Rabu, 31 Desember 2025

Waktu yang Berlalu

Waktu terus saja berjalan
Sekali semua telah terjadi
Tiada cara untuk kembali

Waktu yang berlalu
Takkan bisa diulang
Hanya bisa dikenang

Siapapun yang ada
Hanya menunggu waktu
Untuk segera pergi

Segala rencana matang
Perlu disiapkan sempurna
Untuk bisa melaluinya

Waktu yang tersisa
Harus bisa digunakan
Untuk meraih semuanya

Biarkan waktu berjalan
Biarkan semua terjadi
Biarkan yang berlalu

Jangan sesali lagi
Semua yang terlewati
Sudah telanjur terjadi

Saatnya menyiapkan diri
Menuju yang baru
Merelakan yang dulu

Coba lakukan saja
Pastikan yang baru
Memberi kesan berharga

Senin, 22 Desember 2025

Tidak Lazim

Seringkali aku merasa kosong
Tidak tahu apa yang harus kulakukan
Tidak memikirkan sama sekali
Tentang apa yang harus kukejar
Atau hal apa saja yang harusnya penting bagiku

Dalam keadaan sangat rendah inilah
Aku mulai memasuki suatu dunia
Bentuk pelarian dari kenyataan
Aku mulai ingin tahu hal-hal yang tidak lazim
Hanya untuk memenuhi pikiran dan rasa penasaranku

Hal-hal itu seringkali kubayangkan
Tetapi umumnya lebih sering kusimpan sendiri
Karena aku tidak yakin bagaimana cara memberitahunya
Aku percaya orang-orang takkan menyukainya
Untuk itulah lebih baik aku diam saja

Apabila aku sudah benar-benar siap
Mungkin aku akan memberitahu hal tersebut
Persoalan berikutnya adalah apa yang terjadi berikutnya
Aku belum yakin mampu untuk menerimanya
Bisa jadi semua akan lebih buruk jika terungkap

Banyak sekali hal-hal tidak lazim yang kutemukan
Aku hanya mampu untuk membayangkannya
Tanpa mungkin untuk bisa melakukannya
Selain karena beberapa hal tersebut tidak benar-benar nyata
Ada juga hal yang mungkin membuatku dan orang lain tidak nyaman

Ini adalah hal yang harus bisa aku kendalikan
Tidak semua hal itu bisa sesuai dengan dunia nyata
Kadang pula hasil akhirnya bisa membahayakan
Jika aku gagal mengendalikan semua itu
Aku pelan-pelan akan merasakan kerusakan

Beberapa hal tidak lazim itu sudah menguasaiku
Masih ada hal lainnya yang akan aku coba
Kadang aku sulit membedakan baik dan buruknya
Itulah mengapa aku putuskan untuk lebih berhati-hati
Serta tidak langsung memberitahu apa yang terjadi

Aku tidak tahu kapan bisa berhenti jika sudah tidak terkendali
Aku akan berbuat sesuatu jika semua itu mulai merugikanku
Aku tahu semua hal yang tidak lazim ini tidak semuanya baik
Karena itu aku meminta bantuan kepada kalian
Sebelum diriku masuk lebih dalam dan tidak lagi bisa dihentikan

Sabtu, 13 Desember 2025

Troy Bayliss: Dari Ducati ke Honda

 
Troy Bayliss dengan Camel Honda (motorsport.com)
Troy Bayliss dikenal sebagai pembalap yang ramah dan akrab di luar, tetapi sangat agresif dan selalu bersaing saat berada di lintasan.

Pembalap asal Australia ini sebelumnya menghadapi musim yang sangat sulit di musim 2004, di mana motor Ducati yang digunakannya tidak mampu bersaing dengan baik seperti pada musim 2003.

Meski seringkali gagal finis di musim tersebut, ia berhasil menunjukkan kemampuannya dengan podium ketiga pada seri terakhir yaitu GP Valencia.

Perjalanannya kini menempuh arah yang baru, usai memutuskan hijrah dari Ducati Marlboro Team yang sudah ia bela sejak 2003, menuju ke Camel Honda mulai 2005.

"Bagi saya, pindah dari Ducati ke Honda merupakan pengubahan yang lebih besar daripada saat pindah dari World Superbike ke MotoGP," ujar Bayliss seperti dilansir roadracingworld.com.

Meski ia sadar itu sangat sulit, tetapi pengalaman itu membuatnya termotivasi untuk memberikan hasil lebih baik dari musim 2004.

