Senin, 05 Juli 2021

Saat Aku Meninggalkan Kenyataan

Ketertarikanku dengan hal yang tak berhubungan dengan bidangku, membuat aku jauh dari apa yang diinginkan semua orang. Rasa cintaku terhadap segala keganjilan dan keanehan membuatku lupa keindahan dunia beserta kenyataannya. Aku menolak kenyataan yang terjadi dan memutuskan untuk bersembunyi. Aku membangun kenyataan buatanku sendiri yang aku yakin itu lebih baik dari kenyataan sesungguhnya. Ternyata semua itu menipuku. Ia membawaku menuju kegelapan dan kekacauan. Ia memberi kenyamanan di awal hanya untuk memberi hukuman di akhir. 

Ketika aku tersadar akan kesalahan itu, aku berusaha bangkit dan menerima kenyataan yang ada. Aku kembali untuk bertarung dan menghadapi pahitnya kehidupan, yang nantinya akan menjadi sebuah kebahagiaan apabila aku mau bersabar dan pantang menyerah. 

Aku pun masih bertahan kepada tindakan-tindakan tidak biasa yang selalu kulakukan, namun dengan menyeimbangkan diri dengan apa yang seharusnya menjadi keharusan untuk dilakukan dan diselesaikan. Aku harus kembali kepada apa yang seharusnya sudah kuambil. Tanggung jawab itu sudah sepantasnya diselesaikan, untuk membuka diri dan membawaku lepas dari penderitaan yang tidak terasa ini. Mungkin aku sangat terlambat, tetapi aku bisa menghindari hal-hal yang lebih buruk lagi apabila aku terus saja mengabaikannya.

Selasa, 22 Desember 2020

Ternyata Ada Orang yang Melihat Blogmu

Saya seperti sudah meninggalkan blog ini, namun link-nya masih terpajang di sosial media yang Saya miliki. Saya seperti bingung mengenai apa yang harus diposting, karena sepertinya distraksi telah memakan banyak ide yang dimiliki di dalam pikiran dan masalah menunda-nunda pekerjaan yang menyebabkan banyak sekali kegiatan menjadi terbengkalai, terutama segala hal yang penting. Blog ini tidak terurus karena Saya sendiri juga yang menyebabkannya menjadi terbengkalai. Sekarang Saya berusaha untuk memulihkan diri dan membangun ide dan berharap tidak ada lagi hal yang disia-siakan dalam pikiran Saya yang kemudian pergi begitu saja.

Bicara soal judul, ini mengenai kejadian yang Saya ketahui ketika memantau tweet dari seorang teman dan ini sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu. Teman Saya ini mengetweet bahwa dia ini "random banget" ketika mau baca blog Saya. Ini mengejutkan karena Saya menyangka tidak ada siapapun yang mau membaca blog Saya yang jelas tidak berguna dan tidak tahu tujuannya apa. Satu hal yang dilupakan adalah Saya memajang link untuk blog ini di sosial media, sehingga sebenarnya masih ada kemungkinan bahwa ada orang iseng yang mau melihat isi blog Saya meskipun kemungkinannya sangat kecil karena hampir tidak ada promosi. Seharusnya Saya tahu bahwa Saya tidak sendiri, dan sepandai-pandainya seseorang menyembunyikan sesuatu pada akhirnya akan ketahuan juga dengan cara apapun.

Cukup mengejutkan mengetahui teman Saya tersebut menyebutkan nama Saya, tetapi balasan dari tweet tersebut lebih membuat Saya kaget sekaligus heran. Teman yang lain bilang "creepy", yang satu lagi bilang "semua buyar gara-gara itu blog", juga yang satu lagi bilang "takut banget".

