Cerita ini diambil dari salah satu adegan dalam sinetron "Emak Ijah Pengen ke Mekah", antara Koret dan Zaki Demong.
Nikolas : Wah liat nih duit kita banyak banget!
Zerp : Iya! Bisa dipake buat apa aja! Eh,
tapi lu mau gak gue kasih semua duit nih
buat lu?
Nikolas : Yang bener nih?
Zerp : Beneran!
Nikolas : Boleh deh kalo gitu.
Zerp : Tapi ada syaratnya.
Nikolas : Syaratnya apa?
Zerp : Kita main kuis. Mau gak?
Nikolas : Gak masalah, buat dapet duit, boleh
main kuis!
Zerp : Jadi ada tiga pertanyaan, setiap
pertanyaan yang gue kasih, lu cukup jawab
satu kata
yaitu monyet.
Nikolas : Apa untungnya buat gue?
Zerp : Sekali jawab, gue kasih 150 ribu.
Mau gak?
Nikolas : Oke deh! Setuju!
Zerp : Pertanyaan pertama, lu kalo bangun
tidur terus ngaca, mukanya kayak apa?
Nikolas : Monyet!
Zerp : Nih dapet 150 ribu.
Nikolas : Aduh! Masa gue dibilang monyet sih!
Tapi gak apa-apa deh yang penting
dapet duit!
Zerp : Sekarang ke pertanyaan kedua.
Nikolas : Pertanyaannya apa?
Zerp : Kalo mau cari pacar baru, pacarnya
harus kayak apa?
Nikolas : Monyet!
Zerp : Hahahaha... emang lu banget! Nih
dapet 150 ribu!
Nikolas : Gak apa-apa deh yang penting dapet
duit.
Zerp : Nah sekarang pertanyaan terakhir
nih, siap atau belum?
Nikolas : Siap dong!
Zerp : Ingat ya kalo jawab pertanyaan
jawabnya harus apa?
Nikolas : Monyet!
Zerp : Sekarang pertanyaan terakhir, pilih
duit atau pilih monyet?
Nikolas : Monyet dong!
Zerp : Ya udah duitnya gue ambil lagi!
Nikolas : Kok diambil lagi?
Zerp : Tadi kan disuruhnya pilih duit atau
pilih monyet, jawabnya apa?
Nikolas : Monyet!
Zerp : Aturannya jawabnya harus apa?
Nikolas : Monyet!
Zerp : Ya udah gue ambil lagi duitnya!
Hahahaha
Nikolas : Sial! Gue kena tipu! Dasar monyet lu!
Selasa, 31 Januari 2017
Kamis, 19 Januari 2017
Terus Mencari
Kamu bisa menjauh dariku
Kamu juga bisa menghindariku
Tetapi aku akan selalu mencarimu
Dan aku juga bisa menemukanmu
Kamu cukup pandai menyamar
Atau mengubah identitasmu
Namun aku jauh lebih cerdas
Aku tidak akan berhenti mencarimu
Akan kupakai sedikit pengetahuanku
Itu akan mempermudah pencarianku
Pencarian yang telah lama sekali
Dan aku ingin semua berhasil
Sejauh apapun kamu berlari
Seberapa cerdas kamu sembunyi
Aku akan bisa menemukanmu
Dan kamu tidak akan pergi lagi dariku
Suatu hari aku bisa melupakanmu
Namun ketika aku ingat dirimu
Aku akan kembali untuk mencarimu
Sampai aku bisa menemukanmu
Kamu juga bisa menghindariku
Tetapi aku akan selalu mencarimu
Dan aku juga bisa menemukanmu
Kamu cukup pandai menyamar
Atau mengubah identitasmu
Namun aku jauh lebih cerdas
Aku tidak akan berhenti mencarimu
Akan kupakai sedikit pengetahuanku
Itu akan mempermudah pencarianku
Pencarian yang telah lama sekali
Dan aku ingin semua berhasil
Sejauh apapun kamu berlari
Seberapa cerdas kamu sembunyi
Aku akan bisa menemukanmu
Dan kamu tidak akan pergi lagi dariku
Suatu hari aku bisa melupakanmu
Namun ketika aku ingat dirimu
Aku akan kembali untuk mencarimu
Sampai aku bisa menemukanmu
Senin, 16 Januari 2017
Ungkapan Pribadi
“Mereka mengatakan bahwa aku telah berubah sejak aku
menghilang. Namun sejauh yang aku ketahui, aku tidak pernah merasakan
terjadinya perubahan dalam diriku. Mereka hanya tidak pernah mengetahui
mengenai sifatku. Mereka bilang bahwa aku yang dulunya santun, baik, dan ramah,
kini telah berubah menjadi seseorang yang kejam, mengerikan, dan gila.
