Senin, 24 April 2023

Kau Tidak Pernah Aman

Kau tidak pernah aman. Kau tidak pernah benar-benar aman sama sekali.

Kau berusaha menyembunyikan dirimu, menghilangkan segala bukti, mencegah orang melacakmu.

Namun jejakmu masih terlihat dimana-mana tanpa pernah kau sadari.

Kau berusaha keras untuk menyimpan rahasia, untuk mencegah orang lain tahu segalanya tentangmu.

Namun terkadang dirimu secara tidak sadar membuka apa yang seharusnya menjadi rahasia tersebut.

Kau berusaha menutup rapat-rapat akses untuk orang lain terhadap kehidupanmu.

Siapa sangka, itu hanya membuatmu terjebak dan tertahan dalam kesendirianmu.

Apakah rasa aman adalah hal yang mungkin bisa didapatkan oleh seseorang?

Secerdas apapun dirimu untuk menutup dan menghalangi akses dari orang lain,

Jauh di dalam hatimu kau tahu bahwa masih ada celah bagi mereka memasuki duniamu.

Haruskah kau mencemaskan hal itu? Mengapa kau tidak istirahat saja?

Barangkali semua yang kau khawatirkan itu hanya sekadar prasangka buruk.

Atau mungkin kau sudah cukup menerima kenyataan tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Tidurlah. Siapa tahu itu hanya khayalanmu semata.

Minggu, 23 April 2023

Satu Hari, Satu Posting

Ini adalah sebuah tantangan masa kini dimana seorang penulis konten dituntut untuk aktif dan rajin menulis konten yang ada.

Untuk mereka yang menulis tanpa terikat dunia kerja, menulis adalah sebuah cara melepaskan diri dari segala rasa jenuh. Mereka menulis di tempat yang bebas tanpa ada aturan yang mengikat. Beberapa diantaranya menulis seenaknya untuk memuaskan diri mereka, beberapa lainnya berhati-hati untuk menulis dengan memastikan bahwa tulisan mereka berkualitas dan menjangkau banyak pembaca.

Beberapa orang hanya ingin menulis untuk dirinya sendiri, sehingga mereka memutuskan bahwa semua yang ia tulis khusus hanya untuk dirinya dan biarkan dirinya sendiri saja yang tahu. Barangkali juga ia ingin bebas tanpa ada aturan mengenai apa yang harus dilakukan.

Sisanya adalah orang yang berhati-hati dan melakukan riset untuk mendapatkan informasi yang tepat dan sah, sehingga isinya tidak sekadar basa-basi atau salin-tempel semata. Mereka berharap bahwa tulisan yang dibuat bisa mendatangkan perhatian banyak orang.

Namun, ada juga mereka yang terikat dengan dunia kerja. Mereka tidak bisa menulis sesuai keinginan mereka dan terkadang harus melakukan apa yang diminta oleh atasan, meski mereka tidak benar-benar menguasai materi tersebut atau mereka tidak berminat sama sekali terhadap bahasan yang diberikan. Kadang-kadang, ada juga mereka yang tidak suka namun tetap melakukannya karena tidak ada pilihan lain. Menyalin kadang menjadi cara cepat untuk produktif tanpa memikirkan kualitas dari tulisan tersebut.

Saya adalah orang yang kurang aktif menulis. Sulit sekali untuk menemukan ide mengenai apa yang harus ditulis dan diposting. Blog yang saya miliki pun sepi peminat selain karena saya yang kurang aktif juga karena tidak ada yang istimewa disini. Saya tidak mengharapkan adanya kehadiran orang yang mau membaca disini, walaupun kadang-kadang saya juga menginginkannya.

Sekarang, dengan saya terikat di dunia kerja, saya harus berusaha untuk aktif menulis. Kadang-kadang saya tidak bisa memikirkan kualitas karena harus produktif. Namun, saya juga perlu berhati-hati karena bisa saja ada yang mengecam dan membenci tulisan saya.

Sudah saatnya bagi saya untuk keluar dari peristirahatan. Blog ini akan saya coba hidupkan kembali dengan tulisan sebebas-bebasnya versi saya.

Satu hari, satu posting. Itulah target yang harus dicapai untuk saya sendiri di blog ini.