Semua balasan-balasan itu seperti membangun pandangan bahwa Saya itu mengerikan, menakutkan, mengancam, dan lain-lain (berdasarkan salah satu postingan). Ya, ini juga kesalahan Saya yang menulis dengan tema seperti itu. Mungkin tidak banyak yang mengetahui (tapi sekarang Kalian tahu) betapa sensitifnya diri Saya. Apa yang saya tulis biasanya berdasarkan kepada perasaan hati yang tidak menyenangkan, rasa tidak bisa menerima kegagalan, keinginan untuk membalas dengan cara yang buruk, ketakutan dan kesendirian. Masih banyak hal-hal yang Saya tulis namun ada yang sengaja tidak dimasukkan ke blog ini dengan berbagai alasan, terutama tentang bagaimana orang lain memandang Saya dari postingan-postingan yang ada.

Saya kini menjadi orang yang pikir-pikir dahulu sebelum posting, berpikir mengenai akibat yang akan ditimbulkan dari apa yang diposting. Saya bisa bilang tulisan yang Saya buat ini hebat, namun di mata orang lain bisa saja terlihat konyol, tidak bermakna, tanpa dasar, tidak jelas maksudnya. Terkadang semua itu mengurangi keinginan Saya untuk menulis, tetapi pujian-pujian yang diberikan orang lain tidak dapat membantu karena Saya merasakan bahwa sebagian diantara mereka hanya terpaksa memberi pujian hanya demi menyenangkan hati Saya. Bukan berarti Saya tidak mengapresiasi pujian yang diberikan orang lain, karena Saya masih percaya bahwa ada yang benar-benar menghargai dan memuji apa yang Saya kerjakan ini. Saya sendiri bahkan ketika melihat apa yang sudah pernah diposting di masa lalu pun merasa heran, bingung, juga menyesal. Semua yang terlihat baik begitu dinilai buruk di mata orang lain akan menghasilkan pandangan yang buruk juga mengenai diri sendiri.

Pada akhirnya, sudah seharusnya Saya merasa bersyukur bahwa masih ada yang mau melihat blog Saya meskipun dengan cara yang tidak diharapkan. Ini bisa jadi satu-satunya yang saya posting di tahun 2020 yang menurut banyak orang sebagai tahun yang kelam, setelah absen pada 2019 karena tiadanya ide. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Hanya Saya sendiri yang tahu...

Senin, 08 Oktober 2018

Identitas Komputer

TCP singkatan dari Transmission Control Protocol dan IP singkatan dari Internet Protocol. TCP/IP menjadi satu nama dikarenakan fungsinya yang selalu berkaitan antara satu dengan yang lain dalam komunikasi data. TCP/IP saat ini dipergunakan dalam banyak jaringan komputer lokal / Local Area Network (LAN) yang terhubung ke Internet, karena memiliki sifat:
  1. Merupakan protokol standar yang terbuka, gratis dan dikembangkan terpisah dari perangkat keras komputer tertentu. Karena itu protokol ini banyak didukung oleh vendor perangkat keras, sehingga TCP/IP merupakan pemersatu perangkat keras komputer yang beragam merk begitu juga sebagai pemersatu berbagai perangkat lunak yang beragam merk sehingga walau memakai perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang berlainan, komputer dan komputer lainnya dapat berkomunikasi data melalui Internet.
  2. Berdiri sendiri dari perangkat keras jaringan apapun. Sifat ini memungkinkan TCP/IP bergabung dengan banyak jaringan komputer. TCP/IP bisa beroperasi melalui sebuah Ethernet, sebuah saluran dial-up, dan secara virtual melalui berbagai media fisik transmisi data.
  3. Bisa dijadikan alamat umum sehingga tiap perangkat yang memakai TCP/IP akan memiliki sebuah alamat unik dalam sebuah jaringan komputer lokal, atau dalam jaringan kumputer global seperti Internet.

Cara untuk mengetahui identitas Internet Protocol melalui Command Prompt:

1. Tekan Win + R (Win = logo MS Windows terletak antara Clrl dan Alt; R untuk Run) kemudian isikan "CMD" lalu klik OK
2. Setelah CMD terbuka lalu ketikkan "ipconfig" lalu klik enter. Lalu hasilnya akan seperti ini. Disini terlihat bahwa saya sedang menggunakan komputer dengan IP yaitu 192.168.86.6











    Cara lain untuk mengetahui identitas IP komputer melalui Windows 8:

    1. Lewat taskbar, pilih logo connection network, terdapat menu Network & Internet Settings yang harus anda klik.

    2. Setelah masuk ke menu "Network & Internet Settings" maka langkah selanjutnya adalah klik menu "View Your Network Properties" untuk mengetahui nama IP anda.