Sesungguhnya aku masih mempertahankan kebaikanku, dan semua sifat jahat yang
mereka sebut itu hanya akan aku keluarkan apabila ada orang yang berani mencari
masalah denganku, atau orang yang pernah menyakitiku di masa lalu.”
“Setiap kata hati yang terpikirkan olehku adalah sebuah
ide untuk membangun dan mengubah cara berpikir setiap orang. Sayangnya, setiap
ide yang aku dapatkan akan lenyap begitu saja ketika aku tidak tahu bagaimana
cara membuat semua itu menjadi kenyataan. Orang lain juga terkesan meragukan
kemampuan dan cara berpikirku yang menurut mereka terlalu mengandalkan khayalan
semata.”
“Hampir semua orang sudah menganggap benda-benda mati
tersebut layaknya dewa, dewa atas segalanya. Mungkin kalian tidak akan terkejut
ketika mengetahui bahwa aku juga termasuk di dalamnya.”
“Kita tidak pernah mengetahui latar belakang sebenarnya
dari setiap orang. Seorang pemberontak mungkin adalah orang yang berusaha
menyampaikan kebaikan dan kebenaran. Seorang yang dipuji layaknya pahlawan
mungkin adalah orang yang selalu menutup segala kebenaran dengan kebohongan dan
kabar palsu. Seorang yang sangat ceria dan menghibur mungkin adalah orang yang
paling banyak mengalami kesedihan dan berada dalam masalah. Seorang penindas
yang menyakiti orang lain mungkin adalah orang paling menyedihkan dan mempunyai
masalah di dalam hatinya, dan ia pula tidak berkeinginan untuk menyakiti orang lain dengan perbuatannya.”
“Sesungguhnya aku sangat takut, walaupun semua itu pasti
terjadi. Setiap pagi datang di hari yang baru, aku menyadari bahwa hari
sebelumnya telah berlalu. Waktu terus berjalan dan masa lalu telah pergi jauh
meninggalkanku. Aku akan menjadi tua dan segera pergi jauh, namun keturunanku
akan menggantikanku dan ia akan segera menyusul sepertiku. Manusia lama akan
pergi dan manusia baru akan terlahir dan meneruskan generasi manusia lama,
hingga mereka juga akan menjadi tua dan pergi. Semua itu terjadi secara
terus-menerus dan aku menyadari bahwa aku sudah menjadi manusia lama.”
Rabu, 16 November 2016
Linguistics, Language, and Branches of Linguistics
What is Linguistics?
Linguistics is a study about language, including language form, language meaning, and language sounds.
Another definition about linguistics:
Linguistics is a study about language, including language form, language meaning, and language sounds.
Another definition about linguistics:
- Linguistics is the study of language and of the way languages work. (http://www.merriam-webster.com/dictionary/linguistics)
- Linguistics is the study of human speech including the units, nature, structure, and modification of language. (http://www.merriam-webster.com/dictionary/linguistics)
- The study of the nature, structure, and variation of language. (http://www.thefreedictionary.com/linguistics)
What is Language?
Before we learn about the branches of linguistics, we must know what is language. Language is a set of ways or tools used by humans and animals to communicate each other. In term of linguistics, language is the usage of words and other elements according to specific rules used by people to communicate.