Ia merasa bahwa dirinya mendapat dukungan yang baik dari seluruh anggota tim, terutama rekan barunya yaitu Alex Barros.

"Semua orang berusaha keras untuk membuat saya lebih baik dengan motor baru ini, yang masih memiliki kemampuan untuk memenangkan balapan," jelasnya.

Ia menggambarkan bahwa hasil tes di sepanjang awal 2005 menunjukkan banyaknya naik dan turun dari performanya dengan motor Honda.

Ia bisa meraih hasil yang sangat bagus di Jerez, tetapi kesulitan di Sepang, sampai akhirnya kembali lebih baik di tes Philip Island.

Penyesuaian dengan beberapa setingan motor masih harus ia lakukan, tetapi ia mengaku siap menghadapi balapan pertama di musim 2005 dan berupaya memberikan hasil sebaik mungkin.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.roadracingworld.com/news/bayliss-from-ducati-to-honda/

Sauber Membeli Kepemilikan Tim F1 dari Red Bull

Tim Sauber F1 pada musim 2001 (Andreas Rentz via Getty Images)
Peter Sauber, pemilik tim F1 Sauber, baru-baru ini telah membeli sisa kepemilikan tim yang sebelumnya dimiliki perusahaan minuman asal Austria yaitu Red Bull.

Rencananya, sisa kepemilikan ini akan diambil alih oleh Credit Suisse, perusahaan perbankan asal Swiss yang juga menjadi sponsor di tim tersebut.

Dilansir dari Autosport.com, Credit Suisse sebagai pemilik baru di Sauber akan menguasai kepemilikan di tim sebanyak 64 persen.

Mereka bisa untuk menjual sisanya ke pihak lain dengan harga mencapai 70 juta Franc Swiss atau USD42,40 juta.

Sebelumnya, Sauber dan Red Bull telah memutuskan bahwa kerja sama mereka akan berakhir mulai akhir tahun 2001.

Meski begitu, Sauber masih bernegosiasi dengan pemilik Red Bull yaitu Dietrich Mateschitz, terkait kemungkinan bahwa perusahaan tersebut tetap menjadi sponsor di tim.

Sauber sendiri memiliki kekuasaan yang penuh di timnya sendiri dan investasi besar dari Mateschitz tampak tidak ada pengaruhnya sama sekali terkait keputusan yang ada.

Mateschitz menyatakan bahwa ia akan menjual kepemilikan di Sauber sekitar USD33,3 juta.

Apabila penjualan tersebut sudah beres, Red Bull berencana untuk mengambil kesempatan lainnya dengan menjadi sponsor utama sekaligus mempunyai kepemilikan di tim Arrows.

Perpisahan antara Sauber dengan Red Bull sendiri bermula sejak keputusan Sauber untuk memilih pembalap muda asal Finlandia yaitu Kimi Raikkonen.

Raikkonen dipilih karena Sauber merasa sangat terkesan dengan penampilan dan bakatnya, meski sebenarnya masih belum berpengalaman.

Sementara itu, Mateschitz lebih menginginkan Enrique Bernoldi sebagai pembalap asli yang disponsori Red Bull, untuk menjadi pembalap di tim Sauber.

Pada akhirnya, Raikkonen menjadi pembalap di tim Sauber untuk menemani pembalap asal Jerman yaitu Nick Heidfeld, sementara Bernoldi justru diungsikan ke Arrows.

Hasil akhir musim 2001 menjadi bukti bahwa pilihan Sauber memilih Raikkonen sebenarnya tidak salah.

Pembalap yang saat itu berusia 21 menuju 22 tahun tersebut berhasil menyelesaikan musim 2001 bersama Sauber dengan finis empat kali di zona poin.

Ia mengakhiri musim dengan berada di posisi 10 klasemen dengan total 9 poin.

Ini berbeda jauh dengan Bernoldi, pembalap yang disponsori Red Bull di tim Arrows, yang berada di posisi 21 klasemen dan tidak meraih poin sama sekali.

Kombinasi sempurna Raikkonen dengan Heidfeld membawa tim Sauber, yang memakai mesin Ferrari dan disponsori Petronas, meraih hasil terbaik yaitu menempati posisi keempat klasemen konstruktor.***

Sumber diterjemahkan dari: https://www.autosport.com/f1/news/sauber-buy-red-bull-stake-for-credit-suisse-font-faceverdana-size1iupdated-i-font-5058663/5058663/