    3. Setelah mengklik "View Your Network Properties" anda dapat melihat IP anda, nama perangkat, nama jaringan hingga status jaringan yang anda gunakan.

    Sumber: https://ladygodiva99.wordpress.com/2014/11/24/konsep-identitas-komputer-ip-address-dan-sharing-jaringan/

    Minggu, 02 Juli 2017

    Aku Sendiri

    Sepi, sunyi, sendiri.
    Aku berdiri sendiri.
    Di dalam keramaian ini,
    Aku menjadi seorang diri.
    Tiada orang mau menemani,
    Orang paling sendiri di bumi.


    Tiada kata terucap,
    Tiada makna tersampaikan.
    Aku seperti dipenjara,
    Hatiku sakit rasanya.
    Aku berada bersama teman,
    Namun jiwaku sendirian.


    Semua ini bukan keinginanku.
    Aku ingin menunjukkan diriku,
    Tetapi aku terjebak rasa malu,
    Dan dihantui oleh masa lalu.
    Selalu berharap yang baik untukku,
    Namun semua tak sesuai keinginanku.


    Aku pun masih sendiri.
    Rasa takut menghantui,
    Rasa sedih mengelilingi,
    Dan aku terjebak dalam mimpi-mimpi.
    Lalu aku kembali dalam sunyi,
    Dan mencari tahu diriku sendiri.

    Selasa, 31 Januari 2017

    Pilih Duit atau Pilih Monyet?

    Cerita ini diambil dari salah satu adegan dalam sinetron "Emak Ijah Pengen ke Mekah", antara Koret dan Zaki Demong.


    Nikolas       : Wah liat nih duit kita banyak banget!
    Zerp           : Iya! Bisa dipake buat apa aja! Eh, tapi lu mau gak gue kasih semua duit nih
                        buat lu?
    Nikolas       : Yang bener nih?
    Zerp           : Beneran!
    Nikolas       : Boleh deh kalo gitu.
    Zerp           : Tapi ada syaratnya.
    Nikolas       : Syaratnya apa?
    Zerp           : Kita main kuis. Mau gak?
    Nikolas       : Gak masalah, buat dapet duit, boleh main kuis!
    Zerp           : Jadi ada tiga pertanyaan, setiap pertanyaan yang gue kasih, lu cukup jawab
                        satu kata yaitu monyet.
    Nikolas       : Apa untungnya buat gue?
    Zerp           : Sekali jawab, gue kasih 150 ribu. Mau gak?
    Nikolas       : Oke deh! Setuju!
    Zerp           : Pertanyaan pertama, lu kalo bangun tidur terus ngaca, mukanya kayak apa?
    Nikolas       : Monyet!
    Zerp           : Nih dapet 150 ribu.
    Nikolas       : Aduh! Masa gue dibilang monyet sih! Tapi gak apa-apa deh yang penting
                       dapet duit!
    Zerp           : Sekarang ke pertanyaan kedua.
    Nikolas       : Pertanyaannya apa?
    Zerp           : Kalo mau cari pacar baru, pacarnya harus kayak apa?
    Nikolas       : Monyet!
    Zerp           : Hahahaha... emang lu banget! Nih dapet 150 ribu!
    Nikolas       : Gak apa-apa deh yang penting dapet duit.
    Zerp           : Nah sekarang pertanyaan terakhir nih, siap atau belum?
    Nikolas       : Siap dong!
    Zerp           : Ingat ya kalo jawab pertanyaan jawabnya harus apa?
    Nikolas       : Monyet!
    Zerp           : Sekarang pertanyaan terakhir, pilih duit atau pilih monyet?
    Nikolas       : Monyet dong!
    Zerp           : Ya udah duitnya gue ambil lagi!
    Nikolas       : Kok diambil lagi?
    Zerp           : Tadi kan disuruhnya pilih duit atau pilih monyet, jawabnya apa?
    Nikolas       : Monyet!
    Zerp           : Aturannya jawabnya harus apa?
    Nikolas       : Monyet!
    Zerp           : Ya udah gue ambil lagi duitnya! Hahahaha
    Nikolas       : Sial! Gue kena tipu! Dasar monyet lu!