Another definition about language:
- Language is the system of words or signs that people use to express thoughts and feelings to each other. (http://www.merriam-webster.com/dictionary/language)
- Language is a human system of communication that uses arbitrary signals, such as voice sounds, gestures, and/or written symbols. (http://grammar.about.com/od/il/g/languageterm.htm)
- Language is a purely human and non-instinctive method of communicating ideas, emotions and desires by means of voluntarily produced symbols. (Edward Sapir, Language: An Introduction to the Study of Speech. Harcourt, Brace and Company, 1921)
Branches of Linguistics
Emphasizes of language (according to Wikipedia about Linguistics):
- Phonetics is the study of the physical properties of speech sound production and perception.
- Phonology is the study of sounds as abstract elements in the speaker's mind that distinguish meaning.
- Morphology is the study of internal structures of words and how they can be modified.
- Syntax is the study of how words combine to form grammatical phrases and sentences.
- Semantics is the the study of the meaning of words and fixed word combinations, and how these combine to form the meanings of sentences.
- Pragmatics is the study of how utterances are used in communicative acts.
Other perspectives of language (according to Wikipedia about the outline of linguistics):
- Historical Linguistics is the study of language change over time.
- Sociolinguistics is the study of variation in language and its relationship with social factors.
- Psycholinguistics is the study of the psychological and neurobiological factors that enable humans to acquire, use, comprehend and produce language.
- Ethnolinguistics is the study about relationship between language and culture, and the way different ethnic groups perceive the world.
- Dialectology is the study about the variations of language based primarily on geographic distribution and their associated features.
- Computational Linguistics is the study of language from a computational perspective which performed by computer scientists who had specialized in the application of computers to the processing of a natural language.
- Neurolinguistics is the study of the structures of language in the human brain that underlie grammar and communication.
Sources:
- https://en.wikipedia.org/wiki/Outline_of_linguistics
- https://en.wikipedia.org/wiki/Computational_linguistics
- https://en.wikipedia.org/wiki/Dialectology
- https://en.wikipedia.org/wiki/Ethnolinguistics
- https://en.wikipedia.org/wiki/Historical_linguistics
- https://en.wikipedia.org/wiki/Psycholinguistics
- https://en.wikipedia.org/wiki/Linguistics
- https://en.wikipedia.org/wiki/Phonology
Kamis, 10 November 2016
Pilihanku
Aku merasa bersalah dan menyesal.
Sesungguhnya aku tidak mau melakukannya.
Namun tiada jalan lain yang bisa dipilih.
Mereka yang menyuruhku begini.
Mengapa aku terlalu patuh?
Mengapa aku terlalu lemah?
Dan mengapa aku tidak bisa bilang tidak?
Sungguh mudahnya aku terbujuk mereka.
Ada dua sisi yang bertentangan.
Haruskah aku ikut kebohongan,
Hanya demi teman-temanku?
Atau bertahan kepada kejujuran?
Saat aku memilih kebohongan,
Kuselamatkan teman-temanku.
Tetapi aku tidak akan bisa tenang,
Karena dosa yang mengejarku.
Saat aku memilih kejujuran,
Aku telah berbuat kebenaran.
Namun, itu semua ada bayarannya.
Teman-temanku akan menghinaku.
Dua sisi itu terus menghantuiku.
Ketika aku memilih salah satu,
Maka akan ada yang kukorbankan.
Tiada pilihan tanpa adanya risiko.
Aku bukanlah orang yang bijak.
Dan aku juga tidak pandai memilih.
Aku hanyalah orang biasa,
Yang tidak lepas dari kekecewaan.
Hanya satu yang kuinginkan dari kalian.
Aku ingin dianggap ada oleh kalian.
Aku ingin kalian mendukung pilihanku,
Pilihan yang baik ataupun yang buruk.
Biarkanlah aku untuk memilih.
Ini pilihanku, bukan pilihan kalian.
Jika kalian tidak menginginkannya,
Aku tidak memaksa kalian untuk ikut.
Aku berada di antara dua pilihan.