Sabtu, 22 April 2023

Terlalu Banyak Maaf

Hari raya Idul Fitri kembali tiba. Inilah saat dimana umat Muslim merayakan apa yang disebut sebagai kemenangan. Setelah sebulan berpuasa, sudah saatnya untuk benar-benar berbuka dan kembali kepada cara seperti awal. Kita dianggap kembali suci, bersih, dan memenangkan pertarungan sengit melawan lapar, haus dan hawa nafsu.

Kemudian datanglah hari dimana banyak orang berpakaian dan tampil baru, menyajikan makanan dan minuman yang menggugah selera, hingga saling berkunjung antar keluarga untuk saling memaafkan satu sama lain.

Bagian memaafkan ini yang akan saya beri sorotan, karena saya memiliki suatu masalah berhubungan dengan hal ini.

Mungkin kalian sudah tahu, atau belum tahu, atau juga tidak mau tahu. Saya seringkali menutup diri, mengasingkan atau menghilangkan diri, dan memilih untuk diam di dalam keramaian. Ketika orang lain bisa asyik berbicara satu sama lain, bahkan bisa bercanda dan bercerita. Saya hanya bisa terdiam untuk menatap mereka dan memperhatikan apa yang mereka bicarakan. Maksudnya, sejujurnya saya ingin sekali melibatkan diri dalam percakapan mereka, namun saya khawatir hanya dianggap sebagai pengacau dan perusak suasana.

Ketika saya bertamu kepada sanak keluarga yang masih ada, saya bisa melihat adanya saudara sepupu hingga keponakan yang berkumpul. Mereka terlihat asyik menurut pandangan saya. Kemudian saya dan keluarga pun datang kepada mereka dan memohon maaf lahir dan batin. Disini saya merasakan sebuah kejanggalan.

Bagaimana bisa saya memohon maaf lahir dan batin kepada orang yang tidak benar-benar saya kenal? Apa maksudnya? Apakah mereka benar-benar mengetahui siapa saya? Saya sulit untuk bisa mengenal baik mereka dan saya datang untuk memohon maaf kepada mereka tanpa mengetahui maksudnya. Saya jadi bingung sendiri tentang mengapa harus memaaafkan mereka untuk hal yang saya dan mereka sendiri tidak ketahui?

Sebagai orang yang juga kurang terbuka dan selalu berusaha menutup diri rapat-rapat terhadap apapun, saya sendiri mempertanyakan mengapa saya harus memohon maaf secara lahir dan batin kepada mereka. Saya merasa bahwa seharusnya hal tersebut hanya bisa dilakukan apabila mereka mengetahui apa yang terjadi, masalah yang dihadapi saya, hingga latar belakang dari permasalahannya.

Saya tidak menolak kenyataan jika saya memang salah. Seringkali menghindar, kurang komunikasi, suka menyendiri, tidak nyaman di depan orang banyak. Masih banyak kekurangan lainnya yang tidak saya sebutkan disini, namun kalian dapat menilai sendiri apa saja yang menjadi masalah dalam diri saya.

Mungkin, sebaiknya saya memutuskan untuk tetap memaafkan. Memaafkan atas diri saya yang selalu menolak ajakan hingga terus menghindar, tidak berani untuk mengutarakan perasaan, lemah secara fisik hingga mental, terlalu fokus terhadap dunia fantasi saya sendiri dan lain-lain. Rasanya memang janggal, namun saya merasa bahwa tetap memaafkan itu sangat penting untuk menyembuhkan atau setidaknya mengurangi luka di hati dan pikiran.

Sepertinya saya mengucapkan terlalu banyak maaf. Kelihatannya memang menjadi tidak berharga, namun saya melakukannya untuk mengobati rasa sakit yang saya alami dan membuat saya belajar untuk memahami apa saja kekurangan saya yang harus diperbaiki.

Selamat Idul Fitri dari Saya yang masih berusaha untuk bangkit.

Sabtu, 18 Maret 2023

Pentingnya Belajar Tentang Kode Etik Jurnalistik Sebelum Menjadi Seorang Penulis Konten

HARIANHALUAN.COM - Ketika penulis konten berkiprah di sebuah media pers, penting bagi mereka untuk memahami tentang kode etik jurnalistik.

Kode etik jurnalistik adalah aturan-aturan yang harus ditaati wartawan di Indonesia ketika menyampaikan informasi.