    Kamis, 19 Januari 2017

    Terus Mencari

    Kamu bisa menjauh dariku
    Kamu juga bisa menghindariku
    Tetapi aku akan selalu mencarimu
    Dan aku juga bisa menemukanmu

    Kamu cukup pandai menyamar
    Atau mengubah identitasmu
    Namun aku jauh lebih cerdas
    Aku tidak akan berhenti mencarimu

    Akan kupakai sedikit pengetahuanku
    Itu akan mempermudah pencarianku
    Pencarian yang telah lama sekali
    Dan aku ingin semua berhasil

    Sejauh apapun kamu berlari
    Seberapa cerdas kamu sembunyi
    Aku akan bisa menemukanmu
    Dan kamu tidak akan pergi lagi dariku

    Suatu hari aku bisa melupakanmu
    Namun ketika aku ingat dirimu
    Aku akan kembali untuk mencarimu
    Sampai aku bisa menemukanmu

    Senin, 16 Januari 2017

    Ungkapan Pribadi

    “Mereka mengatakan bahwa aku telah berubah sejak aku menghilang. Namun sejauh yang aku ketahui, aku tidak pernah merasakan terjadinya perubahan dalam diriku. Mereka hanya tidak pernah mengetahui mengenai sifatku. Mereka bilang bahwa aku yang dulunya santun, baik, dan ramah, kini telah berubah menjadi seseorang yang kejam, mengerikan, dan gila. Sesungguhnya aku masih mempertahankan kebaikanku, dan semua sifat jahat yang mereka sebut itu hanya akan aku keluarkan apabila ada orang yang berani mencari masalah denganku, atau orang yang pernah menyakitiku di masa lalu.”

    “Setiap kata hati yang terpikirkan olehku adalah sebuah ide untuk membangun dan mengubah cara berpikir setiap orang. Sayangnya, setiap ide yang aku dapatkan akan lenyap begitu saja ketika aku tidak tahu bagaimana cara membuat semua itu menjadi kenyataan. Orang lain juga terkesan meragukan kemampuan dan cara berpikirku yang menurut mereka terlalu mengandalkan khayalan semata.”

    “Hampir semua orang sudah menganggap benda-benda mati tersebut layaknya dewa, dewa atas segalanya. Mungkin kalian tidak akan terkejut ketika mengetahui bahwa aku juga termasuk di dalamnya.”

    “Kita tidak pernah mengetahui latar belakang sebenarnya dari setiap orang. Seorang pemberontak mungkin adalah orang yang berusaha menyampaikan kebaikan dan kebenaran. Seorang yang dipuji layaknya pahlawan mungkin adalah orang yang selalu menutup segala kebenaran dengan kebohongan dan kabar palsu. Seorang yang sangat ceria dan menghibur mungkin adalah orang yang paling banyak mengalami kesedihan dan berada dalam masalah. Seorang penindas yang menyakiti orang lain mungkin adalah orang paling menyedihkan dan mempunyai masalah di dalam hatinya, dan ia pula tidak berkeinginan untuk menyakiti orang lain dengan perbuatannya.”

    “Sesungguhnya aku sangat takut, walaupun semua itu pasti terjadi. Setiap pagi datang di hari yang baru, aku menyadari bahwa hari sebelumnya telah berlalu. Waktu terus berjalan dan masa lalu telah pergi jauh meninggalkanku. Aku akan menjadi tua dan segera pergi jauh, namun keturunanku akan menggantikanku dan ia akan segera menyusul sepertiku. Manusia lama akan pergi dan manusia baru akan terlahir dan meneruskan generasi manusia lama, hingga mereka juga akan menjadi tua dan pergi. Semua itu terjadi secara terus-menerus dan aku menyadari bahwa aku sudah menjadi manusia lama.”