Kalian memintaku memilih salah satu.
Jika aku mendapatkan masalah,
Janganlah kalian pergi dan lari.
Kita akan tanggung semua masalah ini.
Kita akan selesaikan bersama-sama.
Karena aku memilih untuk kalian,
Dan kita semua yang menghadapi ini.
Jika aku memilih yang tidak kalian sukai,
Kalian berhak marah dan kecewa padaku.
Namun, kalian tidak bisa memaksaku.
Karena bagiku, pilihan ini adalah yang terbaik.
Tulisan ini dibuat pada tanggal 9 Oktober 2016, dan direvisi pada tanggal 10 November 2016.
Sesungguhnya aku tidak mau melakukannya.
Namun tiada jalan lain yang bisa dipilih.
Mereka yang menyuruhku begini.
Mengapa aku terlalu patuh?
Mengapa aku terlalu lemah?
Dan mengapa aku tidak bisa bilang tidak?
Sungguh mudahnya aku terbujuk mereka.
Ada dua sisi yang bertentangan.
Haruskah aku ikut kebohongan,
Hanya demi teman-temanku?
Atau bertahan kepada kejujuran?
Saat aku memilih kebohongan,
Kuselamatkan teman-temanku.
Tetapi aku tidak akan bisa tenang,
Karena dosa yang mengejarku.
Saat aku memilih kejujuran,
Aku telah berbuat kebenaran.
Namun, itu semua ada bayarannya.
Teman-temanku akan menghinaku.
Dua sisi itu terus menghantuiku.
Ketika aku memilih salah satu,
Maka akan ada yang kukorbankan.
Tiada pilihan tanpa adanya risiko.
Aku bukanlah orang yang bijak.
Dan aku juga tidak pandai memilih.
Aku hanyalah orang biasa,
Yang tidak lepas dari kekecewaan.
Hanya satu yang kuinginkan dari kalian.
Aku ingin dianggap ada oleh kalian.
Aku ingin kalian mendukung pilihanku,
Pilihan yang baik ataupun yang buruk.
Biarkanlah aku untuk memilih.
Ini pilihanku, bukan pilihan kalian.
Jika kalian tidak menginginkannya,
Aku tidak memaksa kalian untuk ikut.
Aku berada di antara dua pilihan.
Kalian memintaku memilih salah satu.
Jika aku mendapatkan masalah,
Janganlah kalian pergi dan lari.
Kita akan tanggung semua masalah ini.
Kita akan selesaikan bersama-sama.
Karena aku memilih untuk kalian,
Dan kita semua yang menghadapi ini.
Jika aku memilih yang tidak kalian sukai,
Kalian berhak marah dan kecewa padaku.
Namun, kalian tidak bisa memaksaku.
Karena bagiku, pilihan ini adalah yang terbaik.
Tulisan ini dibuat pada tanggal 9 Oktober 2016, dan direvisi pada tanggal 10 November 2016.
Senin, 29 Agustus 2016
Istirahat dari Masalah
Masalah datang tanpa henti
Masalah selalu ada setiap hari
Aku heran kenapa masalah terjadi
Dan aku bingung selesaikan masalah ini
Masalah selalu ada setiap hari
Aku heran kenapa masalah terjadi
Dan aku bingung selesaikan masalah ini
Banyak sekali penyebabnya
Biasanya selalu aku yang salah
Apa aku tak pernah benar?
Apa aku ditakdirkan menjadi salah?
Kupikir semua bisa kuhadapi
Nyatanya aku tak mampu hadapi
Sekarang aku cuma berdiam diri
Dan hanya bisa menyendiri
Aku perlu istirahat
Istirahat dari hal yang berat
Yang membuatku hilang semangat
Dan tidak membuatku kuat
Aku perlu mengetahui
Mengapa semua jadi begini
Mengapa semua ini terjadi
Aku harus pikirkan solusi
Istirahatku ini tidak lama
Hanya untuk sejenak saja
Untuk hilangkan masalah yang ada
Dan mengembalikan diriku semula
Bekasi, 29 Agustus 2016.
