya KTM juga berdasar kepada pertimbangan tentang dampak investasi jangka pendek untuk pengembangan lanjutan motor 990cc yang akan dihentikan pada akhir musim 2006 mendatang.

Mengingat MotoGP akan beralih ke mesin 800cc mulai 2007, mereka ingin lebih fokus ke proyek di kelas 125cc dan 250cc.

Peraturan baru tersebut juga menjadi pertimbangan mereka untuk melakukan penilaian lebih lanjut terkait keterlibatan di kejuaraan yang sesuai dengan merek tersebut.

Proton KR yang menggunakan mesin KTM pada musim 2005 hanya mencetak 1 poin pada GP Amerika Serikat.

Mereka sempat mengembangkan mesin V5 buatan sendiri pada 2003 dan 2004, sebelum beralih dengan mencari dukungan pabrikan yang bermanfaat untuk menghadapi kekuatan pabrikan Jepang di era 4 tak.

Tim sempat melanjutkan balapan berikutnya yaitu GP Ceko, dengan menggunakan jasa dari Jeremy McWilliams.

McWilliams sendiri membela Proton KR pada 2002 dan 2003, dan ia dipilih untuk menggantikan Byrne yang tidak bisa membalap karena terikat kontrak dengan KTM.

KTM sempat membawa mesin mereka menjelang GP Ceko dan itu sempat menjadi sebuah harapan bagi Byrne untuk bisa ikut balapan.

Namun, mereka kemudian memutuskan bahwa Proton KR tidak bisa menggunakan mesin tersebut dan tim harus memakai kembali mesin V5 yang lama.

Masalah tersebut juga membuat Proton KR tidak bisa berkompetisi sejak GP Jepang hingga GP Turki.

Tim baru kembali di seri terakhir yaitu GP Valencia, dengan menggunakan jasa Kurtis Roberts.***

Sumber:

  • https://www.crash.net/motogp/news/76307/1/ktm-quits-team-roberts
  • https://www.crash.net/motogp/news/76413/1/pictures-ktm-withdraw

Kamis, 18 Januari 2024

Penampilan KTM di MotoGP Tahun 2005 Bersama Proton KR

Proton Team KR dalam game MotoGP 06 (THQ/Climax)

KTM saat ini menjadi salah satu pabrikan yang diperhitungkan di MotoGP, dengan kesuksesannya dalam menyaingi Ducati selama beberapa tahun terakhir.

Impian mereka untuk sukses yang dibangun sejak masuk ke MotoGP pada 2017 pun perlahan-lahan mulai tercapai sejak 2020, dan mereka mulai menggeser pabrikan Jepang seperti Honda dan Yamaha.

Namun, mereka sebenarnya telah memiliki kesempatan jauh sebelum itu, tepatnya pada tahun 2005.

Pada saat itu, KTM masih memfokuskan diri mereka di balapan kelas 125cc yang telah digeluti sejak 2003, dan 250cc yang baru dipersiapkan di tahun 2005.

Dilansir Crash.net, KTM diketahui menjalin hubungan dengan Team Roberts, yang saat itu masih menggunakan nama Proton KR.

Tim pimpinan pembalap legenda Kenny Roberts Sr. direncanakan akan melakukan tes dengan mesin KTM pasca balapan GP Portugal musim 2004.

Belakangan diketahui bahwa pengetesan mesin Proton Team KR-KTM ini ternyata sudah berlangsung pada akhir Agustus 2004 di sirkuit Brno.

Nobuatsu Aoki mengendarai motor hasil modifikasi sasis Proton KR yang dipadukan dengan mesin KTM V4.

Pengetesan ini sebagai upaya untuk memberikan penilaian terhadap performa mesin yang akan digunakan untuk MotoGP musim 2005 mendatang.

Proton KR saat itu berharap supaya mesin V4 buatan KTM bisa kompetitif, setelah menghadapi banyak masalah dalam memperoleh tenaga dari mesin V5 buatan mereka sendiri.

Mesin V4 buatan KTM sendiri awalnya diperuntukkan untuk proyek MotoGP yang pada akhirnya dibatalkan karena mereka ingin fokus kepada tim 125cc dan bisnis motor off-road.

Faktanya, mereka tetap melanjutkan pengembangan mesin dan berhasil menemukan mitra yaitu Proton KR.

Disinyalir bahwa mesin V4 KTM saat itu dapat memperoleh tenaga layaknya pabrikan Yamaha dan Honda yaitu mencapai 230 HP, berbeda dengan mesin V5 Proton KR yang hanya memperoleh 185 HP.

Kerjasama antara kedua belah pihak pun resmi terjalin pada 2005, dengan Shane Byrne dipilih sebagai pembalapnya.