Hal ini berguna untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk mendapatkan informasi yang benar.

Kegunaan lainnya adalah supaya wartawan memiliki landasan moral dan etika profesi yang menjadi pedoman untuk menjaga kepercayaan publik, menegakkan integritas, dan profesionalisme.

Terdapat 11 kode etik jurnalistik yang harus diketahui dan ditaati oleh para wartawan.

Pertama, wartawan harus independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

Kedua, wartawan menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik.

Ketiga, wartawan harus selalu menguji informasi, menyampaikan berita secara berimbang dan tidak mencampur fakta dan opini dengan cara menghakimi, serta menggunakan asas praduga tak bersalah.

Keempat, wartawan dilarang membuat berita dengan unsur kebohongan, fitnah, sadis, dan cabul.

Kelima, wartawan tidak boleh menyebut atau menyiarkan identitas korban kejahatan susila serta anak yang menjadi pelaku kejahatan.

Keenam, wartawan tidak boleh menyalahgunakan profesinya maupun menerima suap dari pihak manapun.

Ketujuh, wartawan memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia untuk diketahui identitas dan keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang dan off the record sesuai kesepakatan.

Kedelapan, wartawan dilarang menulis berita atau menyiarkan berita yang mengandung prasangka atau diskriminasi terhadap perbedaan suku, agama, ras, warna kulit, bahasa, dan jenis kelamin tertentu serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, dan cacat.

Kesembilan, wartawan menghormati hak narasumber mengenai kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.

Kesepuluh, wartawan harus segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan adanya permohonan maaf kepada pemirsa, pendengar, dan pembaca.

Kesebelas, wartawan harus melayani hak jawab dan hak koreksi dengan cara yang proporsional.

Meskipun sudah ada kode etik jurnalistik, pers tetap tidak kebal terhadap hukum meski kebebasannya dijamin konstitusi dan undang-undang.

Apabila wartawan melakukan pelanggaran, maka mereka akan menghadapi delik pers, yaitu tindak pidana yang dilakukan oleh pekerja pers.

Contoh tindakan yang termasuk delik pers adalah penghinaan, pencemaran nama baik, dan membocorkan rahasia negara.

Tindakan-tindakan tersebut bisa dijerat dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), sehingga wartawan wajib untuk mematuhi kode etik yang telah disebutkan sebelumnya.

Materi tentang kode etik jurnalistik ini menjadi bagian dari pelatihan konten kreator hari kelima yang diselenggarakan Haluan dan Hops.

Materi yang disampaikan Nicolaus Ade, yang menjadi salah satu staf di Haluan, diharapkan membuat para peserta pelatihan memahami apa saja yang harus ditaati oleh wartawan ketika akan menulis dan menyampaikan suatu konten berita.***

Mengenal Penulisan Judul dan Sumber yang Penting untuk Dilakukan Sebelum Menulis Konten

HARIANHALUAN.COM - Seorang penulis konten di media online sangat perlu untuk memahami dasar-dasar dalam menulis konten artikel yang akan disampaikan.

Mereka perlu mengenal unsur-unsur penting bahkan mulai dari yang dasar sekalipun seperti penulisan judul dan sumber.

Hal tersebut dimaksudkan supaya konten bisa dianggap lolos uji dan bisa ditemukan pada mesin pencari.

Menjawab hal tersebut, Haluan dan Hops memberikan ilmu kepada para peserta pelatihan konten kreator berupa tata cara penulisan konten.

Nicolaus Ade, sebagai pemberi materi, menunjukkan kepada para peserta tentang tata cara yang harus dilakukan berdasarkan buku pedoman.

Judul adalah hal yang paling penting dan krusial dalam penulisan, karena judul bisa menentukan apakah konten tersebut layak atau tidak.

Ia mengatakan bahwa judul harus mengandung subjek dan predikat serta mengandung keyword yang relevan.

Penulis konten sebaiknya menggunakan long-tail keyword supaya judul dan informasi yang disampaikan lebih spesifik dan menciptakan persaingan yang rendah.

Dalam pembuatan judul, sebaiknya tidak menggunakan simbol unik karena akan sulit untuk ditemukan oleh mesin pencari.

Penggunaan tanda tanya pada judul pun hanya diperbolehkan untuk artikel dengan tema seperti Gaya Hidup, Otomotif, Belia dan Teknologi.

