Minggu, 08 November 2026

QJMOTOR Merencanakan Perubahan Besar di World Supersport

Pembalap Marcos Ramirez mengendarai motor balap QJMOTOR di World Supersport (YouTube QJMOTOR_Global)
Sejak terjun dalam ajang balap World Supersport pada musim 2024, pabrikan motor asal Tiongkok yaitu QJMOTOR, sama sekali belum mampu untuk bersaing di baris depan.

Mereka hadir dengan dukungan mitra yaitu Manuel Puccetti, yang juga mengurus tim Puccetti Racing Kawasaki, dengan tambahan kontrak setiap satu tahun.

Sejak 2025, Puccetti mengelola tim pabrikan Kawasaki di World Superbike dan World Supersport, tetapi ia tetap mengelola QJMOTOR secara terpisah dan dilakukan secara ketat.

Mengandalkan pembalap berpengalaman Raffaele de Rosa di musim pertamanya, mereka gagal mendapatkan satu pun poin dengan motor SRK800RR yang dianggap terlalu berat dan kurang bertenaga.

Musim kedua mereka di 2025 tampak jauh lebih baik, di mana kedua pembalap mereka yaitu de Rosa dan Niki Tuuli, berhasil meraih total 36 poin.

Sayangnya, hal itu sama sekali belum cukup, karena QJMOTOR masih menempati posisi terakhir dalam klasemen pabrikan Supersport.

Pada musim 2026, QJMOTOR memperkenalkan motor model homologasi terbarunya yaitu SRK800RS, yang diharapkan bisa membuat pabrikan tersebut bisa bersaing di depan.

Sayangnya, tiga pembalap yang diandalkan pabrikan tersebut yaitu de Rosa, Marcos Ramirez dan Bahattin Sofuoglu, masih tidak bisa membuat motor ini mencapai apa yang diinginkan pabrikan.

Hasil musim ini malah lebih buruk dari musim lalu, di mana QJMOTOR hanya mampu meraih lima poin, yang semuanya didapatkan de Rosa saat finis di posisi 13 dalam balapan di Magny Cours (Prancis) dan posisi 14 dalam balapan di Cremona (Italia).

Satu hal yang lebih menyakitkan lagi adalah QJMOTOR dikalahkan oleh sesama pabrikan Tiongkok, ZXMOTO, yang baru menjalani musim pertamanya di World Supersport 2026.

ZXMOTO, yang didirikan pada tahun 2024 dan bermitra dengan tim Evan Bros di Supersport, berhasil membawa Valentin Debise menang balapan dan meraih podium serta mengakhiri klasemen pembalap di posisi kedua.

Bahkan, ZXMOTO berhasil mengumpulkan 310 poin dan menempati posisi ketiga pada klasemen pabrikan, di mana perbandingan besar terlihat jelas dari segi poin dengan QJMOTOR.

ZXMOTO dan QJMOTOR memiliki pendekatan berbeda pada motornya, di mana ZXMOTO memiliki tujuan untuk mendapatkan kesuksesan dalam kejuaraan Supersport secepat mungkin.

Oleh karena itu, ZXMOTO mengambil inspirasi dari sasis Moto2 dan lengan ayun dari Kalex, dan motor homologasi mereka menggunakan mesin 820cc tiga silinder dengan komponen berkualitas tinggi.

Sebaliknya, QJMOTOR SRK800RR sejak awal didesain untuk kebutuhan di jalan raya dan kemudian motor ini dilombakan dalam sebuah ajang balap motor besar.

Model homologasi terbaru dari motor ini menggunakan mesin 800cc empat silinder, dengan rangka, fairing dan mesin kini sudah ditingkatkan untuk membuat motor memperoleh tingkat tertinggi.

Motor ini memang cukup terkenal di pasar Asia, tetapi masih belum memiliki kemampuan penuh untuk bisa bersaing di sirkuit saat menghadapi pabrikan lain.

Untuk meningkatkan kualitas sekaligus mengejar prestasi yang diinginkan, QJMOTOR merencanakan perubahan besar dalam menghadapi World Supersport di masa depan.

Rencana tersebut adalah membangun departemen balap milik mereka sendiri, dengan lokasi ditetapkan di pabrik besar mereka yang ada di Tiongkok.

Selain itu, QJMOTOR juga membuka kemungkinan untuk menjalin kerja sama dengan mitra baru untuk menghadapi World Supersport musim 2027.***

Sumber diterjemahkan dari:
https://www.speedweek.com/en/a/worldssp/qj-motor-supersport-world-championship-2027-changes

Tidak ada komentar:

Posting Komentar