Sayangnya, kerjasama keduanya hanya bertahan selama 10 balapan di musim 2005, dengan GP Jerman sebagai balapan terakhir mereka.

KTM memutuskan berhenti memberi dukungan dan Shane Byrne tidak bisa melanjutkan perannya di Proton KR, dikarenakan terikat kontrak dengan pabrikan asal Austria tersebut.

Proton KR kembali menggunakan mesin KR5 yang digunakan di tahun 2003-2004, dengan Jeremy McWilliams turun di GP Ceko dan Kurtis Roberts di GP Valencia.

Satu-satunya poin yang dicetak oleh Proton KR-KTM adalah kala Shane Byrne sukses finis ke-15 dalam balapan GP Amerika Serikat di Laguna Seca.***

Sumber:

  • https://www.crash.net/motogp/news/74400/1/proton-kr-to-test-ktm-in-september
  • https://www.crash.net/motogp/news/74575/1/team-kr-admits-secret-ktm-test
  • https://www.crash.net/motogp/news/74623/1/roberts-wont-rule-out-racing-ktm-engine

Rabu, 17 Januari 2024

Ducati akan Punya Tim Satelit di Tahun 2004

Shinya Nakano bersama tim Yamaha D'Antin pada tahun 2003 (Jimin Lai via Getty Images)

Usaha Ducati dalam menambah tim dan pembalap di MotoGP musim 2004 tampaknya mulai mencapai kesepakatan lewat pengumuman di bulan September 2003 mendatang.

Perjanjian antara Dorna dan seluruh tim membuat Ducati tidak bisa langsung bisa membentuk tim baru untuk memberi tempat kepada pembalap World Superbike favorit mereka.

Mereka harus melakukan kesepakatan dengan tim yang sudah ada atau menyewakan tempat dari tim lain untuk membentuk tim baru.

Ducati mengharapkan supaya tim tersebut dapat menghadirkan juara dunia World Superbike 2003 yaitu Neil Hodgson, bersama dengan rekan satu timnya yang nanti akan diumumkan.

Tim yang paling mungkin bisa didekati oleh Ducati adalah WCM dan D'Antin.

Namun, WCM memutuskan untuk mempertahankan posisi mereka dengan menjalankan motor 4 tak buatan mereka sendiri bersama Harris pada musim 2004.

D'Antin pada akhirnya menjadi target utama bagi Ducati, dengan Shinya Nakano atau Makoto Tamada yang akan menjadi kandidat untuk pendamping Hodgson.

Luis D'Antin menjalankan timnya di MotoGP musim 2003 dengan satu pembalap yaitu Shinya Nakano, dan satu tempat lainnya disewakan oleh tim Pramac Honda dengan Makoto Tamada.

Peluang kerjasama antara D'Antin dan Ducati akan membantu membuatnya memperoleh dua pembalap dengan motor Desmosedici GP3.

Nama lain yang akan mendampingi Hodgson adalah Alex Hofmann, yang pada musim 2003 sedang membela tim Kawasaki.

Meski begitu, masih ada pertanyaan mengenai keinginan Yamaha maupun Honda untuk mempertahankan hubungannya dengan D'Antin.

Shinya Nakano tampil cukup baik bersama Yamaha di pertengahan musim 2003 dan cukup rutin mencetak poin di 10 besar.

Makoto Tamada, yang merupakan pembalap debutan saat itu, juga cukup dihargai karena adaptasi yang cepat dengan Honda RC211V.

Selain itu, ia juga menggunakan ban Bridgestone yang nantinya akan dikembangkan untuk musim berikutnya.

Pembalap kedua D'Antin juga diperebutkan oleh Tohru Ukawa, yang cukup tertekan dengan performanya di tim Pons.

Keterlibatan Pramac di tim Pramac Honda dan Camel Pramac Pons juga memunculkan spekulasi bahwa Ukawa bisa saja digantikan oleh Tamada.

Belum lagi, performa brilian Max Biaggi di musim 2003 dapat membuatnya memperoleh spek pabrikan yang saat itu dimiliki Ukawa.

Juru bicara tim D'Antin menyatakan kepada Crash.net bahwa kontrak tim dengan Yamaha akan berakhir di bulan September 2003.

Setelah bulan tersebut, tim akan dibebaskan untuk menandatangani kontrak dengan pabrikan lain, dalam hal ini adalah Ducati yang mengincar D'Antin sebagai tim satelit untuk 2004 .***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.crash.net/motogp/feature/72864/1/dantin-ducati-deal-announced-in-september

Selasa, 16 Januari 2024

Max Biaggi Mendapat Dukungan dari Repsol untuk Musim 2004

Max Biaggi bersama tim Camel Honda pada tahun 2004 (motogp.com)

Tim satelit Camel Honda mengumumkan bahwa bulan Mei 2004 ini Max Biaggi resmi mendapat dukungan dari Repsol untuk sisa balapan MotoGP di musim tersebut.