Artikel hard news seperti cek fakta atau yang mencantumkan kutipan tokoh pun diperbolehkan untuk memakai tanda tanya.

Editor dan penulis konten pun harus memeriksa dengan teliti apakah judul yang dibuat sudah memenuhi syarat atau belum.

Sumber juga menjadi hal yang krusial dalam penulisan konten yang akan disampaikan dan dipublikasikan.

Dalam penulisan hard news, sumber yang ditulis harus jelas dan sebaiknya tidak bersumber dari media sosial atau portal berita lain.

Sumber pun selain harus dicantumkan di kolom source juga disematkan di dalam body text.

Untuk sumber dari artikel berbahasa asing, pastikan bahwa media yang menjadi sumber tersebut tidak memiliki situs dengan versi Bahasa Indonesia.

Khusus untuk artikel seperti tutorial, boleh menggunakan sumber apapun bahkan tanpa perlu dicantumkan di source atau body text.

Apabila menulis sumber dari media sosial, wajib untuk mencantumkan mengenai tanggal dan pemilik akun yang memposting sumber tersebut.

Jika terdapat suatu konten yang viral di media sosial, disarankan untuk mencari tahu dan mengkonfirmasi kebenarannya supaya tidak menyebabkan salah paham.

Disarankan pula untuk tidak memakai sumber berita yang berasal dari komentar netizen sebagai sudut pandang utama dari artikel.

Pelatihan hari kelima dari yang diselenggarakan Haluan dan Hops ini diharapkan dapat membuat para peserta mengenal lebih dalam tata cara penulisan konten bahkan dari hal yang bagi mereka dianggap sepele sekalipun.***

Mengenal Tentang Konten Viral dan Konten Kreatif dalam Pelatihan Konten Kreator Haluan dan Hops

HARIANHALUAN.COM – Sekarang ini semakin marak konten-konten di sosial media, mulai dari konten viral hingga konten kreatif.

Konten-konten yang berbentuk artikel ini menjadi sumber untuk para pembaca untuk mengetahui informasi terkini yang sedang ramai dibicarakan.

Pembahasan mengenai konten ini menjadi bagian dari pelatihan konten kreator Haluan dan Hops yang berlangsung mulai tanggal 13-18 Maret 2023.

Pelatihan hari keempat yang berlangsung pada Kamis, 16 Maret 2023 ini membahas tentang konten viral dan konten kreatif.

Ayunda Lintang, sebagai pemateri, menjelaskan kepada peserta tentang dasar-dasar dan cara pembuatan konten-konten tersebut.

Konten viral sendiri membahas tentang hal-hal yang sedang viral dan seringkali dibicarakan oleh masyarakat belakangan ini.

Dalam penyampaian kontennya, isu yang akan diangkat harus memiliki atensi dari publik untuk menjamin bahwa isu tersebut memang viral.

Untuk meningkatkan rasa penasaran bagi para pembaca, penulis perlu memberikan sikap skeptisisme atau rasa curiga maupun ragu kepada pembaca terhadap isu yang disampaikan.

Tahapan-tahapan yang harus dilakukan ketika menulis konten viral adalah harus ada hal yang viral, memeriksa skala viralitas dan mampu menceritakan dengan jelas konten yang viral tersebut.

Penulis harus mengetahui sumber dari hal-hal yang viral tersebut seperti media sosial yang digunakan dan akun yang memviralkan kejadian tersebut.

Konten kreatif sendiri merupakan turunan dari konten viral, yang mana membahas mengenai dampak yang terdapat pada isu tersebut.

Pembuatan konten kreatif dilakukan dengan mencari tahu tentang isu yang sedang viral dan mengikutinya hingga selesai.

Setelah itu, dilanjutkan dengan melakukan pengembangan konten dengan mengambil sudut tertentu dari isu yang sedang ramai tersebut.

Tahapan-tahapan dalam membuat konten kreatif yaitu membuat prolog pada paragraf 1-5, lalu memberi informasi penting di paragraf 6-20 dan mengakhirinya dengan informasi tambahan di paragraf 20-25.

Pada umumnya, konten kreatif yang sering ditampilkan di situs-situs berita online mengandung sekitar 3-5 halaman.