Sabtu, 18 Juni 2016
Ada Banyak Waktu Untuk Mengagumi
Di liburan ini, di hampir setiap hari ini, aku tidak pernah bisa memikirkan apa yang harus kulakukan kecuali hanya diam di rumah dan memandangi layar komputer seharian, atau memainkan handphoneku, atau tidur. Banyak waktu yang telah hilang karena semua itu, tapi aku juga terasa berat untuk meninggalkannya.
Hujan pun turun di malam ini. Tidak deras dan kencang, namun menyejukkan rasa panas di jiwa. Ditemani lagu jazz yang tidak biasanya kusuka, namun kini bisa menenangkan aku. Malam ini aku kembali lagi seperti semula. Kembali lagi dalam kebiasaan harianku yang sering disebut kerja. Kerja tak penting, kerja tanpa bayaran, kerja tak berguna, mungkin begitulah kalau orang bilang aku bagaimana.
Beberapa hari ini kupandangi handphoneku, kucari nama-nama teman SMP maupun SMA ku, baik yang kukenal maupun tidak kukenal. Lebih banyak nama perempuan, karena aku memang mengagumi mereka. Yang kukenal, mereka kini berubah. Untuk teman SMP yang lama tak kutemui, aku tidak pernah tahu bagaimana mereka sekarang, tapi yang pasti mereka jauh lebih baik dari aku. Mereka lebih dewasa, lebih mampu menentukan pilihan, lebih terbuka, dan banyak kelebihan lagi dalam berbagai hal yang tentunya jauh lebih baik dariku.
Kupandangi pula foto-foto teman SMA ku. Tidak banyak yang kuketahui tentang namanya, makanya dengan berbagai cara kucari siapa nama dia, bagaimanakah rupanya dia, hingga aku pun tahu sosok yang selama ini sering kulihat namun tidak pernah kuketahui namanya, karena aku menyadari bahwa aku tidak pernah punya waktu untuk mengenalkan diriku kepadanya. Ya, semua ini terjadi karena aku tidak yakin, aku tidak percaya diri, dan aku merasa bahwa aku tidak mungkin berguna baginya.
Kulihat foto-foto siswi SMA yang sering aku lihat di sekolah, ia tampak cantik dan menarik. Sejujurnya aku mulai jatuh cinta kepada mereka. Namun, itu pun tidak berguna karena kebanyakan diantara mereka telah mendapat orang yang lebih baik dan mampu membuatnya bahagia, meskipun ada yang hanya sementara. Aku terus melihat foto-foto mereka, ada yang menunjukkan liburan mereka. Aku merasa iri kepada mereka. Bagaimana mereka melakukannya? Mengapa mereka bisa pergi liburan ke tempat yang jauh dan indah, sementara aku hanya menghabiskan waktu di rumah?
Bagiku, mereka adalah orang-orang yang jauh lebih mengetahui bagaimana cara mengatur diri mereka sendiri. Mereka mampu memikirkan apa yang perlu sdilakukan. Mereka juga bisa memilih mana yang benar dan mana yang salah. Dan pada akhirnya aku mulai tahu, mereka adalah orang-orang yang memiliki masa depan yang jelas, dan tahu apa yang mereka perbuat selanjutnya. Sejujurnya, aku ingin tahu lebih banyak tentang mereka, bagaimanakah sifat mereka, apakah mereka baik atau tidak, itulah yang sangat ingin kuketahui. Tapi aku tak mampu mengungkapkannya ke mereka, sehingga hanya inilah yang bisa kulakukan. Aku percaya bahwa mereka adalah orang yang baik. Aku percaya itu.
Ya, aku selalu memiliki banyak waktu untuk mengagumi, dan aku berharap untuk bisa memiliki mereka, tapi sepertinya itu sulit, bahkan tak mungkin bagiku. Dan pada akhirnya aku terus hanya memandangi mereka. Entah sampai kapan harus begini...
Langganan:
Postingan (Atom)