Perusahaan minyak dan gas tersebut masih menjadi sponsor tim pabrikan Honda yang saat itu menggunakan duet pembalap Alex Barros dan Nicky Hayden.

Kesepakatan tersebut nantinya akan membuat tulisan Repsol akan ditampilkan di motor Max Biaggi.

"Kami merasa bahagia dalam mengumumkan kemitraan ini. Setelah beberapa tahun bekerja sama di masa lalu, Repsol akan menyediakan kemitraan balap dengan kualitas terbaik dan dirancang khusus untuk motor RC211V milik kami, dengan tujuan untuk memenuhi segala persyaratan teknis yang dimiliki,'' ujar kepala tim Camel Honda yaitu Sito Pons.

Repsol sendiri pernah bekerjasama dengan Pons dalam kejuaraan balap mobil Formula Nissan, dan kerjasama terbaru ini cukup bisa menghilangkan sedikit hambatan antara dukungan Honda Racing Corporation (HRC) kepada Max Biaggi.

Ini menjadi salah satu cara terbaik sebagai rencana candangan apabila Barros dan Hayden gagal meraih gelar MotoGP musim 2004.

Kesepakatan ini diketahui tidak melibatkan Makoto Tamada, yang merupakan rekan satu tim Max Biaggi di Camel Honda.

Awalnya, Repsol ingin melindungi posisi mereka sebagai sponsor dan penyuplai dana di tim pabrikan Honda.

Mereka tidak ingin supaya HRC memberikan perlakuan yang sama kepada pembalap tim satelit Honda yaitu Camel Honda dan Telefonica Movistar Honda.

Namun, hijrahnya Valentino Rossi ke Yamaha dan performa brilian Sete Gibernau dan Max Biaggi membuat Repsol harus berpikir ulang.

Karena hal itulah, Repsol merasa perlu memberi dukungan kepada Max Biaggi untuk bisa bersaing di musim 2004.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.crash.net/motogp/feature/74059/1/biaggi-gets-repsol-backing

Senin, 15 Januari 2024

Pramac Honda Team Resmi Berkompetisi dalam MotoGP Musim 2003

Makoto Tamada bersama Pramac Honda Team di MotoGP musim 2003 (Motogp.com)

Pramac Racing, tim balap yang berada di bawah naungan perusahaan Pramac Industrial Group dari Tuscani, resmi berkompetisi dalam balapan MotoGP musim 2003.

Seperti dilansir Roadracingworld.com, tanggal 8 Januari 2003 adalah peluncuran bagi tim yang akan bernama Pramac Honda Team ini.

Mereka akan berpartisipasi dengan motor 5 silinder Honda RC211V yang dikendarai pembalap Jepang Makoto Tamada dan menggunakan ban Bridgestone.

Bagi Pramac, keterlibatan di MotoGP akan menjadi langkah besar atas komitmen mereka di dunia olahraga, terutama terkait ketertarikan di balap motor.

Pramac Honda Team dapat hadir pada tahun 2003 ini berkat usaha mereka dalam membeli 1 kursi yang sebelumnya dimiliki oleh tim D'Antin.

Proyek ini merupakan hasil kerjasama Pramac dan Honda Racing Corporation (HRC) serta Bridgestone, yang tertarik dalam melakukan penelitian dan pengembangan di dunia balap motor.

Langkah yang ditempuh Bridgestone ini merupakan bentuk kelanjutan dari dominasi mereka di Formula 1 bersama Ferrari pada saat itu.

Tetsuo Iida sebagai terpilih sebagai Presiden Pramac Racing, berdasarkan latar belakangnya yang telah lama berkarir bersama Honda, terutama jabatan Presiden Honda Eropa yang telah dipegangnya selama 9 tahun.

Selain menjadi Presiden, ia juga akan menjalankan tugas sebagai kepala divisi balap Pramac.

Manajemen utama Pramac Honda Team akan dipercayakan kepada Gianluca Monitron, yang sebelumnya memegang jabatan serupa dalam proyek musim 2002 lalu.

Makoto Tamada, pembalap kelahiran Ehime pada tahun 1976, memiliki latar belakang sebagai runner-up Japanese Superbike dan pernah memenangkan 3 kali balapan World Superbike.

Ia ditantang untuk bisa membantu tim dalam mengembangkan motor Honda RC211V dengan ban Bridgestone.

Pramac Honda Team akan menjalankan tes perdananya pada tanggal 20-22 Januari 2003 di Sepang, Malaysia.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.roadracingworld.com/news/pramac-announces-deal-to-run-tamada-on-a-honda-in-motogp/