Bagian awal dari konten diisi oleh uraian pendek yang menjelaskan sekilas tentang isu yang viral dan harus dipastikan pembaca bisa tertarik saat melihatnya.

Inti dari berita ditempatkan di tengah, dimana menjelaskan tentang isu yang akan dibahas beserta dampaknya.

Bagian akhir pada berita menjelaskan tentang informasi tambahan, dan bisa saja sedikit mengulang apa yang sudah disampaikan di awal.

Adanya konten kreatif sangat penting untuk meningkatkan traffic dan memanfaatkan keyword yang sedang viral.

Konten kreatif juga memberikan sudut pandang lain dalam menggambarkan isu, yang mana bisa menambahkan keterangan dari pihak yang bersangkutan.

Setelah menyampaikan materi, Ayunda kemudian memeriksa dan memberi penilaian dan koreksi terhadap tugas dari beberapa peserta.***

Kamis, 16 Maret 2023

Mempelajari Teknik Membuat Judul Artikel yang Baik dan Menarik

(Artikel ini ditulis untuk memenuhi tugas Pelatihan Content Creator Haluan dan Hops.)

HARIANHALUAN.COM - Persaingan media online yang semakin ketat, menuntut penulis untuk lebih kreatif bukan hanya dalam menulis artikel saja namun juga harus membuat judul yang baik dan menarik perhatian pembaca.

Pelatihan hari ketiga yang diselenggarakan pada hari Rabu, 15 Maret 2023 oleh Harian Haluan dan Hops.id menjadi sarana untuk para peserta dalam mempelajari cara pembuatan judul.

Materi disampaikan oleh pendiri Hops.id yaitu Hadi Suprapto, yang menjelaskan beberapa teknik untuk membuat judul yang menarik namun tetap menaati aturan-aturan dalam pers.

Ia menjelaskan bahwa dalam membuat judul, penulis perlu memperhatikan tiga hal yang disebut sebagai azas pertarungan tiga detik.

Pertama, para pembaca seringkali hanya membaca sekilas dengan melihat melalui judul saja, maka penulis artikel perlu memastikan bahwa judul tersebut benar-benar menarik dan membuat pembaca mau melihat isinya.

Kedua, penulis artikel perlu memastikan bahwa pokok dalam judul terpampang dengan jelas dan membahas tentang apa, siapa, kenapa, dan-lain-lain.

Ketiga, penulis artikel juga harus menggunakan serta memperhatikan keyword yang digunakan, pastikan keyword tersebut mendukung isi artikel yang disampaikan.

Selain penggunaan keyword, penggunaan foto juga berpengaruh karena foto seringkali menjadi objek pertama yang dilihat oleh pembaca.

Ia menambahkan bahwa dengan penggunaan foto dan penggunaan keyword yang sesuai sangat berguna untuk mempermainkan emosi pembaca.

Begitu pula dengan penulisan judul, dimana sebaiknya hanya menggunakan 110 karakter dan ditaruh di 40-50 karakter pertama.

Dalam menulis artikel, penulis perlu memberikan 1 keyword dalam penulisan judul dan apa yang dibahas.

Keyword pun harus mengandung unsur People, Place, Things (PPT) dan ditaruh di judul, deskripsi, caption foto, dan paragraf pertama hingga ketiga.

Penulis pun sebaiknya tidak menggunakan simbol-simbol unik, namun bisa menggunakan simbol yang berhubungan dengan tanda baca seperti tanda tanya atau tanda seru.

Penulis artikel juga tidak boleh menggunakan tanda tanya dalam artikel hard news, namun boleh menggunakannya dalam artikel tentang cek fakta atau kalimat langsung dari narasumber.

Ia mengatakan kepada para peserta pelatihan bahwa judul yang baik adalah bisa menyampaikan apa yang dimaksud, ada keyword yang relevan, dan sesuai dengan logika.

Penulis sebaiknya jangan membuat judul yang menjelaskan keseluruhan informasi yang ada pada artikel.

Penulis juga harus memastikan bahwa judul artikel tersebut tidak datar, tidak menjawab informasi dengan menggunakan foto, tidak mengandung clickbait, dan tidak mengandung unsur mistis.

Setelah penyampaian materi, ia juga menilai tugas-tugas yang dikerjakan para peserta pelatihan dan memberi penilaian terhadap aspek-aspek yang ada.***